Dewan Pers

Dark/Light Mode

Janji Tingkatkan Kinerja

Budi Karya Happy Kembali Dipercaya Jadi Menhub

Kamis, 24 Oktober 2019 08:33 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi menggelar syukuran penyambutan saat terpilih kembali menjadi menteri Perhubungan Jilid II Priode 2019 - 2024 Kabinet Indonesia Maju bersama pegawai di Kementerian Perhubungan di Jakarta, Rabu (23/10).
Menhub Budi Karya Sumadi menggelar syukuran penyambutan saat terpilih kembali menjadi menteri Perhubungan Jilid II Priode 2019 - 2024 Kabinet Indonesia Maju bersama pegawai di Kementerian Perhubungan di Jakarta, Rabu (23/10).

RM.id  Rakyat Merdeka - Budi Karya Sumadi kembali dipercaya sebagai Menteri Perhubungan (Menhub) di Kabinet Indonesia Maju. Ia pun mulai memetakan beberapa tugas utama untuk meningkatkan keberhasilan kinerja pada periode pertamanya, usai dilantik untuk periode kedua. 

“Hal yang membedakan selama ini kita kurang fokus untuk membuat prioritas infrastruktur di mana saja yang perlu dibangun. Periode kedua ini, kita harus peduli dengan prioritas,” katanya, kemarin. 

Saat ini, kata BKS, sapaan akrabnya, terdapat lima pengembangan infrastruktur prioritas. Yakni, di wilayah Bali Baru, Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Manado. 

Pelabuhan yang diprioritaskan pembangunannya adalah Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Kuala Tanjung, Bitung Sulawesi dan Makassar. 

Berita Terkait : Jadi Calon Menteri, Budi Karya Dipanggil Ke Istana

Selain itu, terdapat beberapa bandara prioritas, yakni Bandara Soekarno Hatta, Bandara Ngurah Rai Bali, dan bandara perintis. 

“Dengan fokus ini, saya yakin rekan-rekan memiliki kemampuan untuk itu. Mari kita konsolidasikan kemampuan kita dan memfokuskan diri dalam upaya ini,” ujarnya. 

Menhub mengatakan, topik pengembangan infrastruktur masih menjadi prioritas untuk dilanjutkan secara khusus pada periode kedua. 

Menurutnya, apa yang disampaikan Presiden di acara pelantikan sangat jelas dan bisa dikatakan sederhana, yakni mengutamakan pengembangan infrastruktur. Namun, BKS mengakui, pelaksanaannya bisa cukup kompleks. 

Berita Terkait : Mantan Wakil Panglima TNI Fachrul Razi Ikut Berkemeja Putih, Kabarnya Bakal Jadi Menag

Menurutnya, keberhasilan kinerja pada periode pertamanya juga berasal dari semua dukungan dan bantuan oleh semua stakeholder terkait. 

Selain itu, kata mantan Dirut PT Angkasa Pura (AP) I itu, Pemerintah ingin menjadikan Bandara Internasional Kualanamu Medan sebagai hub atau pusat persinggahan Asia Tenggara. Pasar yang disasar adalah para penumpang dari India dan kawasan di sekitarnya seperti Malaysia, Singapura, Pakistan dan lainnya.

 “Bandara Kualanamu bisa jadi hub penumpang menuju India, ini arahan Presiden,” jelasnya. 

Menhub menambahkan bahwa selama ini penerbangan dari daerah sekitar India, masih berpusat di Malaysia. Untuk itu, pasar tersebut ingin dicuri sehingga maskapai bisa memilih Bandara Kualanamu. 

Berita Terkait : PGN Bangun Koperasi Karet di Desa Pagardewa

Dalam waktu dekat, menurut BKS, pihaknya akan berkoordinasi dengan Angkasa Pura II selaku operator bandara. Menhub ingin, Angkasa Pura II menyiapkan format khusus terkait rencana ini. [KPJ]