Dark/Light Mode

Mengunjungi Keliki, Desa Energi Ramah Lingkungan, Hemat Listrik 56 Juta/Tahun

Selasa, 25 Juni 2024 07:05 WIB
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati berfoto bersama pimpinan media dan jajaran manajemen Holding dan Subholding Pertamina di salah satu solar panel di Desa Keliki, Kabupaten Gianyar Bali. (Foto: Dok. Pertamina)
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati berfoto bersama pimpinan media dan jajaran manajemen Holding dan Subholding Pertamina di salah satu solar panel di Desa Keliki, Kabupaten Gianyar Bali. (Foto: Dok. Pertamina)

RM.id  Rakyat Merdeka - Desa Keliki yang berada di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali sudah sangat terkenal. Desa ini menjadi proyek percontohan pengembangan energi bersih dan sudah dikunjungi banyak delegasi dunia.

Keliki adalah satu dari 85 Desa Energi Berdikari di seluruh Indonesia. Program ini dikerjakan Pertamina untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 dan mempercepat transisi menuju energi bersih.

 

Bagan yang menjelasan tentang Desa Energi Berdikari Pertamina. Dipasang di Desa Keliki, Kabupaten Gianyar Bali. (Foto: Ratna Susilowati/Rakyat Merdeka/RM.id)


Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengajak 33 pimpinan media nasional termasuk Rakyat Merdeka, berkunjung ke Desa Keliki pada Jumat (23/6/2024).

Di tempat ini, ada panel-panel surya yang dipasang untuk pengairan sawah dan pengolahan sampah.

Pertamina juga menjalankan program eco-village di sini. Manfaatnya dirasakan oleh sekitar 1.200 kepala keluarga di Desa Keliki.

Menurut Nicke, kunci penting untuk membantu masyarakat adalah memahami apa yang dibutuhkan mereka. Dan itu sebetulnya sederhana. Di Desa Keliki, awalnya mereka hanya butuh pompa untuk pengairan ke sawah-sawah. Dan untuk menggerakkan pompa, berarti perlu tenaga listrik.

Pertamina jeli melihat ini. Desa Keliki lalu diberikan bantuan panel surya. Biayanya tak mahal. Tapi dampaknya luar biasa. Panel surya itu menghasilkan tenaga listrik untuk menggerakkan pompa-pompa air. Sehingga, sawah di sana tidak pernah kekeringan. Panen lancar. Dan masyarakat bersyukur, karena dengan panel surya, listriknya jadi gratis.

Baca juga : Pesan Luhut Ke Investor China: Jaga Lingkungan Indonesia

Saat ini, di Desa Keliki ada 7 pompa bertenaga surya dipasang untuk mengairi sawah di musim kemarau. Kapasitasnya 17,5 kWp. Dan penghematan listriknya mencapai Rp 35 juta per tahun.

Selain untuk pengairan, panel surya juga dimanfaatkan untuk menggerakan mesin pengolahan sampah. Dengan kapasitas 10,5 kWp dan penghematan listriknya mencapai Rp 21 juta pertahun.

Kini, sampah-sampah yang dihasilkan Desa Keliki didaur ulang menjadi kompos pertanian. Produksinya mencapai 3-4 ton per minggu.

Saat kunjungan itu, pimpinan media, manajemen Holding dan Subholding Pertamina juga menebar pupuk organik dari hasil pengolahan sampah itu, ke persawahan.

 

Pimpinan media, Manajemen Holding dan Subholding Pertamina menebar pupuk organik ke pesawahan. Kompos ini adalah hasil pengolahan sampah menggunakan listrik ramah lingkungan. (Foto: Dok. Pertamina)


Dampak penggunaan energi ramah lingkungan ini cukup berarti. Keliki bisa menghemat listrik sampai Rp 56 juta pertahun. Juga berkontribusi dalam pengurangan emisi sebesar 36.750 kg C02eq per tahun.

Ini baru satu Desa Energi Berdikari. Pertamina saat ini menjalankan 85 program Desa Energi Berdikari di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 64 berasal dari tenaga surya (324.039 Wp), 12 dari gas metana (609.000 m3ton), 6 dari mikrohidro (28.000 Watt), 1 dari hibrid surya dan angin (16.500 Wp), serta 2 dari energi biodiesel (6.500 L).

Baca juga : PPLI Ajak Manfaatkan Teknologi Ramah Lingkungan Dan Restorasi Lahan

Penerima manfaatnya mencapai 5.413 kepala keluarga, dan total reduksi emisi karbonnya sebesar 729.127 CO2 eq per tahun.

Ada sejumlah delegasi dunia yang sudah datang ke Desa Keliki, seperti negara-negara G20 yang tergabung dalam Energy Transition Working Group (ETWG) G20 2022, ASEAN Energy Ministerial Meeting 2023, serta dikunjungi oleh Wakil Menteri Energi Amerika Serikat 2023, dan Southeast Asia Youth Energy Forum (SAYEF).

Masyarakat di Desa Keliki kini sangat senang dan bangga. “Pertamina telah mendarah daging di Desa Keliki. Di sawah ada Pertamina, di sekolah ada Pertamina, di pengolahan sampah ada Pertamina. Jadi, di mana-mana ada Pertamina,” ujar I Wayan Sumada, Ketua BUMDes Yowana Bakti Keliki.

Dia, atas nama masyarakat di Keliki menyampaikan apresiasi untuk Pertamina yang telah mengubah Keliki menjadi desa berdikari energi.

Sejak adanya pompa air yang menggunakan energi matahari dan pupuk kompos dari pengolahan sampah untuk sawah, hasil panen padi organik di desa Keliki bertambah dari 5 ton hingga 8 ton per hektar dalam satu kali panen, atau diatas rata-rata sawah pada umumnya yaitu 7 ton per hektar.

Manfaat lain di bidang lingkungan, ada pelatihan bagi 30 ibu rumah tangga untuk produksi eco-enzym, salah satu katalisator untuk mempercepat proses pembentukan pupuk kompos. Sehingga, berdampak penghematan biaya pupuk sebesar Rp 4,3 juta per siklus.

Vice President CSR & SMEPP Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, Desa Energi Berdikari Keliki merupakan salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan Pertamina, untuk mendukung perannya dalam memimpin transisi energi dan mencapai target NZE tahun 2060. Program ini, kata Fajriyah, akan terus berlanjut.

Saat ini, bukan hanya berdikari energi, tetapi juga berdampak pada ekonomi masyarakat. Ada fokus bisnis digital marketing yang dijalankan di Keliki. Dengan menjaring 25 orang pemuda dan menghasilkan 15 produk UMKM. Antara lain makanan, teh racikan, kopi, kerajinan hingga pupuk kompos.

Baca juga : Mengasah Ide Mencipta Kemasan Yang Ramah Lingkungan Mudah Terurai

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan, Program Desa Energi Berdikari akan terus dikembangkan untuk menjawab tantangan kebutuhan energi bersih yang semakin meningkat.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Dan sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Bagaimana agar program ini bisa terus berlanjut berkesinambungan? Berbicara saat makan malam bersama pemimpin media massa, Nicke menyebutkan resepnya.

Pertamina, kata Nicke, melibatkan mahasiswa dalam pengembangan dan pemeriksaan potensi daerah, sehingga bisa memastikan program-program yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan lokal dan berkelanjutan.

Selain itu, Pertamina juga fokus pada program yang berdampak besar bagi masyarakat dan pemangku kepentingan.

“Kami selalu memastikan bahwa program-program itu tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak positif dalam jangka panjang,” ujarnya.

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.