Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tingkatkan Capaian Kinerja

Pegadaian Genjot Sinergitas Dan Digitalisasi

Senin, 23 September 2019 15:57 WIB
Dirut Pegadaian Kuswiyoto. (Istimewa)
Dirut Pegadaian Kuswiyoto. (Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pegadaian (Persero) terus meningkatkan sinergi dengan berbagai perusahaan baik BUMN maupun non-BUMN serta komunitas dan asosiasi masyarakat. Hal ini ditempuh guna meningkatkan potensi dan capaian kinerja perusahaan. 

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto menyatakan, sampai saat ini Pegadaian menunjukkan kinerja yang baik dengan jumlah nasabah mencapai sekitar 12 juta orang.

Tapi Pegadaian melihat, potensi pasar masih sangat terbuka. Banyak segmen masyarakat yang belum mendapatkan informasi yang lengkap tentang produk dan layanan Pegadaian.

Berita Terkait : Alexander Marwata: Wajar, Kinerja Pimpinan Baru Diragukan

"Oleh karena itu kami agresif menjalin sinergi dengan banyak BUMN, non-BUMN, komunitas, maupun asosiasi yang bermanfaat untuk semua pihak," ujar Kuswiyoto dalam acara pertemuan ke-61 BUMN Marketeers Club di Kantor Pusat Pegadaian, Auditorium Langen Palikrama, Senin (23/9).

Selain itu, saat ini Pegadaian juga terus melakukan digitalisasi. Baik dalam proses bisnis, maupun dalam pengembangan distribusi. Hal ini dilakukan sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang memerlukan layanan yang cepat, mudah dan akurat, serta perkembangan teknologi informasi yang berubah cepat.

Menurutnya, layanan digital merupakan tuntutan zaman yang tak bisa dihindari. Maka Pegadaian pun menyikapi secara proaktif. Perusahaan tidak boleh berhenti melakukan inovasi jika ingin terus tumbuh dan berkembang di masa yang akan datang.

Berita Terkait : Terapkan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik, Waskita Tegaskan Anti Korupsi

"Jika tidak merespon perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat maka dipastikan perusahaan itu akan ditinggalkan oleh pelanggan," terang Kuswiyoto. 

Founder & Excecutive Chairman of Markplus Inc. Hermawan Kertajaya mengatakan, penerapan teknologi informasi dalam dunia bisnis harus selaras dengan humanity.

 Menurutnya, saat ini digitalisasi merupakan suatu keharusan, akan tetapi manusia tidak boleh dikalahkan oleh teknologi. 

Berita Terkait : Mantap, Aset PLN Kini Dijaga TNI

"Kalau teknologi bisa mengingat, maka kita harus memahami. Kalau teknologi bisa memahami, maka kita harus bisa menganalisa. Kalau teknologi bisa menganalisa, maka kita harus decision making. Kalau teknologi bisa decision making maka manusia harus mengeluarkan wisdom yang tidak bisa dimiliki oleh teknologi,” jelasnya.

Hermawan juga menyampaikan, di masa depan,  Love Quotient akan menjadi bagian dari marketing selain Physical Quotient, Intelligence Quotient, Emotional Quotient, dan Spiritual Quotient. 

"Ke depan, yang namanya Loyal customer tidak hanya diukur dari tingginya pembelian ulang, tetapi lebih dari itu bahwa customer yang loyal adalah yang ikut mengaktivasi brand kita kepada orang lain. Jadi ada fungsi advokasi yang dijalankan oleh customer," ujar Hermawan, mengingatkan. [OKT]