Dark/Light Mode

Intip Bagaimana Implementasi Responsible Financing yang Dilakukan BNI

Rabu, 13 November 2024 18:50 WIB
Intip Bagaimana Implementasi Responsible Financing yang Dilakukan BNI

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memiliki posisi yang memadai untuk menerbitkan obligasi ramah lingkungan atau green bonds.

Hal ini sejalan dengan kerangka yang kuat, transparan dan selaras sesuai dengan empat komponen inti Prinsip-prinsip green bonds 2021.

Menanggapi apa yang dilakukan BNI terkait responsible financing ini, Head of Research MNC Sekuritas, Victoria Venny mengatakan, inisiatif dari BBNI dalam melakukan pembiayaan ini sejalan dengan arah perubahan tren global yang mana memang sudah banyak fund-fund mengarah pada ESG-investment.

“Langkah ini juga sebagai upaya management dalam mendukung keberlanjutan dan menciptakan dampak positif terhadap lingkungan & society. Tentu saja dengan adanya green bond ini, diharapkan dapat meningkatkan citra perusahaan di mata publik & stakeholder,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (13/11/2024).

Victoria menambahkan, seiring dengan kesadaran global akan isu lingkungan, saat ini banyak investor mencari alternatif pembiayaan yang memang berdampak positif terhadap lingkungan, yang tentu saja tidak hanya memberikan return yang menarik.

Baca juga : Pemkot Tangerang Beri Bantuan Penyandang Disabilitas

Di tahun 2023 saja, lanjut Victoria, emisi surat green bond sudah mencapai lebih dari Rp 13 triliun. Berarti ada permintaan yang tinggi juga dari market terhadap produk ini.

“Selain itu, menurut survei ADB di 2022, sebagian besar investor institusi lokal Indonesia menunjukkan ketertarikan terhadap green bonds. Mereka willing to invest USD10 juta - USD50 juta. Sektor yang paling diminati untuk green bond adalah energi terbarukan, diikuti oleh efisiensi energi dan transportasi bersih,” jelasnya.

Dengan pembiayaan berbasis ekonomi hijau ini, investor tentu saja menjadi tertarik khususnya untuk berinvestasi di saham BBNI. Apalagi, tidak banyak emiten yang menawarkan pembiayaan serupa.

"Menurut laporan 3Q24, BBNI sudah mencatatkan green financing growth +26 persen CAGR dari FY20 sampai Sep-24,” ujar Victoria.

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh BNI, hasil dari penerbitan green bonds ini akan digunakan secara eksklusif untuk pembiayaan aset yang terkait langsung dengan proyek hijau yang tentunya memenuhi syarat.

Baca juga : Ini Lho Pemain Liga Champions Keturunan Ambon Yang Siap Perkuat Timnas Indonesia

Setidaknya ada 10 proyek yang dibiayai oleh BNI melalui green bonds tersebut, misalnya energi baru terbarukan, efisiensi energi, sumber daya alam berkelanjutan. Kemudian konservasi perairan dan keanekaragaman hayati.

Dilanjutkan dengan transportasi berkelanjutan, proyek adaptasi perubahan iklim, pengolahan air limbah, pertanian berkelanjutan dan green building.

Secara khusus, BNI juga memiliki aturan untuk pembiayaan kredit sektor pertanian dalam hal ini kelapa sawit. Antara lain mewajibkan bagi kreditur untuk menunjukkan keselarasan dengan kebijakan nol deforestasi. Yaitu, sejauh mana proses pengurangan luas hutan secara cepat dan besar-besaran. Kemudian, kreditur juga harus memenuhi ijin usaha yang bersifat wajib yaitu Izin Usaha Perkebunan (IUP), Izin Usaha Budidaya (IUP-B), Pendaftaran Usaha Perkebunan (IUP-P), Pendaftaran Usaha Perkebunan (SPUP).

“Kami mewajibkan debitur baru kelapa sawit memiliki RSPO dan ISPO, dan meminta nasabah untuk mencapai sertifikasi RSPO penuh dalam jangka waktu tertentu untuk memperluas cakupannya pasar sasaran, ” demikian yang disampaikan oleh BNI dalam laporannya.

Hingga kuartal ketiga 2024, sebesar 80,2 persen pembiayaan BNI untuk untuk perkebunan kelapa sawit, kemudian sebesar 18 persen  untuk kilang dan pabrik kelapa sawit selanjutnya untuk sisa yang 1,6 persen untuk penjualan dan pembelian di sektor kelapa sawit.

Baca juga : Petani Muda Asli Papua Bahagia Mentan Respon Cepat Olah Lahan Di Merauke

BNI juga memiliki kebijakan untuk pembiayaan kredit di sektor batu bara.

Adapun ketentuan pembiayaan kredit untuk perusahaan batu bara ini antara lain pembiayaan pada penambangan batubara hanya diperuntukkan bagi Top Tie yang mengedepankan praktik ESG yang baik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.