Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Digempur Banyak Tantangan, Peran Bea Dan Cukai Tetap Krusial
Rabu, 8 Mei 2024 12:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah gejolak perekonomian global dan sejumlah tantangan yang terjadi, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih menjadi instrumen penting perekonomian nasional.
Kinerja APBN yang on the track didukung dari perpajakan yang menyumbang sekitar 80% penerimaan negara, di antaranya penerimaan cukai dan kepabeanan.
Banyak pihak mengapresiasi kinerja Bea dan Cukai serta mengingatkan krusialnya peran institusi ini terhadap perekonomian negara.
Direktur Eksekutif Center Of Reform On Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan, peran Bea dan Cukai terhadap perekonomian negara memang krusial.
“Fungsinya bukan cuma sebagai salah satu sumber penerimaan yang vital bagi negara dan APBN, tapi dalam hal lalu lintas perdagangan kaitannya dengan aktivitas perdagangan. Di sinilah titik krusialnya Bea dan Cukai," ujarnya.
Untuk diketahui, selain penerimaan negara, fungsi Bea dan Cukai sebagai community protector, melindungi masyarakat dari barang yang terlarang dan dibatasi impornya atau berfungsi menjadi trade facilitator dan industrial assistance. Bea dan Cukai juga mengemban fungsi penting dengan memfasilitasi industri dan perdagangan dalam negeri.
Baca juga : Cuaca Tangerang Hari Ini Per Jam Selasa 7 Mei 2024 Dari Info BMKG Terbaru
Pada triwulan I-2024, pendapatan negara terkumpul Rp 620,01triliun atau 22,1% dari target. Dari sisi kepabeanan dan cukai, pendapatan Bea dan Cukai hingga Maret 2024 mencapai Rp 69 triliun atau 21,5% dari target.
Faisal mengatakan, volume lalu lintas barang keluar dan masuk teritorial negara ini begitu besar dan melibatkan uang yang begitu besar.
"Karena itu, governance atau tata kelola dalam Bea dan Cukai adalah hal yang penting. Jika tata kelolanya baik, maka dari sisi pemasukan atau penerimaan negara dan pengaturan dalam hal perdagangan ekspor impor, kontrol terhadap barang juga jadi maksimal. Termasuk kontrol terhadap barang-barang ilegal," tuturnya, Rabu (7/5/2024).
Tapi sebaliknya, jika tidak, maka segi aturan yang mengatur keluar masuk barang dari negara lain juga tidak efektif.
“Itu mempengaruhi juga dan bisa kemana-mana efeknya kepada perekonomian dalam negeri, baik konsumen kepada produsen, industri manufaktur pun terimbas. Nah, di sini titik kritis daripada peran penting Bea dan Cukai," ujarnya.
Sesuai Target
Baca juga : Cuaca Tangerang Hari Ini Per Jam Minggu 5 Mei 2024 Dari Info BMKG Terbaru
Terpisah, Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad mengatakan, kinerja Bea Cukai dari segi penerimaan negara setiap tahun selalu sejalan dengan target. Pada 2021 pendapatan kepabeanan dan cukai mencapai Rp269 triliun, tumbuh 26,23% year on year (yoy) atau sebesar 125,1% dari target.
Pada 2022, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp 317,8 triliun, tumbuh 18,0% atau mencapai sebesar 106,3% dari target.
Sepanjang 2023, di tengah volatilitas harga komoditas akibat perlambatan ekonomi global dan konflik geopolitik, Bea dan Cukai juga mengumpulkan penerimaan negara sebesar Rp 286,2 triliun atau sekitar 95,4% dari target.
Menurutnya, hal yang perlu dievaluasi Bea dan Cukai adalah cara pelayanan di Bandara Soekarno Hatta. Dengan begitu, penerimaan negara bisa terus didongkrak.
"Sistem perhitungan bea masuk yang diberlakukan sejak September 2023 imisalnya, memerlukan kerja sama dari masyarakat karena harga ditentukan oleh pemilik barang. Namun, jika harga yang diungkap unde value maka berpotensi dikenakan denda 1.000 % sesuai PMK (Peraturan Menteri Keuangan)," kata Kamrussamad.
Sementara, pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah mengapresiasi penerimaan negara yang sudah dikawal dengan baik. Namun, dia juga mengingatkan Bea dan Cukai untuk mendorong investor dari luar untuk masuk investasi.
Baca juga : Perjuangan Pantang Menyerah, BNI Apresiasi Tim Thomas dan Uber Indonesia
“Para dubes negara lain juga banyak komunikasi dengan Bea dan Cukai, karena ini peran penting sekali," serunya.
Trubus mengingatkan, peran penting lain Ditjen Bea dan Cukai, di antaranya mengantisipasi masuknya narkoba ke Indonesia.
"Belum lagi peran Bea dan Cukai terhadap kesehatan juga besar. Semua info terkait kesehatan masuk lewat Bea dan Cukai. Saya kira hal positif memang harus kita angkat, sayang kalau tidak terekspos. Jangan sampai yang muncul malah negatifnya terus," ujarnya.
Trubus menyarankan, ke depan, selain terus melakukan pembenahan dan melakukan eduksi yang intens ke masyarakat, Bea dan Cukai juga perlu mengoptimalkan penggunaan sistem digital untuk meningkatkan pelayanan.
"Jadi, tidak ada lagi oknum. Kita lihat contohnya di Singapura sudah digital," katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya