Dark/Light Mode

Prabowo Ingin Bangun 3 Juta Rumah Per Tahun Untuk Masyarakat

Sabtu, 19 Oktober 2024 16:44 WIB
Pembangunan rumah layak huni untuk masyarakat d
Pembangunan rumah layak huni untuk masyarakat d

RM.id  Rakyat Merdeka - Rumahku istanaku merupakan istilah yang sering digunakan bagi setiap orang yang memimpikan untuk tinggal di hunian yang layak dan nyaman. 

Rumah pada dasarnya tidak hanya sebagai tempat tinggal semata, tapi juga menjadi tempat ‘multifungsi’ lainnya, seperti untuk tempat  membina keluarga, tempat mendidik anak-anak hingga tempat untuk bekerja.

Meskipun demikian, penyediaan rumah juga tidak terlepas dari masalah yang menghantui. Semakin bertambahnya jumlah penduduk yang tidak diimbangi dengan pembangunan hunian yang layak dan terjangkau memungkinkan munculnya kawasan-kawasan kumuh baru. 

Selain itu, masalah harga rumah yang terus naik dari tahun ke tahun juga menjadi momok tersendiri bagi banyak orang karena keterbatasan ekonomi dan lapangan pekerjaan yang semakin terbatas.

Dalam waktu dekat Presiden dan Wakil Presiden Terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka akan segera menggantikan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi dan Ma’ruf Amin. Mereka akan dilantik pada Minggu 20 Oktober 2024. Hal itu tentunya akan berdampak pada Kementerian / Lembaga pemerintahan yang akan menjalankan berbagai program dan kebijakan pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden baru.

Di sektor perumahan misalnya, Prabowo Subianto memiliki ‘janji politik’ untuk membangun 3 juta rumah untuk masyarakat setiap tahunnya. Target tersebut, tentunya sangat besar ketimbang Program Sejuta Rumah (PSR) yang hanya menargetkan satu juta unit rumah setiap tahun.  

Baca juga : Muluskan Transisi, Prabowo Instruksikan Calon Wamen Tancap Gas

Membangun rumah layak huni pada dasarnya merupakan tugas mulia dan menjadi salah satu hal yang harus menjadi prioritas pemerintah. Adanya janji pembangunan 3 juta rumah menjadikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat harus bersedia untuk dipisahkan me jadi dua kementerian yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan Rakyat atau apapun nama kementeriannya nanti yang akan dipilih.

Lalu, siapakah nanti yang akan di pilih oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin Kementerian yang khusus membangun rumah rakyat ini? 

Adanya calon menteri yang sudah dipanggil oleh Presiden Prabowo Subianto tentunya diharapkan bisa membawa kesejahteraan dari sisi papan. 

Sebagian besar mungkin calon menteri tersebut ada yang dari politikus maupun profesional, namun tujuannya tentu ingin bekerja sebaik mungkin dan menunjukkan program-programnya kepada masyarakat. 

Selain itu, juga harus menjaga iklim sektor perumahan yang berdampak besar pada investasi di mana sekitar 186 sektor industri terkait dengan perumahan dan membuka ribuan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Tugas berat tentunya menanti Menteri Perumahan mengingat masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Misalnya, masalah backlog perumahan di Indonesia.

Baca juga : Istana: Prabowo Ingin Lantik Kepala BIN Pengganti BG Bersama Menteri

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 masih berada pada angka 9,9 juta. Angka ini memang mengalami penurunan jika dibandingkan dengan angka backlog perumahan tahun 2022 yang mencapai angka 12,5 juta. Tapi apakah data tersebut, riil atau sampling tentunya harus segera dilaksanakan pendataan menyeluruh mengenai backlog ini.

Masalah data pasti perumahan ini tentunya bisa segera diselesaikan apabila pemerintah daerah memiliki data tentang jumlah dan kondisi rumah masyarakatnya. Dari data tersebut, nantinya pemerintah bisa menggunakannya sebagai dasar penyaluran bantuan yang pasti sehingga tidak ada lagi tumpang tindih penyaluran bantuan baik pemerintah pusat maupun daerah.

Penggunaan teknologi informasi melalui digitalisasi data perumahan juga memungkinkan untuk dilakukan dengan cara mentangging atau menandai rumah-rumah melalui aplikasi sehingga diperoleh data rumah masyarakat baik yang belum atau yang sudah mendapatkan bantuan perumahan.

Kemudian masalah kualitas bangunan rumah bantuan pemerintah juga harus mendapat perhatian khusus. Letak geografis Indonesia yang berada di jalur lempeng patahan gempa menuntut bangunan rumah harus bahkan wajib memiliki konstruksi tahan gempa. 

Berbagai teknologi konstruksi rumah tahan gempa sudah dimiliki oleh pemerintah sebisa mungkin bisa dimanfaatkan untuk membangun rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Adanya prototipe desain rumah sederhana masyarakat juga diperlukan agar tipe rumah masyarakat khususnya bisa seragam sehingga harga jualnya tidak mengalami kenaikan atau berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Baca juga : Waspadai Penurunan Daya Beli Masyarakat

Tak lupa, masalah keberlanjutan lingkungan misalnya aspek lingkungan hijau dalam pembangunan perumahan. Lingkungan yang terjaga dengan mewajibkan warga untuk menanam minimal satu pohon penghijauan di setiap rumah sehingga lingkungan lebih asri dan nyaman untuk di huni.

Dari sisi pembiayaan perumahan tentunya tidak bisa dianggap sebelah mata. Adanya fluktuasi suku bunga kredit pemilihan rumah membuat pemerintah mengandalkan KPR dengan Skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), di mana masyarakat bisa memiliki rumah dengan KPR yang bunganya tetap selama masa tenor angsuran.

Berbagai program perumahan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah, seperti penyaluran Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lebih dikenal masyarakat dengan istilah bedah rumah, pembangunan rumah susun sebagai upaya optimalisasi lahan serta rumah khusus dan penyaluran bantuan Prasarana Sarana dan Utilitas untuk rumah bersubsidi ke depan juga bisa dilanjutkan mengingat program bantuan tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Di sisi lain, pemberlakukan aturan hunian berimbang saat ini dirasa juga belum optimal. Adanya kewajiban pengembang perumahan mewah untuk membangun rumah sederhana dengan perbandingan 1:2:3 harus segera dilaksanakan sebagai upaya penyediaan rumah sehingga tidak menggunakan dana APBN lagi.

Penulis: Ristyan Mega Putra, Pranata Humas Ahli Muda Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.