Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
KCE Dan KTI Kerja Sama Jual Beli Tenaga Listrik PLTS Atap
Kamis, 24 Oktober 2024 18:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Krakatau Chandra Energi (KCE) melakukan penandatanganan perjanjian Jual Tenaga Listrik Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap dengan PT. Krakatau Tirta Industri (KTI).
Kolaborasi ini merupakan bagian dari inisiatif kedua Perusahaan untuk meningkatkan efisiensi energi dan mempromosikan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam operasional industri.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama KCE, Erri Dewi Riani dan Direktur Utama KTI, Pria Utama di Jakarta, Rabu (23/10/2024). Acara disaksikan oleh Direktur Operasi dan Komersial KCE, Ari Azhar dan Direktur Keuangan, SDM dan Pengembangan Usaha KCE, Harry M. Tamin serta Direktur Pengembangan Usaha dan Komersial KTI, Agus Lukmanul Hakim.
Dengan penandatanganan ini, KCE dan KTI resmi melakukan Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) PLTS Atap dengan Total kapasitas mencapai 1,8 MWp. Nantinya, KCE akan membangun PLTS Atap di atas fasilitas dan bangunan milik KTI dan menyalurkan serta menjual tenaga listrik tersebut kepada KTI.
Baca juga : UMKM Binaan Pertamina Go Global, Teken 3 Kerja Sama Dagang Di Hari Pertama TEI
Pemasangan PLTS Atap ini akan memberikan kontribusi besar dalam memaksimalkan lokasi operasional sebagai sumber peningkatan efisiensi energi.
Direktur Utama KCE, Erri Dewi Riani mengatakan, kemitraan dengan KTI dalam proyek PLTS Atap ini merupakan komitmen Perusahaan untuk terus mendukung pengembangan industri hijau dan menurunkan emisi karbon di Kawasan Industri Krakatau melalui pelayanan pengembangan proyek panel surya di berbagai sektor industri.
“Seiring meningkatnya kebutuhan akan energi EBT, kami dapat menyediakan solusi untuk membantu industri mencapai tujuan keberlanjutan serta dalam meningkatkan efisiensi operasional,” ujarnya.
Direktur Utama KTI, Pria Utama menyampaikan, perjanjian ini menjadi langkah nyata Perusahaan menapaki masa depan yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan energi surya, kami tidak hanya mengurangi biaya operasional, tetapi juga mampu mengurangi emisi karbon dalam upaya global memitigasi perubahan iklim.
Baca juga : BRIN Dan TNI AL Kerja Sama Riset Pengembangan Drone
“Kami berharap kerja sama kedua belah pihak tidak berhenti hanya di PLTS Atap tapi juga dapat terus berlangsung dengan pengembangan-pengembangan EBT lainnya,” ujar Pria.
Sistem PLTS Atap yang dirancang dan dipasang oleh KCE ini akan dibangun dalam tiga tahap. Tahap pertama, pembangunan PLTS Atap akan menyasar area Gedung Excellence Center (GEC) dan Water Treatment Plant (WTP) Cidanau milik KTI dengan potensi energi mencapai 287 kWp.
Pada Tahap 2 dan 3, pembangunan PLTS Atap direncanakan fokus pada area WTP Krenceng dan gedung perkantoran dan workshop PT Krakatau Tirta Operasi dan Pemeliharaan (KTOP) dengan potensi energi mencapai 1.568 kWp, sehingga total keseluruhan pembangunan mencapai kapasitas 1.855 kWp.
Proyek ini dijadwalkan akan mulai dipasang pada awal tahun 2025 dan ditargetkan tuntas seluruhnya pada 2026. Inisiatif kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama kedua perusahaan terhadap kepedulian lingkungan dan selaras dengan kebijakan pemerintah dalam mempromosikan penggunaan energi terbarukan di seluruh Indonesia.
Baca juga : Kadin Puji Kerja Menkominfo Berantas Judol Hingga Kelola Ekosistem UMKM Digital
Seperti diketahui, KCE menyediakan solusi energi terbarukan yang andal berupa pengembangan PLTS Atap, Ground-Mounted, dan Terapung. Kemitraan ini sejalan dengan misi KCE untuk menyediakan solusi energi bersih berkualitas tinggi dan kompetitif bagi industri maupun pelanggan ritel.
Untuk diketahui, PT Krakatau Chandra Energi (KCE) adalah perusahaan penyedia tenaga listrik, jasa kelistrikan dan energi baru terbarukan (EBT) yang andal dan bersaing di Indonesia. Sedangkan, PT. Krakatau Tirta Industri (KTI) merupakan perusahaan penyedia solusi air bersih, dan air industri untuk masyarakat dan industri di Kota Cilegon dan sekitarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya