Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Final FIFA ASEAN Cup 2026 di GBK, Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
- Hasil Investigasi Imipas: 13 Bangunan Lapas Cibinong Dibangun Napi Sejak 2023
- Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat sebagai ASN, Apa Dasar Hukumnya?
- Wisnu Hani Putranto Dipecat Sebagai ASN, Buntut Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
- Polisi Kawal Ketat Final Indonesia Vs Thailand di GBK, Kerahkan 10.121 Personel
Teten: Kelembagaan Produksi Dan Hilirisasi, Kunci Kesejahteraan Petani
Selasa, 2 Mei 2023 16:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kelembagaan dan hilirisasi, dinilai menjadi kunci untuk mensejahterakan petani. Namun sayangnya, kedua hal tersebut sampai saat ini masih belum sepenuhnya dimiliki oleh para petani.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki. Menurutnya, ada yang perlu dibangun dalam upaya mensejahterakan petani, yakni kelembagaan untuk produksi dan hilirisasi. Indonesia tidak boleh lagi petani bertani sendiri-sendiri.
Baca juga : Tangani Polisi Bermasalah, Bukti Kapolri Tegas Tak Pandang Jabatan
“Misalnya di sini paling banyak petani punya lahan kopi 1 hektare per orang. Tapi ini kalau diolah sendiri kesejahteraannya belum bisa terangkat," tuturnya dalam keterangan resmi, Selasa (2/5).
Teten mengatakan, kelembagaan dan hilirisasi ini dapat diwujudkan melalui korporatisasi petani melalui koperasi. Dia menegaskan sudah banyak contoh koperasi di luar negeri yang sukses.
Baca juga : Kapolri Cek Kesiapan Pesawat Dan Jalur Bagasi Di Bandara Soetta
"Kalau sering lihat di YouTube, petani di Amerika dan New Zealand itu ribuan hektare dan membangun corporate farming, jadi efisien. Kita harus berusaha dalam luasan yang ekonomis," katanya.
Para petani di Kintamani, Bali dapat mencontoh korporatisasi yang sudah dilakukan di beberapa tempat. Salah satunya yang dilakukan di Lampung, diterapkan pengembangan kebun pisang di lahan 400 ha melibatkan 600 orang yang tergabung dalam koperasi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya