Dark/Light Mode

Kantongi Laba Rp 16,3 Triliun

BNI Konsisten Mendukung Program Prioritas Pemerintah

Minggu, 27 Oktober 2024 07:05 WIB
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar. Foto: Istimewa
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar. Foto: Istimewa

 Sebelumnya 
Royke menegaskan, fokus transformasi emiten bersandi saham BBNI tersebut tahun ini telah memperbaiki struktur dana pihak ketiga.

“Kami berharap diversifikasi sumber dana ini akan lebih baik lagi ke depan,” tegasnya.

Kredit Double Digit Akhir 2024

Di kesempatan yang sama, Di­rektur Finance BNI Novita Widya Anggraini mengatakan, kinerja intermediasi BNI tumbuh positif dan seimbang. Ini sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional yang semakin membaik.

“Mesin pertumbuhan bisnis BNI berada dalam kondisi prima untuk melakukan ekspansi sam­bil tetap menjaga kualitas aset,” ungkapnya.

Baca juga : Prabowo: Swasembada Pangan Harus Terwujud

Hal ini tercermin dalam pe­nyaluran kredit yang tumbuh 9,5 persen yoy menjadi Rp 735 triliun hingga September 2024.

Pertumbuhan ini didorong oleh segmen korporasi yang mencatat kenaikan 15,1 persen yoy menjadi Rp 409,2 triliun.

Selain itu, segmen konsumer secara keseluruhan mencatat pertumbuhan 14,6 persen yoy menjadi Rp 137 triliun. Dengan kredit personal (payroll) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebagai pendorong utama.

Novita menggarisbawahi, ta­hun ini untuk segmen menengah dan kecil masih difokuskan dalam hal perbaikan credit underwriting.

Baca juga : DPRD Usul Akses Masuk Ke Pantai Ancol Gratis

“Kedua segmen ini akan siap menjadi diversifikasi pertumbuhan kredit BNI tahun depan,” katanya.

Selanjutnya, di tengah pertum­buhan ekonomi Indonesia yang cenderung stabil di kuartal III-2024 di level 5 persen, termasuk suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang turun 25 basis poin (bps) yang diproyeksi terus berlanjut di kuartal IV-2024 ke level 4,75-5 persen, BNI meyakini pertumbuhan peru­sahaan juga akan tetap terjadi.

Kredit fokus di segmen bisnis yang sehat, fokus pada korporasi dan konsumer.

“Kami juga menggiatkan perusahaan anak dengan menambah likuiditas. Harapan kami bisa mencapai 10 hingga 12 persen pertumbuhan kredit akhir 2024,” ucap Novita.

Baca juga : Laga Gengsi, Duel Duo Thuram

Dia menegaskan, peluang bisnis terlihat pada proyeksi pertumbuhan PDB yang fokus pada sektor prioritas, seperti hilirisasi, ketahanan energi dan pangan maupun perumahan. “Pada 2025, proyeksi kami lebih baik di banding 2024,” harapnya.

Sebagai hasil dari akselerasi kredit pada segmen berisiko rendah, kualitas aset BNI terus membaik. Ini ditandai dengan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang berhasil dipertahankan di level 2 persen pada kuartal III-2024. DWI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Minggu, 27 Oktober 2024 dengan judul "Kantongi Laba Rp 16,3 Triliun BNI Konsisten Mendukung Program Prioritas Pemerintah"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.