Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka menguat 0,13 persen ke level Rp 16.353 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding penutupan perdagangan pada Jumat (28/6/2024) di level Rp 16.375 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bergerak variasi terhadap dolar AS. Baht Thailand naik 0,13 persen, dolar Singapura menguat 0,09 persen, ringgit Malaysia naik 0,05 persen, dolar Taiwan melemah 0,15 persen dan won Korea Selatan yang minus 0,1 persen.
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melemah 0,23 persen ke level 105,30. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,08 persen ke level Rp 17.567, terhadap poundsterling Inggris naik 0,15 persen ke level Rp 20.685, dan terhadap dolar Australia menguat 0,27 persen ke level Rp 10.898.
Baca juga : Rupiah Loyo Lagi, Pagi Ini Sentuh Level Rp 16.420
Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen global datang dari arus masuk ke dolar, terutama didorong oleh antisipasi data indeks harga PCE, yang akan dirilis pada hari Jumat.
“Angka tersebut merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed, dan diperkirakan akan menjadi faktor dalam sikap bank sentral terhadap suku bunga,” katanya dalam riset harian, Senin (1/7/2024).
Data PCE diperkirakan menunjukkan inflasi sedikit menurun pada Mei, tetapi tetap berada di atas target tahunan The Fed sebesar 2 persen. Inflasi yang stagnan memberi The Fed lebih banyak ruang untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sebuah skenario yang berdampak buruk bagi emas dan logam mulia.
Baca juga : Dolar Makin Perkasa, Rupiah Melemah Ke Level Rp 16.436
Komentar hawkish dari pejabat Fed juga memperkuat ekspektasi akan tingginya suku bunga dalam beberapa sesi terakhir. Suku bunga yang lebih tinggi akan meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) dalam berinvestasi pada aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding), dan membuat para pedagang menjadi lebih bias terhadap dolar dan utang AS.
Ibrahim memproyeksi, nilai tukar rupiah ditutup menguat pada rentang Rp 16.320-Rp 16.410 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya