Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Menjadi penguasa pasar menara telekomunikasi tak membuat PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel berpuas diri. Anak usaha PT Telkom ini terus memperluas bisnisnya. Setelah merangsek pasar fiber optik, kini Mitratel bersiap mengembangkan flying tower system (sistem menara terbang).
Untuk itu, Mitratel mengadopsi teknologi Zephyr High Altitude Platform Station (Zephyr HAPS) dari AALTO. Awal Agustus ini, Mitratel meneken nota kesepahaman (MoU) dengan anak usaha Airbus yakni AALTO HAPS Ltd untuk menjajaki penyediaan solusi HAPS komersial di Indonesia.
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menyebutkan, kerja sama dengan AALTO merupakan potensi yang sangat baik untuk memperluas konektivitas. Hal ini termasuk memperluas cakupan operator seluler (MNO).
“Kerja sama antara Mitratel dan AALTO ini merupakan upaya kami ikut mengatasi ketimpangan digital, memberikan akses yang merata terhadap telekomunikasi," ucap dia dalam Media Gathering di Labuan Bajo, Senin (5/8/2024).
Baca juga : Real Madrid Vs Chelsea, Kebangkitan Di Pramusim
Dia bilang, penggunaan HAPS untuk flying tower system tidak akan sepenuhnya menggantikan teknologi terrestrial network (sistem komunikasi nirkabel yang beroperasi di permukaan bumi), terutama di daerah daratan di kota-kota besar.
Dengan area cakupan sekitar 7.500 kilometer persegi, HAPS dinilai sebagai solusi ideal untuk memperluas jaringan di daerah yang jarang penduduknya terutama wilayah-wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Maka nantinya kehadiran teknologi non-terrestrial, seperti HAPS ini, dapat menjadi pelengkap jaringan terrestrial yang telah ada sebelumnya.
Selain mampu memberikan layanan komunikasi yang stabil dan berkualitas tinggi, menara terbang ini memiliki keunggulan dalam hal biaya operasional. Lebih murah serta fleksibel atau mudah digerakkan dan diposisikan ulang sesuai kebutuhan.
Direktur Bisnis Mitratel Agus Winarno menambahkan, HAPS juga berpotensi dimanfaatkan oleh segmen lainnya seperti pemerintah, dunia usaha, hingga konsumen ritel.
Baca juga : Menhub Ajak Investor Kembangkan Patimban
"Pemerintah misalnya butuh surveillance, pemetaan atau mapping, sensor-sensor untuk IoT, dan sebagainya. Setelah kami dalami, tentu use case-nya banyak sekali di luar kebutuhan untuk berkomunikasi seluler,” kata Agus.
Mitratel juga terus melakukan kajian teknis, eksplorasi market, mendorong aspek regulasi, serta membuka peluang kerja sama tidak hanya dengan AALTO melainkan juga perusahaan potensial lainnya untuk mengembangkan HAPS di Indonesia.
Menara terbang merupakan terobosan baru dalam teknologi telekomunikasi yang beroperasi di ketinggian stratosfer (sekitar 20 km di atas permukaan bumi). HAPS mirip dengan satelit namun dengan biaya operasional yang lebih rendah dan fleksibilitas yang lebih tinggi.
Mitratel menyebut Flying Tower System ini berfungsi sebagai menara di langit yang dapat terintegrasi ke dalam jaringan operator seluler. Teknologi ini memberikan banyak manfaat dibandingkan dengan solusi terestrial dan satelit tradisional.
Baca juga : Hari Anak Nasional, Bank DKI dan Komisi Penanggulangan AIDS Beri Bantuan ADHIV
Mitratel mempunyai lebih dari 38.000 menara dan lebih dari 37.000 KM fiber optik. Sebanyak 59 persen menara berada di luar Jawa dan mempermudah ekspansi operator seluler dalam mengembangkan bisnisnya ke luar Jawa. Terbukti, pertumbuhan tenant di luar Jawa sebesar 8 persen, lebih tinggi dibandingkan di Jawa yang pertumbuhannya sebesar 6 persen.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya