Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Pacu Kegiatan Ekonomi

Bantuan Pangan Ampuh Rem Inflasi Dan Sejahterakan Petani

Jumat, 4 Agustus 2023 07:30 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi (kanan) memberikan keterangan disaksikan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (kiri) usai mengikuti rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/7/2023). Ratas itu membahas peningkatan produksi dan hilirisasi produk pangan. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp)
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi (kanan) memberikan keterangan disaksikan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (kiri) usai mengikuti rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/7/2023). Ratas itu membahas peningkatan produksi dan hilirisasi produk pangan. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Bantuan Pangan memberikan banyak dampak positif terhadap perekonomian. Antara lain, mengurangi beban ekonomi masyarakat tidak mampu.

Program Bantuan Pangan dilaksanakan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog). Kepala Divisi Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Epi Sulandri mengatakan, pihaknya mendapatkan penugasan untuk menyalurkan Bantuan Pangan kepada 21,353 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masing-masing mendapat 10 kilogram (kg) beras.

Tahun ini, papar Epi, penyaluran Bantuan Pangan tahap 1 sudah dilakukan pada pe­riode April, Mei, Juni. Lalu, pihaknya kembali mendapat­kan penugasan untuk tahap 2 yaitu periode Oktober-Desember mendatang.

Baca juga : HUT Ke-52, ASABRI Komit Patuh Kelola Perusahaan Dan Pelayanan Publik

“Untuk realisasi bantuan pangan ini (tahap 1), sudah 640.590 ton, atau 100 persen dari pagu total,” ujar Epi, dalam Webinar Pa­taka 79, yang digelar secara daring (dalam jaringan), Rabu (2/8).

Epi menuturkan, masih ada se­jumlah tantangan yang dihadapi Bulog dalam menyalurkan ban­tuan tersebut. Di antaranya terkait akses untuk menjang­kau suatu daerah atau kondisi geografis, masalah ketidakte­patan waktu angkutan seperti transportasi laut, hingga adanya ketidaksesuaian alamat karena pemekaran wilayah.

“Sistem penyaluran bantuan saat ini by name by address, tapi ternyata ada penerima manfaat, yang sudah pindah, sehingga dilakukan penelusuran lebih jauh,” kata Epi.

Baca juga : Data Jadi Tantangan Industri, Ini 3 Solusi Dari Sibernetik

Meski demikian, menurut Epi, Pemerintah sudah menyepakati akan memperpanjang program Bantuan Pangan beras untuk pe­riode Oktober-Desember 2023.

Pasalnya, lewat program ini terdapat dampak positif seperti meringankan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan. Selain itu, tercipta stabilitas harga beras, baik di pasar umum maupun di petani. Serta mampu menekan inflasi.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog mencatat rata-rata perubahan harga berasa eceran pada periode Juli-Oktober 2022 sebesar 1,12 persen.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.