Dark/Light Mode

Gandeng Bank Mandiri, SGN Dorong Penguatan Tebu Rakyat, Penuhi Kebutuhan Petani

Selasa, 13 Agustus 2024 18:25 WIB
Haryanto Direktur Keuangan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) (ketiga dari kanan) seusai menandatangani perjanjian kerja sama dengan Bank Mandiri di Surabaya. (Foto: Dok. SGN)
Haryanto Direktur Keuangan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) (ketiga dari kanan) seusai menandatangani perjanjian kerja sama dengan Bank Mandiri di Surabaya. (Foto: Dok. SGN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak perusahaan PTPN III (Persero) Holding Perkebunan yang bergerak di komoditas gula menggandeng Bank Mandiri untuk memenuhi kebutuhan modal usaha petani tebu, penandatanganan dilakukan di Surabaya, Jumat (9/8/2024)

”Kebutuhan modal petani tebu untuk tahun giling 2024/2025 kurang lebih sebesar Rp1,3 triliun, salah satunya melalui Bank Mandiri”, ujar Direktur Keuangan SGN Hariyanto dalam keterangan diterima, Selasa (13/8/2024).

Hariyanto menambahkan, melalui kerja sama ini, Bank Mandiri mampu membantu modal usaha petani sebesar Rp50 miliar.

Baca juga : Kolaborasi PTPN Group dan Bank Mandiri, Dorong Pembiayaan Petani Tebu

Direktur Utama SGN Mahmudi menyebut skema kerja sama dengan Bank Mandiri diperuntukkan sebagai pemenuhan modal usaha petani untuk biaya garap, pupuk, dan biaya tebang muat dan angkut (TMA), juga digunakan membeli benih tebu.

”Yang istimewa dalam skema ini, selain membantu modal usaha petani tebu untuk biaya garap, pupuk dan kegiatanTMA, skema ini juga mencover biaya benih tebu, baru ada di skema dengan Bank Mandiri”, ujar  Mahmudi.

Khusus pupuk dan benih tebu, pihaknya menggandeng program MAKMUR PT Petrokimia dalam penyediaan pupuk yang berkualitas serta lembaga perbenihan tebu kredibel diantaranya Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) milik Riset Perkebunan Nusantara (RPN).

Baca juga : Bank Mandiri Sediakan Solusi Finansial Bagi Petani Tebu SGN

Mahmudi menyebut salah satu upaya peningkatan produktivitas adalah dengan intensifikasi melalui penataan varietas, dimana kondisi saat ini masih belum ideal yakni masak awal 10 persen masak tengah 30 persen dan masak lambat 60 persen.

Sedangkan idealnya varietas tebu masak awal 30 persen, masak tengah 40 persen dan masak lambat 30 persen sehingga berpengaruh pada rendemen dan produktivitas gula.

”Varietas tebu saat ini belum standar, sehingga perlu kita tata mulai sekarang dengan melibatkan ekosistem gula yang ada termasuk perbankan dan petani tebu, terlebih saat ini kami konsen pada penguatan tebu rakyat," ujar Mahmudi dalam keterangannya diterima Selasa (13/8/2024).

Baca juga : Tekan Polusi Udara, KPBB Dorong Penggunaan Bensin Ramah Lingkungan

Sementara itu terpisah, Direktur Utama PTPN III (Persero) Holding Perkebunan Nusantara, M. Abdul Ghani menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan salah satu komitmen PTPN Group untuk meningkatkan kesejahteraan petani tebu di Indonesia, dengan memberikan akses lebih luas terhadap fasilitas keuangan yang mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan usaha mereka.

“Dengan akses pembiayaan yang lebih mudah dan fleksibel, petani tebu diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen dan memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung upaya swasembada gula di masa mendatang,” ujar Ghani.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.