Dark/Light Mode

Menko Airlangga

IMT-GT Dukung Integrasi Kawasan, Sinergi Masterplan Konektivitas ASEAN 2025

Jumat, 29 September 2023 21:46 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka Pertemuan Tingkat Menteri PTM IMT-GT ke-29 di Batam, Jumat (29/9/2023).
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka Pertemuan Tingkat Menteri PTM IMT-GT ke-29 di Batam, Jumat (29/9/2023).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi Indonesia – Malaysia – Thailand Growth Triangle atau IMT-GT yang terus menunjukkan resiliensi, dalam menjaga kondisi perekonomian di tengah berbagai tantangan global saat ini.

IMT-GT adalah salah satu forum kemitraan yang memprioritaskan pembangunan ekonomi daerah, untuk mengurangi kesenjangan serta meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat di sub-kawasan.

"Saya senang menyambut Anda di Batam, untuk Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-29. Pertemuan tahun ini menandai 30 tahun berdirinya IMT-GT, sebuah momen yang sangat penting untuk meninjau kembali kerja sama kita. Agar tetap relevan dalam situasi yang dinamis,” ujar Airlangga, saat membuka Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) IMT-GT ke-29 di Batam, Jumat (29/9/2023).

Pendapatan Domestik Bruto (PDB) di kawasan telah menunjukkan kenaikan yang signifikan, dari 20 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 1993, menjadi 405,7 miliar dolar AS di tahun 2021.

Total perdagangan dan investasi kawasan, dilaporkan terus tumbuh, masing-masing dengan nilai total 727 miliar dolar AS dan 20,1 miliar dolar AS pada tahun 2022.

Meski sempat melambat saat terjadinya pandemi Covid- 19, sektor pariwisata di kawasan juga mampu bangkit kembali, dan terus tumbuh secara signifikan.

Baca juga : RI Jadi Tujuan Investasi Properti Terbaik Dunia

“Untuk menghadapi ketidakpastian global, perubahan iklim, kerawanan pangan dan energi, kita perlu mendorong tranformasi digital, mengembangkan ekonomi kreatif, hijau dan biru, serta memaksimalkan berbagai sektor unggulan. Seperti pariwisata, pertanian dan industri halal,” papar Airlangga.

Dia juga kembali menekankan pentingnya IMT-GT, untuk terus meningkatkan konektivitas fisik dan digital dalam mendukung integrasi kawasan  serta bersinergi dengan masterplan konektivitas ASEAN 2025.

Airlangga juga menyerukan untuk mengoptimalkan kolaborasi dan kolektivitas, serta menyerukan para Kepala Daerah IMT-GT yang tergabung dalam Chief Ministers and Governors Forum (CMGF), untuk merubah paradigma dalam merencanakan pembangunan daerah.

“Kita perlu beralih dari pandangan individual ke pembangunan berwawasan kolektif, serta fokus pada peningkatan sinergi dan keselarasan, untuk memperkuat konektivitas. Gunakan pengalaman 30 tahun kerja sama untuk membuat terobosan baru," tutur Airlangga.

Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah perlu memaksimalkan CMGF, sebagai wadah koordinasi dan kerja sama yang berorientasi pada hasil. Serta perwujudan kolaboratif para pemangku kepentingan lokal dan berorientasi kawasan.

Dalam sesi konferensi pers bersama awak media, Airlangga mengungkap, pertemuan IMT-GT telah membahas berbagai isu strategis untuk menghadapi tantangan ke depan.

Baca juga : Alasan PBB Dukung Prabowo-Yusril: Punya Wawasan Dan Koneksi Internasional

Mulai dari upaya IMT-GT untuk lebih agresif dan responsif dalam memanfaatkan peluang, percepatan adopsi dan transformasi ekonomi hijau dan ekonomi biru, modernisasi dan hilirisasi karet dan kelapa sawit, pengembangan industri berbasis digital, industri kreatif, produk dan jasa halal, dan pariwisata yang terintegrasi, hingga penguatan sinergi anggota IMT-GT.

Airlangga menekankan, IMT-GT memiliki visi untuk menjadi kawasan yang terintegrasi, inovatif, inklusif, hijau, berkelanjutan di tahun 2036.

"Tumbuhnya economic corridor di kawasan IMT-GT, diharapkan bisa memperkuat Selat Malaka, dan sektor tourism yang menjadi salah satu andalan IMT-GT,” pungkas Airlangga.

Sejalan dengan pernyataan Menko Airlangga, Menteri Ekonomi Malaysia Rafizi Ramli juga meyakini, IMT-GT merupakan kerja sama yang penting untuk meningkatkan kesatuan negara sub-kawasan, dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui kolaborasi di berbagai industri dan komoditas.

Terlebih, saat ini negara sub-kawasan akan dihadapkan dengan berbagai tantangan ekonomi global.

Wakil Menteri Keuangan Thailand Julapun Amornvivat  menambahkan, pertemuan tersebut didorong untuk dapat menghasilkan outcome yang konkret.

Baca juga : Gencar Investasi Dan Ekspansi, PIS Dukung Daya Saing Logistik ASEAN

Kerja sama IMT-GT terus berupaya memberikan guideline dalam meningkatkan koridor ekonomi, hingga implementasi ekonomi biru.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Julapun juga menyampaikan apresiasi atas Keketuaan Indonesia dalam PTM IMT-GT ke-29 tersebut.

Pertemuan terakhir dari rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-29 yang dilaksanakan pada tanggal 26 s.d 29 September 2023 tersebut, turut dihadiri Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi VI Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo, Plt. Deputi III Kemenko Perekonomian Elen Setiadi, Deputi VII Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Perwakilan Asian Development Bank Winfried Wicklein, dan Perwakilan Sekretariat ASEAN Kanchana Wanichkorn. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.