Dark/Light Mode

Dongkrak Penjualan Mobil Baru, LPEM UI Usul Ada LCGC Jilid 2

Rabu, 10 Juli 2024 18:00 WIB
Peneliti LPEM Universitas Indonesia, Riyanto. (Foto: Ist)
Peneliti LPEM Universitas Indonesia, Riyanto. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Peneliti LPEM Universitas Indonesia, Riyanto mengusulkan, dua solusi untuk mengatasi stagnannya penjualan mobil di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Peneliti LPEM UI Riyanto dalam diskusi “Solusi Mengatasi Stagnasi Pasar Mobil” yang digelar Forum Wartawan Industri (Forwin) di Gedung Kemenperin, Jakarta, Rabu (10/7/2024). Hadir juga Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara dan Plt Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika.

Dalam jangka panjang, kata dia, pertumbuhan ekonomi nasional perlu ditingkatkan menjadi 6 persen per tahun melalui reindustrialisasi. Ini agar porsi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) bisa mencapai 25-30 persen  atau lebih. Ini akan mendongkrak pendapatan per kapita kelompok upper middle naik ke kelas affluent.

Baca juga : Penjualan Mobil Baru Stagnan, Menperin Usulkan Insentif

Dalam jangka pendek, dia menuturkan, pemerintah perlu merilis stimulus fiskal agar kelompok upper middle yang hampir masuk kategori makmur affluent saat ini dapat membeli mobil baru. Bentuknya bisa diskon Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) bagi kendaraan Low-Cost Green Car (LCGC) dan low MPV 4x2.

“Pada saat yang sama perlu dirancang program mobil murah atau penyegaran program KBH2 (LCGC),” kata dia.

Riyanto menegaskan, diskon PPnBM akan mendongkrak penjualan mobil, karena harga turun. Ini akan mendongkrak produksi mobil dan suku cadang. Imbasnya, terjadi kenaikan PPN, PKB, dan BBNKB. PPh badan dan PPh orang pribadi bakal terdongkrak.

Baca juga : Genjot Pra Penjualan, LPKR Andalkan Kota Mandiri Lippo Village

Selain itu, kenaikan penjualan mobil juga mendongkrak ekonomi nasional, berupa penambahan PDB, tenaga kerja, dan investasi. Ini juga berujung pada peningkatan PPh badan dan PPh orang pribadi.

Hitungan Riyanto, insentif PPnBM 0 persen untuk LCGC dan kendaraan 4x2 bisa menambah permintaan sebesar 16 persen, ekuivalen 160 ribu unit. Dengan demikian, penjualan mobil bisa mencapai 1,2 juta unit, dibandingkan business as usual (BAU) sebanyak 1,067 juta unit.

Nilai penjualan mobil dengan insentif PPnBM 0 persen mencapai Rp 306 trilliun dibandingkan BAU Rp 298 triliun. Insentif ini juga bakal menambah tenaga kerja di otomotif sebanyak 23.221 dan secara keseluruhan 47.371 orang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.