Dark/Light Mode

Memanfaatkan Biogas Hewan Ternak untuk Meningkatkan Kesejahteraan Pertanian

Selasa, 9 April 2024 13:28 WIB
Pemanfaatan limbah hewan ternak sebagai sumber energi terbarukan. (Foto: suaradesa.co)
Pemanfaatan limbah hewan ternak sebagai sumber energi terbarukan. (Foto: suaradesa.co)

Energi dibutuhkan bagi aktivitas manusia terutama untuk kegiatan perekonomian, rumah tangga, Industri, bisnis serta transportasi. Sebagian besar suplai energi di dunia berasal dari bahan bakar fosil yang merupakan sumber daya non terbarukan. Kebutuhan energi diperkirakan terus meningkat, sementara sumber cadangan minyak bumi dan batu bara jumlahnya semakin menipis. Selain itu, penggunaan bahan bakar fosil sebagai energi berkontribusi terhadap kelebihan karbon di atmosfer sehingga menyebabkan pemanasan global (Setyono et al, 2019).

Energi terbarukan atau energi sumber daya alam terbarukan adalah energi yang berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui secara alami dalam waktu yang relatif singkat. Energi terbarukan berasal dari sumber-sumber yang tidak terbatas dalam jangka waktu manusia seperti energi matahari, energi angin, energi biomassa, energi air dan sebagainya, berbeda dengan sumber energi non-terbarukan seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam yang terbatas dalam jumlahnya dan membutuhkan ribuan tahun untuk terbentuk.

Baca juga : Pemprov Jabar Siapkan Mobil Jenazah Untuk Korban Kecelakaan Maut Japek KM 58

Sebagaimana diatur dalam Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945, dimana dalam Pasal tersebut mengandung tiga unsur penting, yaitu : substansi (sumber daya alam), status (dikuasai oleh negara), dan tujuan (untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Oleh karena itu, eksistensi penguasaan dan pengusahaan sumber daya alam merupakan sesuatu yang penting dan fundamental bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam hal ini peningkatan akan kebutuhan tenaga listrik dalam kehidupan sehari-hari semakin meningkat (Adellea, 2022).

Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk memanfaatkan energi terbarukan guna mencapai target energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Berikut beberapa contoh konkretnya : 

  1. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB): Pemerintah Indonesia telah membangun beberapa PLTB di berbagai daerah, seperti PLTB Sidrap di Sulawesi Selatan dan PLTB Jeneponto di Sulawesi Selatan. Pembangunan PLTB tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan dan diversifikasi energi.
  2. Program Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Skala Kecil: Pemerintah telah meluncurkan program untuk memasang panel surya di rumah-rumah, sekolah, dan fasilitas umum di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses listrik di daerah terpencil dan menurunkan ketergantungan pada pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil.
  3. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP): Indonesia memiliki potensi panas bumi yang besar, dan pemerintah telah mendorong pembangunan PLTP di berbagai lokasi, terutama di wilayah-wilayah dengan potensi panas bumi tinggi seperti Jawa Barat dan Sumatera Utara.

Upaya-upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia dalam mengembangkan energi terbarukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan akses listrik, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Di Indonesia, pembuatan energi terbarukan dapat dilakukan dari berbagai sektor, mengingat potensi alam yang luas dan beragam. Salah satunya adalah pada sektor pertanian.

Baca juga : Polri Sampaikan Belasungkawa Untuk Korban Kecelakaan Di KM 58

Pemanfaatan limbah organik dari hasil pertanian ataupun peternakan menjadi salah satu alternative paling relevan di masa ini. Sistem agrikultur mencakup berbagai kegiatan yang terkait dengan produksi tanaman, hewan ternak, dan sumber daya alam lainnya dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia akan makanan, pakan, serat, dan bahan baku lainnya. Dalam konteks peternakan dan pertanian di satu tempat yang sama, berbagai kegiatan pertanian dan peternakan saling terkait dan dapat saling melengkapi. Misalnya, limbah dari peternakan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk pertanian, sementara sisa tanaman pertanian dapat digunakan sebagai pakan untuk hewan ternak. Selain itu, peternakan juga dapat menyediakan bahan organik untuk pembuatan biogas, yang dapat digunakan sebagai sumber energi untuk keperluan pertanian.

Sistem agrikultur ini ibarat pepatah “sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui”. Banyak sekali sistem pertanian yang merealisasikan ini,  dengan sumber daya yang didapatkan dari hasil pertanian, namun juga didapatkan sumber hewani dari hasil ternak. Pengembangan teknologi modern untuk produksi biogas dari kotoran ternak dan limbah organik lainnya merupakan hasil dari penelitian dan inovasi yang dilakukan oleh banyak ilmuwan, peneliti, dan praktisi di bidang pertanian, energi, dan lingkungan.

Proses pemanfaatan biogas di pertanian menjadi energi terbarukan melibatkan beberapa langkah utama, mulai dari pengumpulan limbah organik dimana limbah organik dari pertanian, seperti kotoran hewan ternak, limbah tanaman, dan limbah pabrik kelapa sawit, dikumpulkan dan disiapkan untuk proses pengolahan. Limbah organik ini adalah bahan baku utama untuk produksi biogas. Limbah organik yang dikumpulkan kemudian diolah dalam biodigester atau sistem pencerna biogas. Proses ini melibatkan fermentasi anaerobik, dengan mikroorganisme memecah bahan organik menjadi biogas dan limbah padat yang dapat digunakan sebagai pupuk organik. Selama proses fermentasi, mikroorganisme memecah bahan organik menjadi biogas, yang terdiri dari campuran metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2). Biogas yang dihasilkan dapat disimpan dalam tangki penyimpanan untuk digunakan nanti atau langsung digunakan. Biogas yang dihasilkan disimpan dalam tangki penyimpanan yang tahan terhadap tekanan dan korosi. Penyimpanan ini penting karena biogas dapat digunakan untuk berbagai keperluan di pertanian, seperti memasak, pemanas, dan pembangkit listrik.

Biogas yang telah dihasilkan dapat digunakan langsung sebagai bahan bakar untuk memasak di dapur atau untuk pemanas di kandang hewan ternak. Selain itu, biogas juga dapat digunakan untuk menggerakkan generator listrik atau pembangkit listrik yang terhubung ke jaringan listrik. Limbah cair yang dihasilkan selama proses fermentasi dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk pertanian. Limbah cair ini kaya akan nutrien yang bermanfaat bagi tanaman dan dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah. Proses pemanfaatan biogas di pertanian menjadi energi terbarukan memungkinkan petani untuk menghasilkan energi bersih dan terbarukan dari limbah organik mereka, sambil juga mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan produktivitas pertanian secara keseluruhan.

Baca juga : AQUA Bersama Masyarakat di Berbagai Kota Tingkatkan Kepedulian Bagi Sesama

Pemanfaatan sistem agrikultur dengan konsep peternakan dan pertanian menghasilkan efek saling menguntungkan dan timbal balik. Bukan hanya memberikan manfaat untuk pertanian dan peternakan saja, namun juga untuk kesejahteraan masyarakat dalam sektor rumah tangga, hingga jika dikembangkan lebih besar dapat menguntungkan sektor industri serta pendidikan. Karena saya setuju dengan Hemming Andreas Carlgren, seorang politikus mantan Menteri Lingkungan Hidup bahwa Kita tidak bisa menyiram kelopak bunga dengan harapan mereka tumbuh di atas batu. Kita harus menanam bunga di atas tanah yang subur. Demikian juga dengan energi terbarukan, kita harus menanamnya di masa depan yang berkelanjutan.

Adinda Patricia Adelina Sinaga
Adinda Patricia Adelina Sinaga
Mahasiswi Universitas Riau

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.