Dark/Light Mode

66 Tahun Pertamina Membangun Ketahanan Energi Dan Ekonomi RI

Senin, 11 Desember 2023 07:20 WIB
66 Tahun Pertamina Membangun Ketahanan Energi Dan Ekonomi RI

 Sebelumnya 
Beberapa kilang eksisting Pertamina juga menjalankan proyek green refinery. Salah satunya green refinery Cilacap dengan produk ramah lingkungan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) atau Biofuel, serta Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau Bioavtur. SAF yang berasal dari campuran bahan bakar nabati dan bahan bakar fosil ini memiliki potensi dekarbonisasi hingga 22 ribu ton CO2e per tahun. Bahan bakar pesawat ini telah melalui tahap uji terbang, dan terbukti memiliki performa setara avtur konvensional. KPI akan bersinergi dengan PT Pertamina Patra Niaga dalam pengembangan bisnis SAF.

PT Pertamina International Shipping (PIS) sebagai Subholding Integrated Marine Logistics juga masif berekspansi hingga sukses melipatgandakan rute pelayaran internasional PIS, yang kini telah mencapai 50 rute internasional dan 5 benua. Untuk memastikan ketahanan energi di Tanah Air dan mendorong industri maritim di pasar global, PIS kini mengoperasikan 869 kapal terdiri dari 95 kapal tanker milik, 315 kapal tanker sewa, dan 459 kapal support. Dari jumlah tersebut, sebanyak 59 kapal tanker PIS telah berlayar di perairan internasional, termasuk kapal VLGC Dual Fuel pertama di Indonesia Pertamina Gas Amaryllis yang telah berhasil mengurangi emisi sebanyak 40 persen. 

Selain itu, Subholding Gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk pada tahun 2023 gencar meningkatkan pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga. Hingga Kuartal III-2023, jargas telah dilaksanakan di 73 kota/kabupaten dengan moda transportasi pipa dan beyond pipeline dengan jumlah pelanggan 834.165 sambungan rumah. Jargas menurunkan beban subsidi pemerintah dalam penyediaan LPG 3kg dan mendukung penyediaan energi transisi menuju NZE. 

Baca juga : TKN: Prabowo-Gibran Utamakan Kepentingan Bangsa Dan Negara

Sementara pada subholding Commercial & Trading, PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat hingga ke pelosok negeri. Di antaranya, melalui program BBM 1 Harga untuk masyarakat 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal) yang hingga kini telah tersebar di 502 lokasi di Indonesia. Selain itu, Program Pertahop yang telah menjangkau hingga 6.647 Pertashop di seluruh Indonesia dan One Village One Outlet (OVOO) bagi 97 persen desa di seluruh Indonesia, dengan 248.992 outlet LPG subsidi dan 86.269 outlet LPG non subsidi. Patra Niaga secara bertahap juga meningkatkan sarana dan fasilitas SPBU untuk memberikan kenyamanan bagi konsumen.

Subholding Power New and Renewable Energy (Pertamina NRE) berperan dalam transisi energi. Pertamina NRE meningkatkan kapasitas terpasang dari energi hijau, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 48 Mega Watt peak (MWp), dimana 43 MWp dimanfaatkan oleh internal Pertamina Group dan sisanya 5 MWp untuk konsumen eksternal. Kapasitas ini naik signifikan dibanding tahun sebelumnya, yakni 28,6 MWp. Diperkirakan penggunaan PLTS internal Pertamina dapat mencapai 500 MW, secara bertahap. Salah satu program PLTS adalah instalasi di Wilayah Kerja (WK) Rokan sebesar 25 MWp. 

Untuk sektor panas bumi, melalui PT Pertamina Geothermal Enegy Tbk, kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) saat ini mencapai 672 MW dan ditargetkan mencapai 1 GW dalam 2 tahun. Portofolio EBT lain yang tengah dikembangkan Pertamina NRE adalah hidrogen bersih yang memiliki peran strategis dalam transisi energi. Hidrogen hijau dan biru dapat menjadi solusi pengganti bahan bakar fosil bagi industri yang sulit melakukan dekarbonisasi terhadap produk ataupun proses produksinya.

Baca juga : Ditahan Persebaya, Thomas Doll: Pemain Takut Membangun Serangan

Tak hanya itu, Pertamina NRE menjadi pelopor perdagangan karbon di bursa karbon Indonesia (IDXCarbon) dengan menjual 864 ribu tCO2e emisi dari PLTP Lahendong Unit 5 dan 6. Kredit karbon ini telah memenuhi standar nasional yang ditetapkan oleh KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan). Pertamina NRE akan menjadi agregator dalam perdagangan karbon khususnya bagi Pertamina Group, serta untuk perusahaan dan BUMN lain pada umumnya. 

“Prestasi gemilang Pertamina tahun 2023 didukung oleh seluruh Perwira atau pekerja Pertamina, yang berada di seluruh Indonesia hingga beberapa wilayah operasional Pertamina di manca negara. Dengan 66 tahun ini, kami meyakini ke depan Pertamina Group akan semakin besar dan membanggakan bangsa Indonesia di kancah global,” jelas Nicke.***

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin 11/12/2023 dengan judul 66 Tahun Pertamina Membangun Ketahanan Energi & Ekonomi RI

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.