Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
WhatsApp Business Summit 2024 Rilis Sejumlah Fitur Baru Bantu Pelaku Usaha
Kamis, 22 Agustus 2024 15:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - WhatsApp mengumumkan kehadiran sejumlah fitur baru yang dirancang untuk membantu bisnis membangun presence, menciptakan pengalaman percakapan yang menyenangkan, dan terhubung lebih baik dengan pelanggan demi meraih kesuksesan dan berkembang.
Country Director Indonesia Meta, Pieter Lydian menekankan pentingnya perpesanan bagi bisnis lokal serta urgensi untuk mengadopsinya.
Pasalnya, perpesanan bisnis, Indonesia memimpin dalam tren ini, di mana hampir 90 persen orang dewasa pengguna internet di Indonesia mengirimkan pesan ke bisnis setidaknya sekali seminggu.
“Angka ini melampaui rata-rata global 79,4 persen. Fakta ini menyoroti peran penting WhatsApp dalam memudahkan bisnis dan konsumen untuk saling terhubung,” ucapnya dalam acara WhatsApp Business Summit (WABS) di Indonesia, Kamis (22/8/2024).
Event WABS ke dua di Indonesia ini dihadiri oleh UKM, perusahaan skala besar, serta pengembang.
Pieter melanjutkan, mengingat 87 persen konsumen Indonesia lebih memilih perpesanan sebagai cara utama untuk berkomunikasi dengan bisnis, maka penting bagi para pelaku bisnis untuk memanfaatkan platform perpesanan dalam berinteraksi dengan konsumen modern.
Baca juga : BCA UMKM Fest 2024 Perluas Akses Pasar Pelaku Usaha
“Kami memahami betapa pentingnya WhatsApp dalam kehidupan sehari-hari dan akan terus mendukung bisnis untuk meraih kesuksesan dengan WhatsApp,” ungkapnya.
Pieter membeberkan, beberapa fitur terbaru yang di-launching meliputi, Verifikasi Meta. Setelah mengumumkan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang menerima fitur ini bulan Juni lalu, Verifikasi Meta untuk whatsApp kini telah tersedia melalui aplikasi WhatsApp Business bagi UKM di Indonesia yang memenuhi syarat.
Lencana terverifikasi pada profil bisnis akan meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Bisnis yang menggunakan Meta Verified akan menerima dukungan akun tingkat lanjut serta akses multi-perangkat untuk karyawan mereka.
“Lencana ini juga akan tampil di halaman WhatsApp Channels dan Business mereka, sehingga mudah dibagikan di media sosial dan situs web,” jelas Pieter.
Lalu, fitur panggilan dalam chat dengan bisnis berskala besar. Fitur ini, yang diaktifkan melalui WhatsApp Business Platform, akan memungkinkan pelanggan terhubung dengan bisnis secara lebih cepat dan nyaman.
Baca juga : Inovasi Haji 2024, 158 Pos Satelit Dekatkan Pelayanan Kesehatan ke Jemaah
“WhatsApp akan memperluas fitur ini untuk menjangkau lebih banyak bisnis dalam waktu dekat,” katanya.
Kemudian, fitur Meta AI untuk WhatsApp Business. Dikatakan Pieter, WhatsApp mulai menerapkan teknologi AI pada bisnis yang menggunakan platform perpesanan ini untuk membantu mereka meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan kepada pengguna.
“Teknologi ini juga memungkinkan mereka membuat iklan tanpa biaya tambahan. Ini adalah tahap awal, dan WhatsApp akan terus berupaya menyempurnakannya sebelum meluncurkannya kepada lebih banyak bisnis di seluruh dunia,” ungkapnya.
Pieter menambahkan di era digital saat ini, konsumen Indonesia cenderung memilih perpesanan untuk berinteraksi dengan bisnis.
Untuk itu, bisnis perlu memanfaatkan perpesanan secara efektif untuk menarik pelanggan dan mempertahankan daya saing.
Untuk mendapatkan wawasan lebih dalam mengenai hal ini, Meta bermitra dengan Boston Consulting Group (BCG) untuk melakukan survei mendalam tentang perpesanan bisnis di Indonesia.
Baca juga : Kemenperin Optimis Startup Dorong Ekonomi Pedesaan
Survei ini melibatkan 400 bisnis dan 30 wawancara mendalam dengan bisnis dari berbagai industri.
Temuan utama dari survei ini menunjukkan, bahwa lebih dari 90 persen pelaku bisnis di Indonesia kini menggunakan perpesanan di setiap tahap perjalanan konsumen. Mulai dari interaksi awal dan prapenjualan, hingga keterlibatan jangka panjang.
“Hal ini menunjukkan, bahwa perpesanan tetap menjadi cara terbaik bagi konsumen dan bisnis untuk menyelesaikan berbagai keperluan; baik itu menjawab pertanyaan, mendiskusikan produk, atau menyelesaikan transaksi pembelian,” ujar Pieter.
Sementara itu, Vice President of Southeast Asia and Emerging Markets, Meta, Benjamin Joe menambahkan, Indonesia memiliki populasi digital terbesar keempat di dunia dan merupakan salah satu negara dengan tingkat penetrasi mobile tertinggi.
“Tidak mengherankan jika 88 persen orang Indonesia saat ini mengatakan bahwa mereka mengirim pesan kepada bisnis setidaknya sekali seminggu, sama seperti mereka berkomunikasi dengan teman dan keluarga,” pungkas Pieter.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya