Dark/Light Mode

Sinergi FEKDI dan KKI Untuk UMKM Go Global

Minggu, 4 Agustus 2024 14:31 WIB
Fitur pembayaran menggunakan QRIS untuk mempermudah transaksi pembelian produk-produk UMKM pada pagelaran FEKDI X KKI 2024 di JCC Senayan (Foto: dok. Bank Indonesia)
Fitur pembayaran menggunakan QRIS untuk mempermudah transaksi pembelian produk-produk UMKM pada pagelaran FEKDI X KKI 2024 di JCC Senayan (Foto: dok. Bank Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) memfasilitasi pengembangan UMKM untuk naik kelas, untuk go digital sekaligus go global.

Hal ini didukung dengan kolaborasi penyelenggaraan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) bersama Karya Kreatif Indonesia (KKI), yang tahun ini diselenggarakan secara bersamaan.

FEKDI x KKI 2024 diselenggarakan di Hall A & B, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, pada 1-4 Agustus 2024.

Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen BI Anastuty K mengatakan, sinergi penyelenggaraan FEKDI dan KKI ini ditujukan untuk membantu UMKM agar dapat menikmati berbagai inovasi yang dilakukan BI bersama industri di bidang ekonomi dan keuangan digital.

"Karena UMKM ini nantinya sebagai pengguna. Artinya, mereka yang paling banyak menggunakan sistem pembayaran digital," terang Anastuty dalam acara Taklimat Media KKI 2024 di Hall A, JCC, Jakarta, Sabtu (3/8/2024).

Dalam kolaborasi event ini, UMKM bisa mendapatkan buyer baru serta memperluas pasar produk UMKM, seperti wastra dan produk turunan wastra yang siap pakai untuk menyasar generasi milenial dan Gen Z.

Baca juga : BNI Konsisten Kolaborasikan Program UMKM Go Global

"Penggabungan dua event ini juga diharapkan dapat mempertemukan para UMKM dengan penyedia jasa pembiayaan. Apalagi, transaksi pembayaran yang dilakukan dalam event ini sudah digital, antara lain melalui layanan QRIS,” tambahnya.

 

Dari kiri ke kanan: Yafeth Wetipo selaku pemilik ⁠Highland Roastery, Rusmala selaku pemilik usaha Nirmala Songket, Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Anastuty K, dan Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono pada ada acara Taklimat Media KKI di Hall A, JCC Senayan, Sabtu (3/8/2024). (Foto: dok. Bank Indonesia)


UMKM Go Global

BI mendorong UMKM go global, antara lain dengan menerbitkan buku pedoman modul ekspor, yang memberikan informasi peta persaingan UMKM di luar negeri.

Selain itu, BI juga berkolaborasi dengan Kantor Perwakilan BI di luar negeri dan Kedutaan Besar RI, serta Kementerian Perdagangan dan kementerian terkait lainnya untuk membuka ruang promosi di pasar global.

"Yang tujuannya untuk meningkatkan ekspor produk UMKM, sekaligus untuk menjaga ketahanan ekonomi kita," ucap Anastuty.

Saat ini, BI memiliki beberapa permanent showcasing di luar negeri, untuk keberlanjutan produk-produk UMKM yang dipamerkan. Namanya, House of Beans. Khusus memamerkan kopi-kopi asal Indonesia.

Baca juga : Menkeu Sri Mulyani Beri Dukungan Ke Pelaku UMKM Nasabah Mekaar

Lewat wadah promosi ini, telah dilakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dengan buyer asal Tokyo, Jepang, untuk pemesanan produk cokelat.

Ke depannya, House of Beans ini akan menjadi hub untuk setiap pemasaran produk-produk UMKM di luar negeri.

Bawa Kopi Papua Mendunia

Di kesempatan yang sama, turut hadir pelaku UMKM Kopi Binaan BI Provinsi Papua, Yafeth Wetipo yang memiliki usaha berupa kopi dengan nama Highland Roastery.

Saat ini, Yafeth mampu memasarkan produk green bean dan roasted bean ke kancah global.

Dia mengakui, sebelum menjadi UMKM binaan BI, kualitas kopi Papua masih di bawah standar, sehingga tak layak masuk ke market.

Namun, setelah tiga tahun lalu, kopi Papua yang semula standar bawah, kini sudah mencapai cupping score 82,75 secara Coffee Quality Institute (CQI).

Baca juga : Dukung Inacraft 2024, BNI Dorong UMKM Go Global

"Indikator itu menandakan, proses kebun, packing, hingga penjualannya sudah bagus. Hal ini mempengaruhi harga jual yang lebih menguntungkan," papar Yafeth.

Selain itu usaha Yafeth juga mendapat dukungan dalam penanaman kopi, perbaikan kualitas, peningkatan volume produksi dan kontinuitas. Diikuti dukungan pemasaran.

Berkat dukungan tersebut, Yafeth mampu ekspor sampai ke Singapura dan Jepang. Bahkan, berhasil meraih kontrak untuk 300 kilogram kopi.

"Sebelumnya di pameran kopi di Copenhagen Denmark, kami dapat kontrak Rp 1,4 miliar, dengan pengiriman perdana tahun ini,” ujar Yafeth.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.