Dark/Light Mode

Kantongi Laba Rp 16,3 Triliun

BNI Konsisten Mendukung Program Prioritas Pemerintah

Minggu, 27 Oktober 2024 07:05 WIB
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar. Foto: Istimewa
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Sepanjang Januari-September 2024, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mampu mencatatkan kenaikan laba 3,5 persen secara year on year (yoy) atau menjadi Rp 16,3 triliun.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, pertum­buhan laba terjadi karena dido­rong oleh pulihnya pendapatan operasional dan kualitas aset yang terjaga dengan baik.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sebut Royke, per­tumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI, terutama berasal dari pertumbuhan tabungan ritel.

“Ini sejalan dengan program transformasi struktur pendan­aan,” kata Royke dalam konfer­ensi pers Kuartal III-2024 secara virtual, Jumat (25/10/2024).

Baca juga : Prabowo: Swasembada Pangan Harus Terwujud

Menurut Royke, hal tersebut berdampak pada perbaikan Cost of Fund (CoF) BNI yang ter­cermin pada rasio Net Interest Margin (NIM) kuartal III-2024.

Pertumbuhan ini didukung oleh program terstruktur perusahaan, termasuk digitalisasi aplikasi mo­bile terbaru, wondr by BNI serta transformasi jaringan cabang yang berfokus pada sales culture.

Dia menegaskan, BNI terus menunjukkan konsistensinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dengan mengoptimalkan peluang ekspansi yang tersedia.

BNI melihat peluang pertum­buhan bisnis yang signifikan dan berkelanjutan sejalan dengan visi Pemerintah Presiden Prabowo Subianto. Terutama yang terkait beberapa hal. Seperti pening­katan PDB (Produk Domestik Bruto), pengentasan kemiskinan serta berbagai program sektoral. Hal ini meliputi infrastruktur, ketahanan energi dan pangan, pemberdayaan UKM (Usaha Mikro Kecil), hilirisasi industri. Termasuk pertanian dan perikan­an, serta program perumahan.

Baca juga : DPRD Usul Akses Masuk Ke Pantai Ancol Gratis

Royke menilai, optimisme ter­hadap kebijakan prioritas eko­nomi pemerintahan baru telah diiringi proses transisi yang berjalan lancar.

“Ini diiharapkan dapat men­jadi katalisator pertumbuhan kredit sektor perbankan di masa mendatang,” jelasnya.

Mantan Direktur Mandiri ini juga mengatakan, kinerja solid BNI pada kuartal III-2024 mencerminkan ke­mampuan perusahaan menghadapi tantangan ekonomi, baik domestik maupun global.

BNI turut mencatatkan re­covery kinerja, terutama pada kuartal III-2024. Pendapatan Operasional Sebelum Pencadan­gan (PPOP) di kuartal III-2024 mencapai Rp 8,8 triliun, atau hampir menyentuh posisi ter­tingginya pada kuartal III tahun lalu sebesar Rp 8,9 triliun.

Baca juga : Laga Gengsi, Duel Duo Thuram

Pencapaian PPOP yang solid ini berasal dari kenaikan margin bunga bersih atau NIM maupun pendapatan non bunga.

“NIM perseroan naik 40 bps (basis poin) secara kuartalan menjadi 4,4 persen, ditopang oleh perbaikan yield kredit maupun penurunan biaya dana,” ujarnya.

Kemudian, penyaluran kredit naik 9,5 persen yoy menjadi Rp 735 triliun ditopang oleh segmen berisiko rendah.

Sementara kredit korporasi blue chip, baik dari sektor swasta mau­pun BUMN serta institusi Peme­rintah, kredit konsumer dan kontri­busi dari perusahaan anak menjadi sumber pertumbuhan terbesar.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.