Dark/Light Mode

Kantongi Persetujuan Restrukturisasi Senilai Rp 26,3 T

Waskita Karya Bersiap Kebut Pulihkan Kinerja

Sabtu, 14 September 2024 07:05 WIB
restrukturisasi Waskita. Foto: Istimewa
restrukturisasi Waskita. Foto: Istimewa

 Sebelumnya 
Melihat kondisi perseroan saat ini, manajemen Waskita berkomitmen mengembalikan Waskita ke core business sebagai kontraktor murni.

“Perusahaan akan fokus me­maksimalkan kapabilitas, pengalaman, dan keahliannya untuk mengerjakan proyek jalan, jem­batan, gedung, infrastruktur, air, dan lainnya,” katanya.

Selain itu, Waskita Karya berkomitmen memperkuat tata ke­lola perusahaan lewat penguatan dari sisi Governance, Risk, dan Compliance (GRC). Termasuk mengedepankan integritas, akuntabilitas, dan transparansi.

Penguatan tersebut juga dilaku­kan dengan membentuk sejumlah komite untuk melakukan profil­ing proyek rendah risiko, yang memiliki uang muka berskema pembayaran monthly payment.

Perseroan pun memastikan ke­giatan operasional sesuai keten­tuan dan prosedur yang berlaku.

Baca juga : Membangun Diplomasi Budaya Lewat Kesenian

“Waskita turut melakukan langkah-langkah perbaikan melalui strategi delapan Stream Penyehatan Keuangan secara komprehensif dan berkelanjutan,” ucap Oho.

Di antaranya melakukan sen­tralisasi procurement, engineering dan lean construction pada proyek-proyek yang sedang berjalan.

Serta melakukan optimal­isasi main power planning yang menyesuaikan dengan kinerja perusahaan, kegiatan operasional berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi, dan efektivitas perseroan.

Ke depan, perseroan akan fokus pula pada divestasi untuk menurunkan kewajiban. Saat ini Waskita masih memiliki 10 ruas tol dalam grup usaha Waskita Toll Road.

Oho bilang, dengan dukungan dari berbagai pihak terkait, pi­haknya optimistis sukses melaku­kan divestasi atas sisa ruas Tol yang masih dimiliki Waskita.

Baca juga : Duh Serem, Penularan TBC Di DKI Masih Masif

“Proses divestasi ini menjadi kunci dalam menurunkan ke­wajiban perusahaan,” jelas Oho.

Berbagai upaya Waskita Karya sejalan dengan lima tahun kepe­mimpinan Menteri BUMN Erick Thohir, yang terus mendorong pelat merah untuk transformasi.

“Tujuannya, agar seluruh pe­rusahaan milik negara termasuk Waskita Karya, memiliki bisnis yang lebih berkelanjutan,” tan­das Erick kala itu.

Tercatat, kinerja keuangan perseroan pada kuartal II-2024, Waskita Karya meraih pendapatan sebesar Rp 4,47 triliun. Pendapatan itu ditopang dari jasa konstruksi sebesar Rp 3,12 triliun.

Ada pula penjualan beton atau precast yang berkontribusi sebesar Rp 610,96 miliar terhadap pendapatan perseroan. Kemudian ditambah oleh pendapatan jalan tol yang mencapai Rp 563,34 miliar.

Baca juga : Manchester City Vs Brantford, Waspada, Amukan Haaland Kambuh

Selanjutnya, kinerja Gross Profit Margin (GPM) perusahaan naik menjadi 13,3 persen secara tahunan atau year on year (yoy), dari sebelumnya sebesar 8,8 persen.

Kenaikan itu seiring profil proyek yang lebih baik terutama proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Sehingga mendukung optimalisasi kemajuan konstruksi dan lean project.

“Ada 12 proyek IKN yang dikerjakan Waskita, nilai kon­traknya sebesar Rp 7,7 triliun,” pungkasnya. DWI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Sabtu, 14 September 2024 dengan judul "Kantongi Persetujuan Restrukturisasi Senilai Rp 26,3 T, Waskita Karya Bersiap Kebut Pulihkan Kinerja"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.