Dark/Light Mode

Dukung Indonesia Emas, Tata Metal Lestari Genjot Peningkatan Ekspor Non-Migas

Senin, 15 Juli 2024 14:52 WIB
Pertemuan Teknis (Rakornis) Perwakilan Perdagangan (Perwadag) di Luar Negeri, di Grand Hyatt Melbourne, Australia, Kamis pagi (11/6/2024) lalu. (Foto: Istimewa)
Pertemuan Teknis (Rakornis) Perwakilan Perdagangan (Perwadag) di Luar Negeri, di Grand Hyatt Melbourne, Australia, Kamis pagi (11/6/2024) lalu. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) membuka secara virtual Rapat Koordinasi dan Pertemuan Teknis (Rakornis) Perwakilan Perdagangan (Perwadag) di Luar Negeri, di Grand Hyatt Melbourne, Australia, Kamis pagi (11/6/2024) lalu.

Dalam sambutannya, Mendag berharap, setiap Perwakilan Perdagangan di Luar Negeri dapat meningkatkan ekspor dan mendorong terwujudnya visi Indonesia Emas.

"Kami sangat mendukung pelaksanaan Rapat Koordinasi dan Pertemuan Teknis (Rakornis) Perwakilan Perdagangan Luar Negeri Tahun 2024 di Melbourne," ujarnya.

Ia berharap setiap perwakilan perdagangan dapat menunjukkan kinerja terbaiknya.

"Mari kita wujudkan visi Indonesia emas dengan semangat kolaborasi dan inovasi," terang Mendag dalam sambutannya, dalam keterangan yang diterima, Minggu (14/7/2024).

Baca juga : Dukung Energi Terbarukan, PHD Hadirkan Hot Box dengan Motor Listrik

Pada kesempatan yang sama, Plt. Sekjen Kemendag, Suhanto menerangkan, Rakornis Perwadag Luar Luar Negeri Tahun 2024 ini digelar di Melbourne, Australia tanggal 10 – 12 Juli 2024.

Acara tersebut dihadiri seluruh perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri yang berjumlah 120 orang termasuk Duta Besar WTO di Jenewa, Kepala KDEI di Taipei, para Atase Perdagangan, Konsul Perdagangan di Hong Kong dan para Kepala ITPC.

"Semoga Rakornis Perwadag 2024 ini memberikan kontribusi nyata bagi tercapainya target yang telah ditentukan, khususnya peningkatan ekspor nasional," tegas Suhanto.

Dalam kesempatan ini, PT Tata Metal Lestari produsen baja lapis asal Indonesia yang mulai beroperasi 2019 dan telah merambah ekspor ke 20 negara, mengikuti mini expo yang diadakan dalam rangka Rakornis Perwadag 2024 yang dilakukan di Melbourne 10 – 12 Juli 2024.

Mini Expo dilakukan dalam rangka menyemarakkan kegiatan rakornis sebagai bentuk dukungan perwakilan perdagangan Australia dalam rangka mendukung penetrasi produk Indonesia ke Australia dan diharapkan juga dapat didukung para perwakilan perdagangan lainnya di negara penugasan.

Baca juga : 56 Tahun, Citi Indonesia Bagikan 560 Paket Tas dan Perlengkapan Sekolah

Masih dalam rangkaian rakornis, dilakukan pula kunjungan ke salah satu mitra strategis PT Tata Metal Lestari yaitu industri roll former di Kota Melbourne, Jumat (12/7/2024) oleh beberapa perwakilan Kementerian Perdagangan, yaitu Plt. Sekretaris Jenderal Suhanto, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (PPI) Djatmiko Bris Witjaksono, Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Mardyana Listyowati, Kepala Badan Kebijakan Perdagangan, Kasan, didampingi oleh Atase Perdagangan Republik Indonesia Canberra Bapak Harris Setiawan.

Head of Government & Public Relations PT Tata Metal Lestari, Maharany Putri menjelaskan, IA-CEPA berdampak signifikan pada industri baja tanah air dan Australia dengan meningkatkan peluang perdagangan barang dan jasa, investasi dan kerja sama ekonomi kedua negara.

Menurut Maharany, dengan dibukanya akses bea masuk dari 15 persen menjadi 0 persen untuk Hot Rolled Coil (HRC) dan Cold Rolled Coil (CRC) sebanyak 250.000 ton di tahun pertama dan meningkat 5 persen setiap tahunnya, maka daya saing harga akan produk akhir di kedua negara bahkan di negara ketiga akan tercipta.

Inovasi, knowlegde transfer serta penelitian dan pengembangan dalam industri baja lapis hingga konstruksi baja ringan pun teraktivasi sebagai manifestasi dari elemen kerja sama ekonomi yang pasti berujung kepada investasi.

"Perjanjian ini terbukti mampu meningkatkan akses pasar dengan mengurangi hambatan dan biaya bagi pelaku usaha yang melakukan ekspor ke Australia," ujar Maharany.

Baca juga : Dubes Iran Untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi Gelar Pemungutan Suara Pilpres Di Sekolah Iran

Menurutnya, perjanjian ini juga membuka potensi sumber daya bagi industri baja hilir Indonesia dengan menunjukkan efisiensi biaya dan keadilan harga yang lebih baik dan bisa dikirim ke negara ketiga.

Saat mendampingi Suhanto di Kota Melbourne, Melany menambahkan, hingga saat ini PT Tata Metal Lestari telah mengekspor baja lapis sebagai bahan baku produk baja ringan struktural dan genteng metal untuk pembangunan rumah di Australia yang cukup pesat peningkatan permintaannya.

Ia berharap, dengan adanya Rakornis Perwadag 2024 dan kunjungan ke mitra strategis PT Tata Metal Lestari ini, dapat menjadi bukti kehebatan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha Indonesia.

"Semoga hal ini dapat meningkatkan peningkatan kinerja ekspor nonmigas Indonesia, termasuk peningkatan ekspor produk baja Indonesia ke pasar global," pungkas Maharany.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.