Dark/Light Mode

Dukung Pemerintah Tekan Emisi Karbon

Kilang Pertamina Siap Kembangkan BBM Ramah Lingkungan

Kamis, 10 Oktober 2024 17:11 WIB
Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman (kedua dari kanan), Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arie Rachmadi (kedua dari kiri) Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS), Ali Ahmudi Achyak (kanan), dan Redaktur Kontan Azis Husaini, dalam Brunch Talk bertajuk Decarbonizing the Future: The Role of Green Fuel in Reducing Emissions yang diselenggarakan oleh Editor Energy Society (E2S) di Jakarta, Kamis (10/10/2024). (Foto: Fazry/RM.id)
Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman (kedua dari kanan), Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arie Rachmadi (kedua dari kiri) Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS), Ali Ahmudi Achyak (kanan), dan Redaktur Kontan Azis Husaini, dalam Brunch Talk bertajuk Decarbonizing the Future: The Role of Green Fuel in Reducing Emissions yang diselenggarakan oleh Editor Energy Society (E2S) di Jakarta, Kamis (10/10/2024). (Foto: Fazry/RM.id)

 Sebelumnya 
Menurut Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS), Ali Ahmudi Achyak, tantangan terbesar untuk bisa mendorong program biofuel selain pasokan bahan baku adalah harganya yang masih tinggi.

Baca juga : Pemerintah Akan Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Sudan, Yaman, Palestina, & Vietnam

Ini dinilai wajar karena energi baru terbarukan (EBT) masih dianggap energi mahal karena penggunaannya tidak sebanyak energi fosil.

Baca juga : Perbasi Kota Tangerang Percantik Lapangan Basket Ahmad Yani

Untuk itu penetrasi dan dukungan dari pemerintah menjadi krusial.

Baca juga : Masyarakat Kembangan Utara Lepas Nyamuk Ber-Wolbachia

"Harus ada kemauan baik dari pemerintah caranya dengan memberikan insentif untuk memastikan ketersediaan feedstock. Feed in tariff harus dikeluarkan," ungkap Ali.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.