Dark/Light Mode

Kondisi Global Penuh Ketidakpastian

Kinerja Bank Dioptimalkan Agar Jadi Bantalan Ekonomi

Selasa, 8 Oktober 2024 07:05 WIB
Kondisi Global Penuh Ketidakpastian Kinerja Bank Dioptimalkan Agar Jadi Bantalan Ekonomi

 Sebelumnya 
Bahkan, likuiditas industri perbankan pada Agustus 2024 dinilai tetap memadai.

Sementara, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL (Non Performing Loan) gross perbankan sedikit turun ke level 2,26 persen, dan NPL net sebesar 0,78 persen.

Sedangkan Loan at Risk (LaR) menunjukkan tren penurunan menjadi sebesar 10,17 persen.

Ia menjelaskan, rasio LaR tersebut mendekati level sebe­lum pandemi, yaitu sebesar 9,93 persen pada Desember 2019.

Secara umum, tingkat profitabilitas bank (ROA/Return on Asset) stabil di level yang tinggi yaitu 2,69 persen, yang menun­jukkan kinerja industri perbankan tetap resilien dan stabil.

Baca juga : Kadin Usul Rakyat Dikasih Insentif Fiskal Dan Bansos

Ia menambahkan, porsi produk kredit Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan sebesar 0,24 persen, namun terus mencatatkan pertumbuhan yang tinggi.

Dia lalu merinci, per Agustus 2024 baki debet kredit BNPL tumbuh 40,68 persen yoy (Juli 2024: 33,66 persen) menjadi Rp 18,38 triliun.

“Dengan total jumlah rekening 18,95 juta (Juli 2024: 17,90 juta),” imbuhnya.

Adapun risiko kredit untuk BNPL perbankan turun ke level 2,21 persen.

Ia menilai, meskipun kebi­jakan penurunan suku bunga mendorong sentimen positif di pasar keuangan, tetapi sinyal pelemahan kinerja perekono­mian global, tensi geopolitik yang persistent tinggi dan koreksi terhadap harga komoditas, telah mengakibatkan risiko ketidak­pastian ke depan masih tinggi.

Baca juga : APBD Fokus Atasi Macet, Banjir Dan Pengangguran

“Sehingga hal ini perlu di­waspadai oleh sektor jasa keuangan dan melakukan langkah antisipatif yang diperlukan,” imbaunya.

Ia mencontohkan, Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) disebut telah menurunkan outlook per­tumbuhan ekonomi AS tahun 2024, seiring kenaikan level pengangguran dan penurunan inflasi.

Menurut Mahendra, China, juga pengalami perlambatan ak­tivitas manufaktur yang mendo­rong kenaikan tingkat pengang­guran ke level tertinggi dalam enam bulan terakhir

“Serta tingkat pengangguran muda yang meningkat,” ujar mantan Wakil Menteri Luar Negeri ini.

Dia juga menyebut perekono­mian Eropa semakin tertekan, yang terlihat dari penurunan out­look pertumbuhan dan proyeksi peningkatan inflasi.

Baca juga : Persaingan Barca Dan Madrid Mulai Panas, Lewandowski Menyala

Sehingga perkembangan tersebut mendorong Bank Sentral global memulai siklus penu­runan suku bunga yang cukup agresif. Karena The Fed menu­runkan Fed Fund Rate sebesar 50 basis points (bps).

Adapun People’s Bank of Chi­na (PBOC/Bank Sentral China) dinilai cukup agresif dalam men­dukung perekonomian, dengan menurunkan suku bunga dan berjanji akan mengambil kebi­jakan akomodatif lanjutan. IMA

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Selasa, 8 Oktober 2024 dengan judul "Kondisi Global Penuh Ketidakpastian, Kinerja Bank Dioptimalkan Agar Jadi Bantalan Ekonomi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.