Dark/Light Mode

Diversifikasi dan Inovasi Kunci Tingkatkan Daya Saing di Pasar Global

Rabu, 16 Oktober 2024 22:19 WIB
Ilustrasi ekspor Indonesia. (Foto: Qori/RM)
Ilustrasi ekspor Indonesia. (Foto: Qori/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdagangan internasional terus menjadi elemen kunci bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, di balik setiap transaksi ekspor dan impor terdapat tantangan besar yang perlu dihadapi. Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah aktif dalam merundingkan berbagai perjanjian perdagangan global untuk membuka akses baru bagi produk lokal dan memperkuat posisi negara di pasar internasional.

Salah satu pencapaian besar Indonesia adalah dalam perjanjian-perjanjian penting seperti ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Kedua perjanjian tersebut tidak hanya memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor, tetapi juga memunculkan tantangan baru. 

Pakar ekonomi dari Universitas Esa Unggul (UEU), Lia Amalia, mengungkapkan, tantangan utama yang dihadapi Indonesia dalam perdagangan internasional adalah ketergantungan pada komoditas mentah. Indonesia masih sangat bergantung pada ekspor komoditas seperti batu bara, minyak sawit, dan hasil tambang lainnya.

Baca juga : Waspadai Penurunan Daya Beli Masyarakat

“Padahal, untuk meningkatkan daya saing di pasar global, Indonesia harus mulai bergerak menuju diversifikasi produk ekspor," ujar Lia, dalam keterangannya, Rabu (16/10/2024).

Lia menambahkan, diversifikasi ini tidak hanya berarti mengembangkan sektor-sektor baru, tetapi juga melakukan inovasi pada produk yang sudah ada. Negara-negara maju yang dihadapi Indonesia di pasar internasional memiliki produk bernilai tambah tinggi, didukung oleh teknologi yang canggih. “Indonesia perlu meningkatkan kapasitas inovasi, terutama di sektor manufaktur, untuk bisa bersaing di panggung global," jelasnya.

Menurut Lia, RCEP dan ATIGA memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas pasar. Tetapi, kesuksesan tidak bisa diraih tanpa peningkatan kualitas dan nilai tambah produk.

Baca juga : Dialog dengan Pelaku Seni, Agi Tegaskan Komitmen Majukan Seni di Bengkulu

"Kita harus mulai memanfaatkan teknologi dan rantai pasok global secara lebih efektif. Sektor-sektor seperti manufaktur, produk teknologi, dan pertanian yang diproses harus mendapat perhatian lebih untuk menciptakan produk dengan daya saing yang lebih tinggi," lanjutnya.

Lia mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi besar untuk lebih bersinar di perdagangan internasional asalkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bekerja sama dalam meningkatkan daya saing. "Diversifikasi dan inovasi adalah kunci utama,” terangnya.

Menurut Lia, jika bisa mengatasi ketergantungan pada komoditas dan mulai menciptakan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi, Indonesia bisa menjadi kekuatan ekonomi global yang lebih diperhitungkan. Dengan fokus pada peningkatan kualitas produk, diversifikasi sektor ekspor, serta penguatan infrastruktur dan logistik, Indonesia diharapkan bisa memanfaatkan berbagai peluang perdagangan internasional yang ada, sekaligus mengatasi tantangan yang muncul di era globalisasi ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.