Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pasca Merger AP I Dan AP 2
InJourney Airports Fokus Poles Customer Oriented
Rabu, 11 September 2024 07:05 WIB
Sebelumnya
Tujuan transformasi bandara yang sedang berjalan, adalah untuk menciptakan pengalaman yang menyenangkan pada seluruh rangkaian perjalanan di bandara.
“Khususnya melalui perubahan mindset dan pola manajemen dalam memberikan pelayanan,” kata Faik.
Ia optimistis, perubahan mindset dari reaktif menjadi prediktif dan proaktif, serta perubahan orientasi kerja dari operational oriented menjadi customer oriented.
“Sehingga mampu menjadi wajah kebanggaan bangsa, di samping tugas utama InJourney Airports sebagai agent of development dan value creator,” jelas Faik.
Baca juga : Menperin: Untuk Hasilkan SDM Industri Yang Kompeten
Direktur Utama InJourney Dony Oskaria menambahkan, langkah penggabungan ini sejalan dengan visi Pemerintah untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas dalam negeri, yang diharapkan akan mendukung pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Serta meningkatkan daya saing sektor pariwisata di Indonesia.
“Untuk menyiapkan penggabungan ini, pihaknya sudah melakukan proses penyelarasan Standar Operasional Prosedur (SOP), sistem IT (Information Technology), sistem keuangan.
“Hingga operasional bandara yang mana prosesnya telah berlangsung sejak tahun lalu,” beber Dony.
Menanggapi ini, Analis Independen Bisnis Penerbangan Nasional Gatot Rahardjo berpendapat, dengan penggabungan dua operator bandara ini tentunya akan meningkatkan size perusahaan, baik dari sisi aset, pendapatan dan lainnya.
Baca juga : DPRD DKI Dukung Masa Tugas Heru Diperpanjang
“Dengan peningkatan size ini, kepercayaan maskapai ke operator bandara juga akan meningkat,” katanya kepada Rakyat Merdeka, Selasa (10/9/2024).
Apalagi, imbuhnya, Angkasa Pura kini menjadi operator dengan jumlah bandara terbanyak yang dikelola, bila dibandingkan beberapa negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan lainnya.
Karena itu ia berharap, Angkasa Pura ke depannya tetap memberikan pelayanan yang baik dan tetap menjaga kompetitifnya.
Gatot berpesan, walaupun sekarang AP sudah digabung, tetap ada hal-hal yang harus diwaspadai. Misalnya, mengenai birokrasi, handle maskapai non BUMN akan seperti apa.
Baca juga : Deschamps Selamat Dari Cemoohan
“Serta biaya-biaya yang diterapkan, baik ke maskapai maupun ke penumpang harus tetap kompetitif,” sarannya.
Ia juga berharap, akan adanya bandara yang menjadi hub untuk memudahkan konektivitas dari barat ke timur Indonesia.
“Nanti, semoga ada hub juga, tapi bukan di Bandara Soetta (Jakarta), yang posisinya bisa membuat penerbangan itu lebih dekat ke timur Indonesia,” pungkasnya. IMA
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Rabu, 11 September 2024 dengan judul "Pasca Merger AP I Dan AP 2, InJourney Airports Fokus Poles Customer Oriented"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya