Dark/Light Mode

Inovasi Teknologi Hilirisasi Berkembang

Senin, 23 September 2024 07:34 WIB
Proses hilirisasi hasil tambang yang dilakukan anak usaha MIND ID. (Foto: MIND ID)
Proses hilirisasi hasil tambang yang dilakukan anak usaha MIND ID. (Foto: MIND ID)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program hilirisasi menumbuhkan semangat pengembangan teknologi di perusahaan. Tujuannya, agar bisa mendapatkan nilai tambah yang sebesar-besarnya.

Salah satunya, di MIND ID. BUMN Holding Industri Pertambangan kini memperkuat implementasi smart operation melalui automasi, digitalisasi, dan inovasi guna mengoptimalkan peningkatan nilai tambah dari program hilirisasi sektor pertambangan Indonesia.

Baca juga : Rektor Universitas Pancasila Dorong Digitalisasi SDA Berkelanjutan

Corporate Secretary MIND ID Heri Yusuf mengatakan, penguatan program hilirisasi Grup MIND ID dijalankan secara komprehensif. Termasuk melalui implementasi transformasi digital yang memberi dampak positif pada peningkatan produksi, efisiensi, dan mitigasi risiko.

Grup MIND ID mampu mengadopsi teknologi artificial intelligence (AI), machine learning, dan robotic secara masif yang digunakan anggota holding, seperti PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium, PT Timah Tbk, dan PT Vale Indonesia Tbk. Dalam operasional pertambangan, sudah banyak mesin dan kendaraan yang dikendalikan dari jarak jauh, dengan berbagai sensor yang membantu operator untuk mengenali potensi kandungan mineral sekaligus pengendalian risiko yang dapat terjadi di lapangan.

Baca juga : Shandong Kenalkan Teknologi Pertambangan Canggih Di JIEXPO

“Transformasi digital operasional secara bertahap dilakukan untuk memberikan nilai tambah di seluruh rantai proses penambangan dan pengolahan mineral. Upaya tersebut bertujuan untuk mewujudkan aktivitas operasional yang optimal sekaligus efisien,” terang Heri.

Salah satu contoh konkret dari langkah tersebut ialah adopsi teknologi canggih yang dilakukan PT Freeport Indonesia dalam penerapan operasional tambang pintar (smart mining). Freeport Indonesia telah memimpin penerapan teknologi canggih di industri pertambangan. Beberapa di antaranya seperti optimalisasi teknologi 5G, artificial intelligence, machine learning, dan robotic dalam operasi tambang.

Baca juga : Pemerintah Kebut Proyek IKN

Peneliti Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ariyo Irhamna menganggap, teknologi merupakan salah satu komponen yang tak bisa dipisahkan dalam hilirisasi. Dia mendorong, inovasi dan teknologi ini tidak hanya dalam proses, tapi produk. Sebagai contoh hilirisasi nikel. Selama ini, publik sering mendengar bahwa produk turunan nikel adalah baterai. Namun, untuk menjadi sebuah baterai, diperlukan serangkaian proses dan teknologi. “Saya berharap, ke depan fokus kita adalah penguatan teknologi,” pesan Ariyo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.