Dark/Light Mode

Kontes Ternak dan Ekspo Pangan Jabar Kembali Digelar, Ini Waktunya

Selasa, 23 Juli 2024 13:26 WIB
Hewan ternak jabar. (Foto: DKPP Jabar)
Hewan ternak jabar. (Foto: DKPP Jabar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tiga hewan ternak genetik Jabar akan ditampilkan pada Kontes Ternak dan Ekspo Pengan 2024 di The Landen Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu - Kamis (24-25/7/2024).

Ketiga hewan ternak bibit asli Jabar itu yakni Sapi Pasundan, Domba Garut, dan Ayam Sentul.

Menurut Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar Indriantari, Jabar memiliki ternak asli yang disebut sebagai sumber daya genetik Jabar.

Baca juga : Hampir Sepekan Kapal Pengangkut Material BTS Hilang Di Papua, Ini Kata Kominfo

Sapi Pasundan, Domba Garut, dan Ayam Sentul akan ditampilkan dalam ekspo untuk menarik minat masyarakat kembali membudidayakan hewan - hewan eksotis tersebut.

"Kami juga ingin mengingatkan kembali bahwa Jabar punya sumber daya genetik yang unggul," ujar Indriantari di acara Bewara Jabar (BEJA) di Gedung Sate, Senin (22/7/2024).

Selain hewan genetik Jabar, ekspo juga akan memamerkan beberapa jenis pangan lokal Jabar pengganti nasi sebagai sumber karbohidrat.

Baca juga : Integrasi Infrastruktur Tingkatkan Penyaluran Gas Bumi Di Semarang

"Seperti singkong, jagung, ubi, sukun dan lain-lain. Itu berpotensi terus dikembangkan dan bisa sebagai bahan karbohidrat pengganti nasi. Tentu dengan berbagai jenis olahannya ya," jelas Indriantari.

Pangan unggulan akan dipamerkan Kamis (25/7/2024). Ekspo didukung para stakeholders, mulai dari pemerintah pusat, kabupaten dan kota, hingga komunitas dan pengusaha.

Direktur PT. Sumber Citarasa Alam Dadang Suyana mendukung langkah Pemdaprov Jabar menggelar Kontes Ternak dan Ekspo Pangan.

Baca juga : Kominfo Tekankan Pentingnya Literasi Digital Bagi Prajurit TNI

Menurut Dadang acara tersebut diharapkan mampu mendongkrak produksi susu sapi lokal yang sekarang sangat kurang.

"Untuk kebutuhan susu di Jabar kita baru mampu memasoknya sekitar 20 persen, sementara 80 persennya masih impor. Kami berharap pemerintah memiliki kebijakan untuk meningkatkan volume produksi susu sapi, misalnya dengan menambah lahan peternakan sapi perah," kata Dadang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.