Dark/Light Mode

BPOM Apresiasi Dexa Group Edukasi Produsen UMKM OBA Naik Kelas

Minggu, 4 Agustus 2024 23:51 WIB
Plt Kepala BPOM Rizka Andalucia (kedua kanan) mengunjungi booth Dexa Group, di acara Indonesia Wellfest 2024, di Mall Central Park Jakarta, Jumat (2/8/2024). (Foto: Istimewa)
Plt Kepala BPOM Rizka Andalucia (kedua kanan) mengunjungi booth Dexa Group, di acara Indonesia Wellfest 2024, di Mall Central Park Jakarta, Jumat (2/8/2024). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dexa Group dan industri Obat Bahan Alam (OBA) lainnya mendapatkan apresiasi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) karena menjadi Orang Tua Angkat yang dapat memberikan edukasi dan pelatihan untuk pengembangan OBA bagi produsen UMKM. Upaya ini diyakini dapat memperkuat percepatan kemandirian farmasi di Indonesia.  

Penandatanganan Program Orang Tua Angkat UMKM Obat Bahan Alam dan Kosmetik digelar di acara Indonesia Wellness Festival (Wellfest) 2024, di Mall Central Park, Jakarta, Jumat (2/82024). Dari Dexa Group, komitmen tersebut ditandatangani Business Development and Scientific Affairs Director Dexa Group Prof Raymond Tjandrawinata yang disaksikan Plt Kepala BPOM Rizka Andalucia.

Rizka Andalucia mengatakan, program ini melibatkan 6 industri kosmetik dan 8 industri obat bahan alam yang berkomitmen sebagai orang tua angkat bagi UMKM obat bahan alam dan kosmetik. Melalui program ini, industri obat bahan alam dan kosmetik memberikan pendampingan kepada UMKM dalam hal peningkatan pengetahuan terkait perizinan, standar sarana, dan mutu produk, teknologi, hingga pemasaran, sehingga UMKM mampu memenuhi ketentuan dan dapat berkembang lebih cepat serta berdaya saing tinggi.

Baca juga : Gus Halim Apresiasi Desa Sempajaya Di Karo yang Sukses Kelola Dana Desa

Menurut Prof Raymond, dengan penandatanganan komitmen tersebut, ke depannya Dexa Group akan memberikan dukungan berupa edukasi dan sharing knowledge kepada produsen UMKM yang memproduksi obat bahan alam. 

"Hal ini merupakan sinergi yang baik antarprodusen. Dexa Group menyatakan dukungan untuk mengembangkan ekosistem obat bahan alam yang potensinya sangat besar di Indonesia dan juga global," ucapnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Minggu (4/8/2024).

Melalui upaya ini, kata Prof Raymond, dapat mendorong produk obat bahan alam di Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan dapat bersaing di pasar global. Untuk lebih mendorong pemanfaatan obat bahan alam dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri seperti penggunaan ginseng oleh masyarakat di Korea Selatan, obat tradisional di China, ayurveda di India, pemanfaatan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) Fitofarmaka harus lebih luas.

Baca juga : Bamsoet Apresiasi Gelaran A Night with d'Masiv di Parle Senayan Resto and Cafe

"Karenanya, OMAI Fitofarmaka perlu didorong masuk Formularium Nasional sehingga bisa diresepkan oleh para dokter. Fitofarmaka ini kekuatan Indonesia yang merupakan obat penemuan dari saintis Indonesia yang memanfaatkan bahan alam asli Indonesia, sehingga sudah saatnya digunakan oleh pasien JKN," tegas Prof. Raymond. 

Selain penandatanganan Program Orang Tua Angkat UMKM Obat Bahan Alam dan Kosmetik, dalam acara Wellfest 2024 digelar pameran produk obat bahan alam, suplemen kesehatan, dan kosmetik. Dalam pameran tersebut, Dexa Group menghadirkan produk OMAI seperti HerbaKOF (obat batuk berbahan baku jahe, mahkota dewa, daun legundi dan saga), STIMUNO (untuk daya tahan tubuh berbahan baku meniran), HerbaPain (meredakan nyeri berbahan baku mahkota dewa), HerbaVomitz (mengatasi gangguan lambung berbahan baku jahe), Redacid (mengatasi gangguan lambung berbahan baku kayu manis), Inlacin (antidiabetes berbahan baku kayu manis dan bunga bungur). Serta produk kecantikan Seloxy, Prosentials, Achante, dan Ascavin.

Dalam acara tersebut, Dexa Group juga menghadirkan buku seri tentang anak-anak terbitan Teman Bumil dan Teman Parenting. Direktur Utama PT Dexa Medica V Hery mengemukakan, keikutsertaan Dexa Group dalam Wellfest 2024 merupakan bentuk sinergi dengan pemerintah dalam mengembangkan ekosistem kesehatan berbasis bahan alam. 

Baca juga : Hari Anak Nasional, Jamkrindo Gelar Edukasi Kesehatan Mental

"Seperti kita ketahui bersama potensi obat bahan alam Indonesia sangat besar dan Dexa Group ingin mengambil bagian dalam market share tersebut. Saat ini obat berbahan baku alam menghasilkan 31 obat Fitofarmaka dan Dexa Group berkontribusi sekitar 90 persen obat bahan alam yang masuk dalam OMAI Fitofarmaka," kata V Hery.

Lebih lanjut V Hery memaparkan, tidak hanya mendominasi produk fitofarmaka, kualitas produk Dexa Group telah dibuktikan dengan kehadirannya di pasar ekspor seperti di Filipina, Nigeria, Kamboja, Vietnam, USA, Mongolia, Singapore, dan Timor Leste.

Besarnya kontribusi obat bahan alam dalam negeri untuk kemandirian farmasi, menurut V Hery, perlu didukung oleh pemerintah melalui regulasi yang mendorong pemanfaatannya dalam Formularium Nasional sehingga bisa dimanfaatkan oleh peserta Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS). Saat ini ada beberapa produk Dexa Group yang telah masuk dalam obat fitofarmaka yakni Stimuno, Inlacin, Redacid, dan Disolf.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.