Dark/Light Mode

Dongkrak Investasi Propeti Di Tanah Air, BTN Jadi Pionir Tokenisasi DIRE

Selasa, 30 Juli 2024 18:42 WIB
BTN menjadi pionir tokenisasi aset properti di Indonesia, melalui skema Dana Investasi Real Estat (DIRE) berbasis teknologi blockchain. (Foto: Dok. BTN)
BTN menjadi pionir tokenisasi aset properti di Indonesia, melalui skema Dana Investasi Real Estat (DIRE) berbasis teknologi blockchain. (Foto: Dok. BTN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menjadi pionir tokenisasi aset properti di Indonesia, melalui skema Dana Investasi Real Estat (DIRE) berbasis teknologi blockchain.

Skema tersebut dimungkinkan melalui kerja sama BTN dengan Reliance Group, serta D3 Labs sebagai penyedia teknologi blockchain untuk tokenisasi aset digital.

Sebelumnya, BTN juga tercatat menjadi pionir dalam sekuritisasi aset yang dikenal saat ini sebagai KIK-EBA (Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset).

Direktur Risk Management Setiyo Wibowo menegaskan, BTN mendukung inovasi teknologi di sektor keuangan melalui tokenisasi aset digital. Tujuannya, agar lebih banyak investor dapat mengakses investasi properti, baik dalam negeri maupun luar negeri.

“BTN akan menyediakan aset-aset properti yang masih aktif sebagai debitur BTN dan memenuhi kriteria untuk menjadi underlying DIRE. DIRE tersebut akan diterbitkan dan dikelola Reliance untuk selanjutnya ditokenisasi oleh D3 Labs,” jelas Setiyo dalam keterangan resmi, Selasa (30/7/2024).

Baca juga : RI Kantongi Investasi Rp 829,9 Triliun Pada Semester I, Naik 22,3 Persen

Adapun, ketentuan produk DIRE sudah lama terbit sejak 2017 sesuai Peraturan OJK No. 64/POJK.04/2017 tentang Dana Investasi Real Estat Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.

Di luar negeri, instrumen ini dikenal dengan nama Real Estate Investment Trust (REIT). Institusi yang menerbitkan DIRE akan memperoleh sejumlah manfaat, yakni pendanaan baru untuk menunjang ekspansi bisnis, insentif pajak, dan mengubah aset yang tidak likuid menjadi likuid.

Sementara itu, investor yang berinvestasi pada DIRE juga akan mendapatkan sejumlah keuntungan, di antaranya yakni alternatif investasi di bidang properti yang sangat terjangkau, perlindungan terhadap inflasi, dan transparansi.

Lebih lanjut Setiyo mengatakan, pengembangan Tokenisasi DIRE akan dilakukan melalui Sandbox atau uji coba bersama OJK yang dilakukan oleh Reliance Group dan D3 Labs.

“Dalam hal ini, investor akan membeli DIRE yang ditawarkan oleh Reliance Group dan unit penyertaannya akan dikonversi menjadi token digital oleh D3 Labs sehingga dapat memperluas pasar hingga ke luar negeri,” jelas Setiyo.

Baca juga : Daging Dam Jemaah Haji Indonesia Siap Dikirim ke Tanah Air, Muhadjir Beri Jempol

Berdasarkan data pada website KSEI, hingga kini hanya terdapat enam produk DIRE yang telah diterbitkan di pasar modal dalam negeri.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Reliance Manajer Investasi Akhabani mengatakan, tidak mudah untuk menjual produk investasi berbasis properti, meskipun banyak orang Indonesia yang meminati investasi di sektor properti.

“Dengan adanya tokenisasi DIRE, pasar atau basis investornya dapat menjadi lebih luas, transaksinya lebih banyak, dan pengalihan kepemilikannya lebih mudah,” jelasnya.

Kemudian, Chief Executive Officer (CEO) D3 Labs Tigran Adiwirya menuturkan, Indonesia saat ini menjadi ‘primadona’ bagi investor global. Hal ini tercermin dari akumulasi realisasi penanaman modal asing (PMA) yang mencapai 946,4 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp 14,19 triliun pada akhir kuartal pertama tahun 2024.

“Dengan akumulasi tersebut, Indonesia dipandang sebagai salah satu pasar negara berkembang yang paling potensial di dunia,” ujar Tigran.

Baca juga : Menperin Dorong Perusahaan Turki Kerek Investasi Manufaktur Di Tanah Air

Adapun blockchain untuk tokenisasi digital aset keuangan cukup masif dalam beberapa tahun terakhir karena pasarnya sangat likuid dan efisien.

Tokenisasi DIRE di pasar global, lanjut Tigran, mengalami pertumbuhan yang pesat yaitu mencapai 178 juta dolar AS pada September 2023 atau bertumbuh sekitar 90 persen dari posisi tahun 2022.

Pertumbuhan ini menurut Tigran, didorong dari penerapan teknologi blockchain yang membuka akses pada peluang investasi baru, memberikan kesempatan bagi D3 Labs, bersama dengan BTN dan Reliance untuk menangkap peluang tersebut.

“Kami ingin membantu lembaga jasa keuangan mengembangkan inovasi produk dan jasa layanannya dengan mengutamakan keamanan, transparansi, dan akuntabilitas,” jelas Tigran.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.