Dark/Light Mode

Pengurusnya Profesional Hingga Politisi, AEML Resmi Terbentuk

Senin, 5 Juni 2023 20:38 WIB
Peluncuran AEML sekaligus Penandatanganan Kerja Sama Dengan IFC. (Foto: Istimewa)
Peluncuran AEML sekaligus Penandatanganan Kerja Sama Dengan IFC. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik (AEML) resmi terbentuk. Asosiasi ini diharapkan menjadi wadah organisasi bagi para pionir di industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) dan industri pendukung ekosistem mobilitas listrik di Indonesia.

Sebagai sebuah asosiasi, sejumlah nama mentereng muncul dalam kepengurusannya. Misalnya saja, CEO Pertamina New & Renewable Energy atau Pertamina NRE, Dannif Danusaputro, yang didapuk sebagai Ketua AEML.

Kemudian Ketua KADIN, Arsjad Rasjid, yang didapuk menjadi Ketua Dewan Pengawas AEML. Lalu ada politisi Golkar, Rian Ernest sebagai Sekretaris Jenderal AEML.

Baca juga : Pengelolaan ASN Profesional dan Berkualitas, BNPT Terima Penghargaan BKN Award 2023

Dannif Danusaputro menjelaskan, selain sebagai sebuah asosiasi, AEML hadir untuk mendukung percepatan adopsi KBLBB di Indonesia. Dengan berdirinya asosiasi ini, diharapkan proses transisi energi akan semakin lancar dan baik.

Selain itu, Dannif menyebut, AEML meyakini bahwa masyarakat Indonesia semakin serius menyambut transisi energi seiring kuantitas penggunaan KBLBB. Atas dasar ini, AEML siap membantu percepatan adopsi KBLBB di Indonesia karena harus sejalan dengan pertumbuhan infrastruktur pendukungnya.

"Kami percaya bahwa percepatan adopsi kendaraan listrik harus sejalan dengan pertumbuhan infrastruktur pendukungnya. Dengan keamanan dan kemudahan sebagai fokus utama, kita dapat mendorong adopsi oleh masyarakat," ujarnya, Senin (5/6).

Baca juga : Pengarusutamaan Pancasila Sebagai Vaksinasi Radikalisme & Terorisme

Sementara, Ketua Dewan Pengawas AEML, Arsjad Rasjid memberikan apresiasi terhadap pembentukan AEML ini. Ia menyambut baik keanggotaan 14 anggota AEML yang mewakili industri baterai, manufaktur KBLBB, infrastruktur pengisian, dan penukaran baterai.

"Saya mengapresiasi AEML sebagai wadah inklusif bagi pelaku usaha di industri kendaraan listrik, serta pelaku usaha pendukung seperti perusahaan baterai, komponen kendaraan listrik, stasiun pengisian kendaraan listrik, dan penukaran baterai umum," ujarnya.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia ini menjelaskan Indonesia memiliki target mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060 atau bahkan lebih awal. Salah satu upayanya adalah dengan mengembangkan ekosistem KBLBB di Indonesia.

Baca juga : Demokrat Pikirkan Opsi Lain, Koalisi Anies Terancam Retak

"Dengan AEML, kita berharap dapat mendukung penggunaan 1 juta kendaraan listrik roda empat dan 3 juta kendaraan listrik roda dua pada tahun 2035. Dampaknya akan sangat positif bagi lingkungan karena spesifik akan mengurangi emisi karbon di Indonesia," ujarnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.