Dark/Light Mode

Terbitkan Sukuk Sustainability Tahap I

BSI Incar Dana 3 Triliun

Jumat, 17 Mei 2024 07:05 WIB
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi (kiri) bersama Direktur Treasury & International BSI Moh Adib (kedua kiri), Direktur Compliance & Human Capital BSI Tribuana Tunggadewi (kedua kanan) dan Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta, berbicang di area maket green building di sela- sela acara Public Expose Sukuk Sustainability BSI, di Jakarta, Rabu (15/5/2024).  Foto: AMA/RAKYAT MERDEKA/RM.ID
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi (kiri) bersama Direktur Treasury & International BSI Moh Adib (kedua kiri), Direktur Compliance & Human Capital BSI Tribuana Tunggadewi (kedua kanan) dan Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta, berbicang di area maket green building di sela- sela acara Public Expose Sukuk Sustainability BSI, di Jakarta, Rabu (15/5/2024). Foto: AMA/RAKYAT MERDEKA/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI menerbitkan instrumen ESG (Environmental, Social, and Governance) sukuk pertama di Indonesia berupa Sustainability Sukuk BSI atau Sukuk Mudharabah Keberlanjutan Tahap I Tahun 2024 senilai Rp 3 triliun.

Penerbitan sukuk tersebut menjadi bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I, yang secara total BSI menar­getkan bisa meraup dana segar hingga Rp 10 triliun.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, pada tahap pertama ini, BSI telah mendapat­kan izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) melalui Peraturan (POJK) Nomor 18 Tahun 2023, untuk menerbitkan sukuk se­banyak-banyaknya sebesar Rp 3 triliun.

“Sustainability Sukuk dalam mata uang rupiah ini ditawar­kan dalam Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) dan di­harapkan dapat memberikan kisaran imbal hasil 6,40 persen hingga 7,20 persen untuk jangka waktu 1,2 dan 3 tahun,” jelas Hery dalam acara Public Expose Sukuk Mudharabah Keberlanjutan Tahap I Tahun 2024 di Jakarta, Rabu (15/5/2024).

Baca juga : Volume Perdagangan RI-Australia Naik 90 Persen

Hery melanjutkan, penerbitan sukuk dimaksudkan untuk penyaluran dana pembiayaan dalam kategori Kegiatan Usaha Lingkungan Hidup (KUBL) dan Kegiatan Usaha Sosial (KUBS).

Sebab, imbuhnya, BSI berkomitmen tinggi untuk terus terli­bat aksi mitigasi perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan melalui program dan pembiayaan sustainable financing.

Untuk itu, perseroan siap men­dorong transisi menuju green economy melalui implementasi instrumen keuangan syariah, yang fokus terhadap ESG.

“Instrumen ini akan memberi­kan value berbeda bagi investor, yakni memberikan manfaat besar dari sisi ekonomi, sosial maupun lingkungan,” tegas Hery.

Baca juga : 90 RW Di Jaksel Kumuh

Tak hanya itu, kehadiran Su­kuk Sustainability ini merupakan inovasi yang dapat memperkaya instrumen keuangan syariah di Indonesia.

Dikatakannya, BSI melihat pasar obligasi hijau global dalam beberapa tahun terakhir berkem­bang pesat. Pihaknya membaca peluang untuk turut mengem­bangkan instrumen baru terse­but, dengan membiayai proyek-proyek keberlanjutan melalui penerbitan Sukuk Sustainability.

“Di dalamnya, BSI akan mengatur pengelolaan dan penggu­naan dana, evaluasi dan seleksi proyek, serta pengelolaan hasil dan mekanisme pelaporannya,” jelas Hery.

Ia mengaku bangga BSI seb­agai bank syariah terbesar yang mempelopori penerbitan su­kuk sustainability di Indonesia, yang menggabungkan kegiatan usaha ramah lingkungan dan berwawasan sosial. Sehingga mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Baca juga : Coppa Italia, Si Nyonya Tua Raih Gelar Ke-15

Sekaligus dapat mendorong pencapaian target kontribusi pembiayaan berkelanjutan yang ditentukan secara nasional.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.