Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kebut Impor Buat Jaga Stok Beras
Bulog Gercep Antisipasi Proyeksi Panen Mundur
Selasa, 3 September 2024 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Musim tanam padi diproyeksi mundur akibat kemarau panjang. Untuk menjaga stok, Perum Bulog akan gerak cepat (gercep) mengoptimalkan program pengadaan beras.
Bulog menjaga stok beras, baik melalui penyerapan dalam negeri serta mengoptimalkan program Rumah Pangan Kita (RPK). Termasuk memenuhi kuota impor yang masih tersisa 900 ribu ton, dari total yang ditugaskan sebanyak 3,6 juta ton beras.
Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) telah memprediksi, bahwa musim kemarau masih akan terjadi hingga September ini.
Artinya, kata dia, musim tanam akan mundur, sehingga para petani baru bisa mulai menanam pada Oktober mendatang.
Baca juga : Jangan Sampai Penduduk Kita Menua Sebelum Kaya
“Kalau Oktober mulai menanam, Januari-Februari 2025 baru akan panen dan masih dilanjutkan proses pengeringan. Mungkin, beras baru akan tersedia di pasar pada Maret,” ujar Bayu di Jakarta, Jumat (30/8/2024).
Sedangkan Maret tahun depan, kata dia, memasuki bulan Ramadan, yang biasanya terjadi peningkatan konsumsi pangan.
Karenanya, Bulog akan mencermati kondisi saat ini dengan intens, mengingat pada Oktober nanti juga ada pelantikan Presiden, Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) dan lainnya. Sehingga Bulog harus memastikan stok beras tersebar secara merata di seluruh wilayah.
“Saat ini stok beras Bulog ada 1,5 juta ton. Kondisi itu membuat Bulog tetap confident,” katanya.
Baca juga : Miris, PAD DKI Masih Bocor Di Sana-Siniā¦
Ia mengakui, dalam melakukan pengadaan beras bukan hal yang mudah, apalagi di tengah kondisi harga beras yang mulai merangkak naik.
Karenanya, selain serapan beras dari dalam negeri yang sudah lebih dari 900 ribu ton, pihaknya juga masih akan melanjutkan pemenuhan kuota impor sebesar 1,2 juta ton hingga akhir Desember 2024.
Dari jumlah itu, sambung dia, pihaknya akan menyelesaikan kontrak impor beras sekitar 300 ribu ton dalam waktu dekat.
“Ini sumbernya masih dari Vietnam dan Thailand. Kalau nanti India juga buka keran impornya, kami akan masuk juga ke sana,” bebernya.
Baca juga : Mbappe Sukses Pecahkan Telor
Secara keseluruhan ia mencatat, total volume impor beras yang telah ada di dalam negeri sudah mencapai 2,4 juta ton hingga Juli 2024.
Selain itu, dalam menjaga pasokan beras, pihaknya juga mengoptimalkan penyerapan dari RPK, yang jumlahnya mencapai sekitar 21.384 unit dan tersebar di berbagai daerah.
Adapun RPK adalah warung-warung, kios-kios, lapak-lapak milik masyarakat yang telah bermitra dengan Bulog.
“Dari RPK itu, minimal (ada) 20 ribu ton. Dan itu cukup untuk menjaga stabilitas,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya