Dark/Light Mode

Kolaborasi BPDPKS dan Aspekpir Dorong Budidaya Sapi Pola Siska di Sumsel

Kamis, 22 Agustus 2024 21:49 WIB
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Aspekpir Indonesia berkolaborasi mendukung swasembada daging dengen menggelar Workshop UKMK Berbasis Kelapa Sawit. (Foto: Istimewa)
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Aspekpir Indonesia berkolaborasi mendukung swasembada daging dengen menggelar Workshop UKMK Berbasis Kelapa Sawit. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia berkolaborasi mendukung swasembada daging dengen menggelar Workshop UKMK Berbasis Kelapa Sawit.

Program ini bertujuan untuk mengembangkan budidaya sapi melalui pola integrasi sapi sawit (Siska).

Kegiatan yang dilaksanakan di Kota Palembang, Sumatera Selatan pada Kamis (22/8/2024) tersebut mengangkat tema "Memanfaatkan Lahan Perkebunan Sawit Sebagai Sentra Budidaya Sapi Melalui Penerapan Sistem Integrasi Sapi Sawit (SISKA) Menuju Swasembada Daging" menghadirkan peserta dari berbagai kelompok tani dan koperasi anggota Aspekpir se- Sumatera Selatan.

Workshop menghadirkan narasumber Staf Ahli Menteri Pertanian Prof Ali Agus, Wakil Menteri Pertanian periode 2011-2014 Rusman Heriawan, Kepala Divisi UKMK BPDPKS Helmi Muhansyah, Ketua DPD I Aspekspir Sumsel Bambang Gianto, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Agus Darwa dan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Rahmat Mulia Harahap, Direktur Utama PT Livestock Internasional Network Company Rino Hadiwijaya Puradireja.

Kepala Divisi UKMK BPDPKS Helmi Muhansyah mengatakan, lembaganya sangat mendukung kegiatan Aspekpir Indonesia dalam mengembangkan budidaya sapi melalui pola Siska dalam rangka memberdayakan UKMK kelapa sawit di Indonesia dan mendukung swasembada daging.

Baca juga : Banteng Siapin Srikandi Hebat

BPDPKS memiliki misi menjalankan kebijakan Pemerintah dalam program pengembangan sawit berkelanjutan melalui penghimpunan, pengembangan, dan penyaluran dana sawit yang terpadu dan tepat guna, secara profesional dan akuntabel.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, promosi, peremajaan, sarana dan prasarana hingga pemenuhan kebutuhan pangan serta hilirisasi industri perkebunan kelapa sawit serta penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati.

"Kinerja BPDPKS diukur didasarkan pada kemampuan menghimpun, mengelola dan menyalurkan dana. Dana yang disalurkan akan memberikan dampak bagi peningkatan kinerja sektor sawit di Indonesia," kata Helmi, Kamis (22/8/2024).

Sementara itu, Wakil Ketua Aspekpir Indonesia yang juga Ketua DPD I Aspekpir Sumatera Selatan Bambang Gianto menjelaskan, saat ini budidaya sapi melalui pola Siska di kalangan petani sawit plasma anggota Aspekpir Sumsel, sudah cukup banyak dikembangkan.

Hanya saja, katanya, pengembangan budidaya sapi bagi anggota Aspekpir di Sumatera Selatan saat ini belum terhimpun dalam wadah organisasi yang kuat.

Baca juga : Kolaborasi PTPN Group dan Bank Mandiri, Dorong Pembiayaan Petani Tebu

Menurut Helmi, ke depan, dengan dukungan BPDPKS, pihaknya akan mengakselerasi populasi sapi dan peternak sapi dengan pola Siska bagi anggota Aspekpir di Sumatera Selatan.

"Nilai tambah bagi petani sawit sangat besar sehigga pola Siska dapat dikembangkan bagi petani plasma sawit anggota Aspekpir," ujar Helmi.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, Agus Darwa mengatakan untuk mendukung budidaya sapi berbasis kelapa sawit secara masif, sangat penting mendapatkan dukungan BPDPKS mengingat dana dari yang dihimpun BPDPKS sangat besar.

Menurut Agus, pengembangan budidaya sapi berbasis kelapa sawit dapat dimasukkan ke dalam bagian yang dapat dibantu oleh BPDPKS melalui bidang Sarpras, khususnya terhadap petani sawit yang melakukan replanting.

"Kalau ini dapat dimasukkan ke dalam Sarpras, dana Sarpras bisa dapat dioptimalkan penyerapanya," kata Agus.

Baca juga : Kolaborasi Jababeka dan Polri Dukung Kenyamanan Tenant & Calon Investor

Ketua Dewan Pengawas Aspekpir Indonesia Rusman Heriawan menjelaskan budidaya pola Siska hadir dan makin penting saat jumlah populasi sapi menurun dalam 10 tahun terakhir.

Rusman menjelaskan, pola Siska akan mendorong investasi perusahaan sawit dan pemerintah terutama dalam pengadaan sapi bakalan dan sapi indukan.

Pada kegiatan tersebut, juga ditandatangani nota kesepahamanan antara Aspekpir Sumatera Selatan dengan PT Livestock Internasional Network Company dalam rangka percepatan pengembangan budidaya sapi pola Sumatera Selatan melalui pendampingan managemen, pemanfaatan teknologi, pembibitan dan pemasaran.

Dari MoU itu, akan ditindaklanjuti dengan penyusunan program kerja bersama untuk mengembangkan budidaya sapi pola Siska bagi petani plasma anggota Aspekpir di Sumatra Selatan," pungkas Agus.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.