Dark/Light Mode

Meski Risiko Geopolitik Meningkat

Kinerja Sektor Keuangan RI Tetap Stabil Dan Terjaga

Senin, 4 November 2024 07:05 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja sektor jasa keuangan di Tanah Air tetap stabil dan terjaga meski risiko geopolitik sedang meningkat dan aktivitas perekonomian global melemah.

Hal itu dilaporkan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar.

“Perlambatan pertumbuhan di beberapa negara utama dan ketidakpastian geopolitik, menjadi tantangan utama bagi ekonomi global saat ini,” kata Mahendra dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK, Jumat (30/10/2024) secara virtual.

Mahendra menuturkan, perekonomian AS menunjukkan perkembangan yang lebih baik dari ekspektasi awal, seiring solidnya pasar tenaga kerja serta membaiknya permintaan domestik.

Di Eropa, aktivitas perekonomian juga mulai membaik yang terlihat dari naiknya penjualan ritel. Namun dari sisi manufaktur masih relatif tertekan.

Baca juga : Hore, Tarif Sewa Rusun Pasar Rumput Diturunin

Sementara pertumbuhan ekonomi China pada kuartal III-2024 masih menunjukkan perlambatan, baik dari sisi demand maupun supply.

Hal ini mendorong Pemerintah dan Bank Sentral China terus mengeluarkan stimulus untuk mendorong sektor riil.

“Dan kembali melonggarkan kebijakan moneter,” katanya.

Menurut Mahendra, risiko geopolitik global yang meningkat turut menjadi tantangan bagi prospek perekonomian ke depan. Terutama terkait eskalasi konflik di Timur Tengah. Serta dinamika politik di AS menjelang Pemilihan Presiden pada Selasa ini, 5 November 2024.

“Instabilitas yang terjadi di Timur Tengah menyebabkan harga komoditas safe haven, seperti emas meningkat,” jelas mantan Wakil Menteri Keuangan ini.

Baca juga : Rekor Kemenangan The Citizens Terputus

Bahkan, imbuh Mahendra, perkembangan tersebut menyebabkan premi risiko meningkat dan kenaikan yield secara global.

Hal ini mendorong aliran modal keluar (outflow) dari negara emerging markets, termasuk Indonesia. Sehingga pasar keuangan mayoritas emerging markets melemah.

Kinerja perekonomian secara umum masih terjaga stabil di tengah lemahnya kondisi perekonomian global.

“Dan inflasi inti terjaga, serta neraca perdagangan masih mencatatkan surplus sejak Juli 2024,” sebutnya.

Namun demikian, perlu dicermati Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang masih berada di zona kontraksi, serta pemulihan daya beli yang berlangsung relatif lambat.

Baca juga : MotoGP, Pecco Dan Martin Makin Membara

Dari sisi pasar saham domestik pada Oktober 2024 menguat sebesar 1,05 persen mtd (month to date) per 29 Oktober 2024 ke level 7.606,60.

Nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 12.719 triliun, atau naik 1,33 persen mtd (secara year to date/ytd naik 9,02 persen).

Kredit Tumbuh Double Digit

Dari sisi kinerja intermediasi perbankan, juga tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.

Per September 2024, pertumbuhan kredit bahkan masih melanjutkan pertumbuhan double digit sebesar 10,85 persen yoy menjadi Rp 7.579,25 triliun.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.