Dark/Light Mode

Pupuk Indonesia Ajak 202 Distributor Optimalkan Penyerapan Pupuk Bersubsidi

Rabu, 21 Agustus 2024 07:46 WIB
Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Tri Wahyudi Saleh. (Foto: Dok. Pupuk Indonesia)
Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Tri Wahyudi Saleh. (Foto: Dok. Pupuk Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) meminta 202 distributor untuk terus mengoptimalkan serapan pupuk bersubsidi di caturwulan tersisa, guna mendorong peningkatan produktivitas pertanian di tanah air.

Pemerintah telah menambah alokasi pupuk bersubsidi nasional tahun 2024, menjadi 9,55 juta ton.

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Tri Wahyudi Saleh mengatakan, alokasi pupuk bersubsidi yang dimandatkan Pemerintah kepada Pupuk Indonesia semula besarnya 5,23 juta ton, terdiri dari alokasi awal 4,7 juta ton dan ditambah pupuk organik 500 ribu ton.

Kemudian pada April 2024 lalu, Pemerintah menambah alokasi tersebut menjadi 9,55 juta ton melalui Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) 249/2024.

Menurut Tri, penyaluran pupuk bersubsidi sampai 19 Agustus 2024 sebesar 4,18 juta ton, atau sekitar 43,8 persen dari total alokasi tahun 2024 terbaru.

Baca juga : Indonesia Fair 2024 Semarakkan Perayaan HUT ke-79 Kemerdekaan RI Di Beijing

"Kita ada waktu empat bulan ke depan, situasi di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat sebagian besar sudah memasuki musim kemarau. Ini menjadi perhatian Pupuk Indonesia, langkah-langkah apa yang akan dilakukan untuk mendorong penyerapan pupuk bersubsidi," ujar Tri, melalui siaran pers, Selasa (20/8/2024).

Tri menambahkan, Pemerintah tengah mengoptimalkan penyerapan pupuk bersubsidi untuk meningkatkan produksi. Hal ini disampaikannya kepada 202 Distributor, yang hadir dalam acara

"Pembinaan Distributor Pupuk Bersubsidi & Apresiasi Kinerja Semester 1 2024", yang digelar hybrid dari Surabaya, Selasa (20/8/2024).

Tri menjelaskan, dalam Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) antara Pupuk Indonesia dengan Distributor yang sudah ditandatangani sebelumnya, ada poin yang mewajibkan distributor untuk memenuhi ketersediaan stok di Lini III atau gudang level kabupaten atau kota.

Karenanya, Tri mengimbau kepada seluruh Distributor di seluruh Indonesia untuk mengoptimalkan stok yang saat ini telah disediakan produsen di Lini I atau gudang pabrik.

Baca juga : Pupuk Indonesia Grup Ikut Berkontribusi Pada Pengembangan Atlet Angkat Besi Nasional

"Kami berharap, distributor dapat mengoptimalkan penyaluran pupuk bersubsidi dengan tetap memperhatikan ketertiban administrasi dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku," ujar Tri.

Ia menegaskan, untuk mendukung kelancaran pelaksanaan penyaluran pupuk bersubsidi di sisa tahun 2024 ini, seluruh Distributor diwajibkan untuk memastikan seluruh kios binaannya mampu dan paham dengan sistem yang digunakan dalam penyaluran pupuk bersubsidi, baik itu menggunakan Kartu Tani atau i-Pubers.

"Sehingga, ketika petani melakukan penebusan tidak ada lagi kendala di lapangan," ungkap Tri.

Menurutnya, dengan kehadiran i-Pubers cara penebusan pupuk bersubsidi semakin simpel dan mudah.

Sebab, petani cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke kios resmi dan pupuk bersubsidi sudah bisa langsung ditebus petani yang terdaftar.

Baca juga : Indonesia Masuki Usia 79 Tahun, Gapasdap Sebut Tarif Penyeberangan Belum Merdeka

Melalui kemudahan ini, Tri berharap, petani segera melakukan penebusan pupuk bersubsidi agar hasil panennya lebih optimal dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan meningkatkan pendapatan.

"Kami juga meminta distributor untuk mengawasi kios binaan, terkait ketentuan dalam penyaluran pupuk bersubsidi, seperti ketertiban administrasi sampai penjualan sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi)," ujarnya.

Selain itu, untuk memotivasi distributor dalam mengoptimalkan penyerapan pupuk bersubsidi, pihaknya juga memberikan apresiasi kepada distributor terbaik dalam penyerapan pupuk berstatus zero correction.

"Yang terbaik ini, diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi distributor lainnya untuk kinerja di masa yang akan datang," pungkas Tri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.