Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Luhut Resmikan Pabrik Katoda LFP Di Kendal
Baterai Mobil Listrik RI Siap Banjiri Pasar Dunia
Rabu, 9 Oktober 2024 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT LBM Energi Baru Indonesia, perusahaan yang memproduksi bahan katoda Lithium Ferro Phosphate (LFP), resmi beroperasi di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah, Selasa (8/10/2024). Pabrik ini digadang-gadang bakal memasok kebutuhan baterai untuk 3 juta mobil listrik di seluruh dunia.
Pabrik tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
Mengenakan kemeja putih dipadu celana hitam, Luhut tiba di pabrik PT LBM Energi Baru Indonesia sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung berkeliling pabrik.
Baca juga : Budaya Betawi Masuk Kurikulum Pendidikan
Pabrik ini merupakan konsorsium antara Indonesia Investment Authority (INA) dan Changzhou Liyuan New Energy Technology Co, Ltd.
Luhut menegaskan, ini bukan sekadar pabrik, tetapi fondasi ekosistem EV (Electric Vehicle) Indonesia yang terintegrasi.
“Melalui penyempurnaan rantai produksi baterai lithium, tidak kurang dari 3 juta unit kendaraan listrik di seluruh dunia akan dipenuhi kebutuhan baterai lithiumnya oleh industri di Indonesia,” ujar Luhut.
Baca juga : Lanjutkan Karier Di Amerika, Pogba ‘Dicerai’ Nyonya Tua
Pabrik dengan nilai investasi 350 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,1 triliun ini, memiliki kapasitas produksi hingga 120.000 ton material katoda per tahun, setelah Fase IIpada akhir tahun 2025. Produknya akan diekspor ke Amerika, Eropa, Jepang hingga Korea.
Luhut menerangkan, proyeksi pendapatan mencapai 1,2 miliar dolar AS per tahun. Selain itu, pabrik ini juga akan menciptakan 2 ribu lapangan kerja, 92 persen di antaranya diisi oleh tenaga kerja lokal.
Pabrik ini juga sejalan dengan cita-cita Presiden Jokowi yang tidak ingin Indonesia hanya menjadi negara eksportir bahan mentah saja.
Baca juga : Jelang Laga Lawan Bahrain, Tim Garuda Nikmati Latihan Dan Tanpa Beban
Indonesia harus menciptakan nilai tambah di negeri sendiri dan membangun industri hilir. Terutama di sektor yang akan mendominasi masa depan, ekosistem kendaraan listrik.
“Hilirisasi bukan hanya kata-kata, tetapi strategi besar untuk mempercepat kemajuan Indonesia,” tegasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya