Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi memastikan, sampai saat ini Pemerintah belum memutuskan untuk membatasi BBM subsidi. Yang dilakukan hanya sosialisasi.
"Saya kira kita masih dalam proses sosialisasi," kata Jokowi, saat meresmikan gedung baru di RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta, Rabu (28/8/2024).
Baca juga : Pilwalkot Tangsel, PKS Tinggalkan Partai Gerindra
Menurut Kepala Negara, Pemerintah akan terlebih dulu melihat kebutuhan masyarakat terhadap BBM bersubsidi. "Kita akan melihat di lapangan seperti apa," imbuhnya.
Jokowi menambahkan, sejauh ini, belum ada rapat yang membahas wacana pembatasan BBM subsidi itu. "Belum ada keputusan. Belum ada rapat," terangnya.
Baca juga : Besok, Jokowi Berkantor Di Istana Kepresidenan IKN
Jokowi mengakui, wacana pembatasan BBM subsidi ini semakin ramai. Ada dua alasan yang mendorong munculnya wacana itu.
"Pertama, berkaitan di Jakarta, utamanya dengan polusi. Kedua, kita ingin ada efisiensi di APBN kita, terutama untuk 2025," ucapnya.
Baca juga : Pupuk Indonesia Komit Terus Lakukan Penyaluran Pupuk Bersubsidi
Sebelumnya, beredar kabar Pemerintah akan membatasi BBM bersubsidi per 1 Oktober 2024. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menerangkan, payung hukum untuk mengatur pembatasan itu akan berbentuk Peraturan Menteri (Permen) ESDM.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya