Dark/Light Mode

Gandeng KKP, Pertamina Kerek Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

Rabu, 25 September 2019 13:50 WIB
Penandatangan kerja sama Pertamina dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. (Foto: ist)
Penandatangan kerja sama Pertamina dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di seluruh Indonesia.

KKP dan Pertamina menandatangani kerja sama Sinergi Program Pengelolaan Ruang Laut dengan Pemanfaatan Produk Pertamina di Wilayah Kerja Marketing Operation Region (MOR) VIII di Marine Heritage Gallery, KKP di Jakarta pada Rabu (25/9). Pertamina MOR VIII meliputi Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut Memorandum of Understanding (MOU) antara KKP dengan Pertamina Nomor: 08/MEN-KP/KB/VII/2017 dan Nomor: 10/C00000/2017-S0 tentang Sinergi Pengelolaan dan Pengembangan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) KKP, Agus Dermawan dengan General Manager MOR VIII Pertamina, Gema Iriandus Pahalawan. Penandatangan disaksikan Dirjen PRL KKP, Brahmantya Satyamurti Poerwadi dan SVP Retail Marketing & Sales Pertamina, Jumali.

Berita Terkait : Pertamina Cairkan Kompensasi Dampak Tumpahan Minyak

Brahmantya mengatakan, tujuan perjanjian kerja sama ini dalam rangka Sinergitas Program Pengelolaan Ruang Laut dengan pemanfaatan Produk Pertamina bagi masyarakat pesisir. Meliputi nelayan, pembudidaya ikan, Kelompok Pengolah Pemasar (POKLAHSAR), Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS), Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK), dan petambak garam di wilayah kerja MOR VIII Pertamina, yaitu Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

“Bersama-sama nanti akan dilakukan beberapa kegiatan bagi masyarakat pesisir di wilayah kerja MOR VIII Pertamina terkait sinergitas program seperti pengordinasian pemenuhan kebutuhan BBM dan Gas, sosialisasi tentang program pengelolaan ruang laut dan produk-produk gas domestik, pemasangan produk Musicool, pertukaran data dan informasi dan kegiatan lainnya,” tambah Brahmantya.

Jumali mengatakan, kerja sama ini adalah dalam rangka meningkatkan sinergi program pengelolaan ruang laut dengan pemanfaatan produk Pertamina bagi masyarakat pesisir. “Pertamina terus mendorong sinergi dengan stakeholder khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mendukung kegiatan perekonomian masyarakat pesisir di Wilayah Timur Indonesia,” ujar Jumali.

Berita Terkait : Pertamina EP Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan

Jumali menambahkan bahwa kerja sama di Wilayah Timur Indonesia ini adalah pilot project. Apabila dikemudian hari dipandang perlu dilakukan penerapan kerja sama untuk seluruh wilayah Indonesia.

“Selain dapat meningkatkan koordinasi terkait pemanfaatan dan pengelolaan ruang laut bagi masyarakat pesisir di wilayah Maluku dan Papua, kerja sama ini juga diharapkan akan semakin meningkatkan kelancaran distribusi BBM dan produk gas Pertamina yang dapat digunakan oleh masyarakat pesisir,” ujar General Manager MOR VIII Pertamina, Gema Iriandus Pahawalan.

Gema menambahkan, bahwa mengingat Indonesia memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang besar serta garis pantai terpanjang kedua, maka perlu dikelola dengan baik. Diharapkan dengan adanya sinergi dan koordinasi melalui perjanjian kerja sama dapat mewujudkan kemandirian ekonomi, kedaulatan pangan, serta menyejahterakan masyarakat pesisir khususnya di wilayah Maluku dan Papua di masa mendatang. [DIT]