Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Standard Chartered Siapkan Pembiayaan Ramah Lingkungan Rp 4.634 T Hingga 2030
Selasa, 10 September 2024 18:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Standard Chartered Group memastikan, pihaknya berkomitmen penuh menjadi bagian ekonomi global yang berdampak pada proses transisi energi, dan berperan penting dalam pembiayaan memerangi perubahan iklim.
Hal tersebut diungkapkan Chief Executive Officer (CEO) Bill Winters saat berdiskusi bersama mantan Menteri Keuangan Dr Chatib Basri dalam sesi fireside chat, mengenai dampak ekonomi makro terhadap upaya transisi energi global, pada ajang Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Winters menegaskan, sektor swasta mempunyai peran yang sangat besar, dan di Standard Chartered, pihaknya berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa menjadi bagian ekonomi global yang berdampak pada proses transisi energi dan peran penting pembiayaan dalam memerangi perubahan iklim.
“Kami menggarisbawahi kontribusi Standard Chartered terhadap upaya mempercepat transisi energi,” tegasnya dalam keterangan resmi, Selasa (10/9/2024).
Ia mengakui, meskipun ketegangan geopolitik dan tekanan inflasi telah menciptakan ketidakpastian di pasar global, terdapat juga sejumlah wilayah yang kuat, di mana kawasan seperti Asia Tenggara masih mampu menunjukkan kinerja ekonomi yang kuat.
Ketika ditanya tentang kontribusi Standard Chartered, Winters menjelaskan, sebagai bank internasional yang memiliki jangkauan di negara-negara dinamis di dunia, Standard Chartered memiliki posisi strategis untuk mendorong pertumbuhan keuangan berkelanjutan dan menghubungkan permodalan ke tempat-tempat yang memerlukannya.
Baca juga : Hukuman SYL Diperberat Jadi 12 Tahun Penjara, Uang Pengganti Rp 44 Miliar
Ia menjelaskan, komitmen Standard Chartered tersebut untuk memobilisasi dana senilai 300 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp 4.634 triliun dalam pendanaan ramah lingkungan hingga 2030.
“Dalam periode Januari 2021 hingga September 2023, Standard Chartered telah menyalurkan 87,2 miliar dolar AS dalam pendanaan terkait perubahan iklim,” ungkapnya.
Winters menyatakan, tugas Standard Chartered di bidang keuangan berkelanjutan bukan hanya tentang melakukan hal yang benar, namun juga menciptakan long-term value. Pihaknya membuat komitmen finansial yang signifikan, dan kami telah melihat keuntungan yang besar.
“Faktanya, kami memperkirakan keuangan berkelanjutan akan menjadi salah satu penghasil keuntungan utama bagi bank, yang berpotensi menyumbang 10 persen dari pendapatan grup kami dalam waktu dekat," tambahnya.
Selain itu, Winters juga menekankan peran Standard Chartered dalam membantu upaya transisi para kliennya ke model bisnis yang lebih berkelanjutan, lewat pemberian solusi dan produk keuangan berkelanjutan yang menjawab tantangan, dan mendukung pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.
“Di Standard Chartered, kami menyadari bahwa transisi menuju net zero tidak dapat terjadi dalam semalam, dan kami berkomitmen untuk membantu klien kami melakukan dekarbonisasi bisnis mereka dan memastikan masa depan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Baca juga : Prudential Indonesia Berikan Penawaran Khusus, Pada Hari Pelanggan Nasional
Salah satu prioritas strategis Standard Chartered adalah keberlanjutan, yang tertanam dalam cara Bank menjalankan bisnisnya.
Melihat peluang dari keuangan berkelanjutan sebagai pendorong pertumbuhan, Winters mengungkapkan, bisnis Keuangan Berkelanjutan Standard Chartered telah menghasilkan lebih dari 720 juta dolar AS, antara bulan Januari dan Desember 2023.
Sebagai perbandingan, Standard Chartered memiliki target jangka panjang perolehan pendapatan 1 miliar dolar AS setiap tahunnya dari seluruh lini bisnis hingga tahun 2025. “Kami telah membuktikan, Anda dapat memberikan dampak nyata sekaligus meraih keuntungan finansial yang besar. Ini adalah masa depan perbankan, di mana profitabilitas dan tujuan hidup berjalan beriringan,” ucapnya.
Winters juga membahas hambatan besar yang masih ada dalam mempercepat transisi global menuju perekonomian rendah karbon.
Secara khusus, ia mencatat, ketidakpastian global, yang didorong oleh kekhawatiran inflasi, ketidakstabilan geopolitik, dan fluktuasi harga energi, telah menghambat tingkat investasi yang diperlukan untuk memenuhi target iklim internasional.
Salah satu perubahan kebijakan utama yang dianjurkan oleh Billi adalah pembentukan mekanisme penetapan harga karbon global yang kredibel. Ia menekankan, peran penting yang dimainkan pemerintah dalam menyiapkan solusi berbasis pasar dengan menyediakan kerangka peraturan yang tepat.
Baca juga : Jadwal Indonesia Vs Arab Saudi, Kesiapan Pemain Dan Siaran Langsung TV
“Jika kita ingin mempercepat transisi energi, pemerintah perlu membantu menetapkan harga karbon global,” katanya.
Winters menegaskan, transisi energi merupakan tantangan jangka panjang yang memerlukan upaya berkelanjutan baik dari sektor swasta maupun publik.
Ia mendesak dunia usaha untuk tetap fokus pada dekarbonisasi, bahkan di tengah ketidakpastian global, dan meminta pemerintah menyediakan kerangka peraturan dan insentif yang diperlukan untuk mengkatalisasi tindakan sektor swasta. Transisi menuju perekonomian rendah karbon tidak akan terjadi dalam semalam, namun hal ini benar-benar dapat dicapai.
“Sektor swasta mempunyai peran yang sangat besar, dan di Standard Chartered, kami berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa kami menjadi bagian dari solusi,” ucap Winters.
Di kesempatan yang sama, Chatib memberikan perumpamaan ‘Chicken and Egg,’ di mana seringkali Pemerintah berfokus pada penggalangan pendanaan dari investor, sementara para investor mengharapkan pemerintah untuk menyediakan platform dan kerangka peraturan yang diperlukan terlebih dahulu.
Menanggapi hal tersebut, Winters menekankan perlunya kolaborasi dan inovasi. “Kami menyarankan, menciptakan proyek-proyek yang bankable dengan kerangka kerja yang jelas akan memberikan kepercayaan yang dibutuhkan investor untuk memberikan modal pada usaha yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya