Dark/Light Mode

Pasca Merger AP I Dan AP 2

InJourney Airports Fokus Poles Customer Oriented

Rabu, 11 September 2024 07:05 WIB
Dari kiri, Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi, Wakil Menteri BUMN Kartiko Wiroatmodjo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama InJourney Dony Oskaria, foto bersama di acara peresmian merger PT Angkasa Pura (AP) 1 dan PT Angkasa Pura 2 menjadi PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) di Jakarta, Senin (9/9/2024). Entitas baru ini tergabung ke dalam anggota Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata atau PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau Injourney. Foto: KHAIRIZAL ANWAR/RAKYAT MERDEKA/RM.ID
Dari kiri, Direktur Utama InJourney Airports Faik Fahmi, Wakil Menteri BUMN Kartiko Wiroatmodjo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama InJourney Dony Oskaria, foto bersama di acara peresmian merger PT Angkasa Pura (AP) 1 dan PT Angkasa Pura 2 menjadi PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) di Jakarta, Senin (9/9/2024). Entitas baru ini tergabung ke dalam anggota Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata atau PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau Injourney. Foto: KHAIRIZAL ANWAR/RAKYAT MERDEKA/RM.ID

 Sebelumnya 
Tujuan transformasi bandara yang sedang berjalan, adalah untuk menciptakan pengala­man yang menyenangkan pada seluruh rangkaian perjalanan di bandara.

“Khususnya melalui perubah­an mindset dan pola manajemen dalam memberikan pelayanan,” kata Faik.

Ia optimistis, perubahan mindset dari reaktif menjadi prediktif dan proaktif, serta perubahan orientasi kerja dari operational oriented menjadi customer oriented.

“Sehingga mampu menjadi wajah kebanggaan bangsa, di samping tugas utama InJourney Airports sebagai agent of de­velopment dan value creator,” jelas Faik.

Baca juga : Menperin: Untuk Hasilkan SDM Industri Yang Kompeten

Direktur Utama InJourney Dony Oskaria menambahkan, langkah penggabungan ini se­jalan dengan visi Pemerintah untuk meningkatkan konekti­vitas dan aksesibilitas dalam negeri, yang diharapkan akan mendukung pertumbuhan eko­nomi secara keseluruhan. Serta meningkatkan daya saing sektor pariwisata di Indonesia.

“Untuk menyiapkan peng­gabungan ini, pihaknya sudah melakukan proses penyelarasan Standar Operasional Prosedur (SOP), sistem IT (Information Technology), sistem keuangan.

“Hingga operasional bandara yang mana prosesnya telah berlangsung sejak tahun lalu,” beber Dony.

Menanggapi ini, Analis In­dependen Bisnis Penerbangan Nasional Gatot Rahardjo ber­pendapat, dengan penggabungan dua operator bandara ini tentunya akan meningkatkan size perusahaan, baik dari sisi aset, pendapatan dan lainnya.

Baca juga : DPRD DKI Dukung Masa Tugas Heru Diperpanjang

“Dengan peningkatan size ini, kepercayaan maskapai ke opera­tor bandara juga akan mening­kat,” katanya kepada Rakyat Merdeka, Selasa (10/9/2024).

Apalagi, imbuhnya, Angkasa Pura kini menjadi operator dengan jumlah bandara terbanyak yang dikelola, bila dibanding­kan beberapa negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan lainnya.

Karena itu ia berharap, Angkasa Pura ke depannya tetap memberikan pelayanan yang baik dan tetap menjaga kompetitifnya.

Gatot berpesan, walaupun sekarang AP sudah digabung, tetap ada hal-hal yang harus diwaspadai. Misalnya, mengenai birokrasi, handle maskapai non BUMN akan seperti apa.

Baca juga : Deschamps Selamat Dari Cemoohan

“Serta biaya-biaya yang diterapkan, baik ke maskapai mau­pun ke penumpang harus tetap kompetitif,” sarannya.

Ia juga berharap, akan adanya bandara yang menjadi hub untuk memudahkan konektivitas dari barat ke timur Indonesia.

“Nanti, semoga ada hub juga, tapi bukan di Bandara Soetta (Jakarta), yang posisinya bisa membuat penerbangan itu lebih dekat ke timur Indonesia,” pung­kasnya. IMA

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Rabu, 11 September 2024 dengan judul "Pasca Merger AP I Dan AP 2, InJourney Airports Fokus Poles Customer Oriented"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.