Dark/Light Mode

Jumlah Penumpang Naik Signifikan

Whoosh Bakal Berikan Banyak Dampak Positif

Minggu, 21 Juli 2024 07:00 WIB
Warga berfoto dan mengambil gambar saat mencoba Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) (30/9/2023). Foto: EDY OCTARIAWAN KROEN / RM
Warga berfoto dan mengambil gambar saat mencoba Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) (30/9/2023). Foto: EDY OCTARIAWAN KROEN / RM

 Sebelumnya 
Terpisah, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinuling­ga juga menegaskan, butuh proses dan waktu untuk bisa menikmati hasil dari investasi yang digelon­torkan perusahaan BUMN.

Karenanya ia menampik, bila pembangunan Kereta Cepat Whoosh disebut sebagai biang keladi atas kerugian yang dialami WIKA.

“Bukan menyumbang kerugian, di mana-mana orang invest dulu. Misalnya, mau bikin rumah, rugi apa nggak kalau tahun pertama? Dia (Kereta Whoosh) kan untuk (kepentingan) bisnis, kalau misalnya bikin rugi, kereta cepatnya nggak akan jalan terus,” ujar Arya saat ditemui Rakyat Merdeka, di Jakarta, Senin (15/7/2024).

Lebih lanjut Arya menuturkan, usai pembangunan kereta cepat, hingga kini progress bisnisnya masih berjalan. Sehingga harus dipahami, bahwa dalam dunia investasi, suatu perusahaan tidak bisa langsung meraih keuntungan.

Baca juga : 26 Wilayah Jakarta Masuk Zona Merah

“Tetap butuh proses agar suatu proyek itu bisa menghasilkan keuntungan,” tegas staf khusus­nya Menteri Erick Thohir itu.

Sebagai informasi, dalam rapat Komisi VI DPR pada Senin (8/7/2024), Direktur Utama Wika Agung Budi Waskito mengung­kapkan, sepanjang 2023, pihaknya mengalami peningkatan kerugian hingga Rp 7,12 triliun, dibanding rugi pada 2022 yang hanya Rp 59,59 miliar.

Menurut Agung, faktor penye­bab besarnya kerugian tersebut, selain tingginya beban bunga dan lain-lain, juga disebabkan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung. Serta PT PSBI yang juga merugi.

Menanggapi ini, Corporate Secretary PT Kereta Cepat In­donesia China, Eva Chairunisa, turut angkat bicara.

Baca juga : Skuad Garuda Tak Ciut Nyali

Menurutnya, pembangunan kereta cepat ditujukan untuk ke­majuan transportasi di Indonesia, agar dapat meningkatkan konek­tivitas dan perekonomian antara Jakarta dan Bandung, melalui transportasi massal yang ramah lingkungan dan modern.

“Dalam proses pembangunan proyek Kereta Cepat Whoosh, pastinya sudah mempertimbangkan banyak hal yang telah dikordinasikan bersama seluruh stakeholder yang terlibat,” tegasnya, melalui pesan singkat, Selasa (16/7/2024).

Saat ini, operasional Whoosh juga terus mengalami pening­katan. Jumlah perjalanan terus bertambah dari 14 perjalanan reguler per hari di Oktober 2023, menjadi 48 perjalanan reguler per hari sejak Mei 2024.

“Pada awal tahun 2025, dipro­gramkan juga jumlah perjalanan kereta cepat Whoosh bisa mencapai 62 perjalanan per hari,” katanya.

Baca juga : Pecco Dan The Baby Alien Sangat Sulit Dikalahkan

Selain itu, rata-rata volume penumpang Whoosh per hari juga turut mengalami peningkatan secara bertahap, dengan rekor tertinggi sudah mencapai 24 ribu penumpang per hari pada 5 Juli 2024.

Bila dibandingkan dengan saat awal beroperasi, yaitu pada Ok­tober 2023, rata-rata volume penumpang Kereta Cepat Whoosh sekitar 9.000 per hari. IMA

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Minggu, 21 Juli 2024 dengan judul "Jumlah Penumpang Naik Signifikan Whoosh Bakal Berikan Banyak Dampak Positif"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.