Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Polemik Munaslub Kadin: Anindya Bantah Kudeta, Arsjad Tempuh Jalur Hukum
Minggu, 15 September 2024 19:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), Anindya Bakrie membantah dituding melakukan kudeta terhadap kepemimpinan Ketum Kadin Arsjad Rasjid. Sebab menurutnya, Munaslub tersebut digelar atas inisiatif dari Kadin daerah dan asosiasi.
Selain itu, ia mengklaim penyelenggaraan Munaslub sudah sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Tidak ilegal seperti yang dituduhkan.
"Jadi merekalah yang membuat panitia untuk menentukan kuorum, jalannya persidangan, dan hasilnya," kata Anin, sapaan akrabnya di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Minggu (15/9).
Baca juga : Munaslub Kadin Pilih Anindya Jadi Ketum, Arsjad Nyatakan Sikap Hari Ini
Anak dari Aburizal Bakrie ini juga menyampaikan alasan anggota Kadin dari seluruh Indonesia berkumpul menggelar Munaslub. Salah satunya adalah untuk membangun perekonomian yang maju dan politik yang stabil.
Akan tetapi, ia menegaskan bahwa Kadin bukan institusi politik. Melainkan adalah wadah pengusaha. "Kadin bukan institusi politik, jadi kita harus bisa merangkul sebanyak mungkin teman-teman di dunia usaha," tegasnya.
Anin juga mengakui bahwa masih ada anggota Kadin yang belum bergabung dalam barisannya, sebagai nahkoda baru hasil Munaslub.
Baca juga : Jadi Ketum Kadin, Anindya Bakal Menghadap Jokowi Dan Prabowo
"Tapi jelas kita tahu beberapa teman kita belum bergabung dan pasti akan bergabung," yakinnya.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Supratman Andi Agtas yang turut hadir di Menara Kadin bersama Ketua MPR, Bambang Soesatyo dan Erwin Aksa menyampaikan ucapan selamat kepada Anindya yang terpilih sebagai Ketua Umum Kadin periode 2024-2029. Ia berharap Kadin bisa menjadi wadah bagi para pengusaha dan mitra yang baik bagi pemerintah.
"Saya berharap ini menjadi wadah untuk kita bersatu, bersatu padu menjadikan Kadin sebagai satu-satunya wadah dan mitra strategis pemerintah dan ini bisa menjadi kebaikan buat semua rakyat Indonesia," harapnya.
Baca juga : Tolak Munaslub, 21 Kadin Daerah Tegaskan Dukung Arsjad Rasjid
Meski demikian, penetapan Anindya sebagai Ketum Kadin hasil Munaslub ditolak oleh kubu Ketua Umum Kadin saat ini, Arsjad Rasjid. Arsjad mengatakan Munaslub tersebut telah menyimpang dari AD/ART Kadin Indonesia. Menurutnya, Munaslub tidak cukup syarat karena tidak memenuhi permintaan sekurang-kurangnya 1/2 jumlah Kadin Provinsi dan 1/2 dari jumlah Anggota Luar Biasa tingkat nasional yang mengikuti Munas terakhir.
"Kegiatan Munaslub pada 14 September kemarin tidak sah. 21 dari 35 Kadin Provinsi tegas menolak kegiatan itu," ujar Arsjad dalam konferensi pers yang digelar di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Minggu (15/9).
Ia mengaku akan segera menyurati presiden Jokowi perihal polemik Munaslub tersebut untuk menyampaikan bahwa Munaslub Kadin pada Sabtu (14/9) lalu adalah ilegal. Selain menyurati Jokowi, Arsjad juga akan menempuh jalur hukum. "Untuk menjaga integritas dan menegakkan aturan," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya