Dark/Light Mode

Transformasi Industri Kelapa Sawit Indonesia dalam Perspektif SDGs

Sabtu, 16 November 2024 00:19 WIB
Petani memanen kepala sawit (Foto: BPDP Sawit_
Petani memanen kepala sawit (Foto: BPDP Sawit_

Di tengah kemajuan industri minyak kelapa sawit di Indonesia, banyak tantangan baru yang bermunculan, terutama masalah kontribusi industri minyak sawit Indonesia terhadap pembangunan berkelanjutan, baik secara ekonomi, sosial, maupun ekologi. Berdasarkan data, Indonesia memiliki potensi perkebunan kelapa sawit hingga mencapai 11,26 juta hektar, dengan jumlah kebun milik petani 4.751.321 hektar dan dari luasan tersebut terdapat 2.409.103 hektar harus diremajakan dan tersebar diseluruh wilayah Indonesia (Siahaan et al., 2020) 

SDGs sebagai Kiblat Utama

Harmonisasi aspek 3P (Profit-People-Planet) dalam aktivitas bisnis menjadi landasan baru dalam mencapai pembangunan berkelanjutan dan koordinasi jangka panjang, kontribusi industri kelapa sawit dalam sektor pertanian dan pertumbuhan ekonomi, dapat dilihat melalui kemitraan petani dan perusahaan. Karena kelapa sawit dapat meningkatkan lapangan pekerjaan dan mendukung pengembangan wilayah (Devi Anggraeni & Alexandra Hukom, 2023).


Figure 1 . Minyak sawit dunia dalam ribuan metrik ton 

(Sumber : Badan Pusat Statistik,2021)

Sektor pertanian kelapa sawit dianggap menjadi salah satu komoditas pertanian paling berpengaruh sebagai penyokong ekonomi Indonesia. Barus & Ernah (2024) menjelaskan bahwa komoditas kelapa sawit merupakan salah satu tanaman yang memiliki daya saing dan nilai industri yang tinggi, karena masuk kedalam industri padat karya. Kelapa  sawit juga menjadi salah satu komoditas yang paling banyak diproduksi dan diekspor oleh Indonesia. Pada 2018, total nilai perdagangan minyak saawit 30 miliar dolar AS, dengan Indonesia dan Malaysia sebagai pengekspor terbesar di dunia (Nurmilatina et al., 2023). Agar peran kelapa sawit sebagai pendongkrak devisa negara terus berlanjut, dibutuhkan upaya pelestarian dan pengembangan kelapa sawit sebagai sumber daya alam yang berpotensi.

Figure 2. Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat 

(Sumber : Badan Pusat Statistik, 2022)

Besarnya kontribusi hasil kelapa sawit terhadap perekonomian negara tidak terlepas dari produktivitas hasil perkebunan. Gambar 2 menunjukkan produktivitas perkebunan  kelapa sawit mengalami peningkatan yang signifikan sejak 4 tahun terakhir. Strategi pembangunan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan telah diupayakan Pemerintah melalui  kerja sama dengan Badan Pengelola Dana Pembangunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dalam rangka mendukung program- program yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas hasil kelapa sawit di suatu daerah dan menjadi kontributor pembagunan berkelanjutan (SDGs) dimasa yang akan datang.

Baca juga : Timnas Indonesia Takluk 0-4 Lawan Jepang

Berikut ini merupakan peran dan kontribusi perkebunan kelapa sawit dalam mencapai tujuan SDGs di Idonesia : Figure 3. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 

1.   Menghapus Kemiskinan [SDS-1]

Perkebunan kelapa sawit berperan dan memiliki kontribusi besar serta menciptakan multiplier effect dalam meningkatkan indeks kesejahteraan masyarakat dalam level desa maupun nasional.

2.   Menghapus Kelaparan [SDG-2]

Studi Barus & Ernah (2024) mengungkapkan bahwa peningkatan pendapatan dari perkebunan kelapa sawit telah berhasil mengentaskan petani kelapa sawit dari kemiskinan dan kelaparan.

3.   Kesehatan dan Kesejahteraan [SDG-3]

Kandungan Karotenoid pada minyak sawit sebagai antioksidan dan antikarsinogenik yang berfungsi untuk menangkal radikal jahat dalam tubuh, dalam studinya (Maryuningsih et al., 2021) menjelaskan Minyak kelapa sawit (CPO) mengandung komposisi vitamin A 15 kali lebih besar dari kandungan vitamin A pada wortel

4.   Akses Air Bersih dan Sanitasi [SDG-6]

Berdasarkan  data  dari  PASPI  Program  CSR  (Corporate  Social  Responsibility) Perusahaan Perkebunan Kelapa sawit di Indonesia telah mendistribusikan setidaknya 21,69 % untuk pembangunan sarana dan prasarana.

5.   Energi Bersih dan Terjangkau [SDG-7]

Seluruh bagian dari kelapa sawit dapat dimafaatkan mejadi renewable energy contohnya hasil olahan menjadi bioethanol, briket, biogass dan biodiesel. Oleh karena itu,  reforestasi  hutan  kelapa  sawit  dengan  konsep  ekonomi  sirkular  penting untuk dilakukan demi menjaga keseimangan lingkungan dan meminimalisir dampak negatif terhadap sumber daya alam

Baca juga : Mentan Tegaskan Industri Pengolahan Wajib Serap Susu Hasil Peternak Lokal

6.   Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi [SDG-8]

Dalam kajianya (Samantha & Almalik, 2019) secara empiris mengungkapkan keberadaan perkebunan kelapa sawit mampu meningkatkan kesejahteraan, mengurangi pengangguran dan memberikan kesempatan kerja. Hal ini juga diimbangi dengan proporsi peningkatan pendapatan yang diterima seiring dengan umur tanaman kelapa sawit.

7.   Industri, Inovasi dan Infrastruktur [SDG-9]

Dalam resiliensi bisnis menunjukkan perkembangan diversifikasi produk dari kelapa sawit pesat di pasar internasional, menunjukan bahwa kelapa sawit mampu untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tren pasar melalui inovasi produk dan layanan di sektor sawit.

8.   Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab [SDG-12]

Pemerintah telah menggunakan standar Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO), dan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai acuan dalam mencapai keberlanjutan dalam industri kelapa sawit dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan serta pengelolaan Sumber Daya Alam yang baik dan bertanggung jawab.

9.   Penanganan Perubahan Iklim [SDG-13]

Pemerintah Indonesia melalui BPDPKS berkerja sama untuk mengelola dan menyalurkan dana guna memaksimalkan output sektor sawit di Indonesia serta mengurangi produksi emisi gas rumah kaca atau deforestasi hutan  yang menyebabkan climate change.

10. Menjaga Ekosistem Air [SDG-14]

Alih fungsi lahan diluar pertaian dan perkebunan berkaita erat dengan ketersediaan suplai air bersih. (Adolph, 2016) mengkaji bahwa kebutuhan air pada tanaman kelapa sawit sangat efisien dibanding vegetasi lainya. Kelapa sawit memanfaatkan air hujan sebagai sumber utama kebuhuhan, hal tersebut membantah isu bahwa tanaman sawit mengancam ketersediaan air tanah.

Baca juga : Turunkan Emisi Metana Di Indonesia, Pertamina Dorong Kolaborasi

11. Menjaga Ekosistem Darat [SDG-15]

Lahan Hutan kelapa sawit yang dimanfaatkan hingga sekarang bukan hasil dari deforestasi melainkan lahan semak belukar yang tidak produktif kemudian dimanfaatkan menjadi perkebunan sawit melalui program transmigrasi oleh pemeritah Orde Baru.

12. Kemitraan untuk Mencapai Tujuan [SDG-17]

Serikat Petani Kelapa Sawit mengungkapkan pola kemitraan antara perusahaan dan petani kelapa sawit bersifat saling memberi (social rewards), bersifat timbal balik (dyadic) dan menerima (reinforcement). Kemitraan petani sawit juga membutuhkandukungan BPDPKS dan asosiasi GAPKI dan SPKS dalam mencapai kemitraan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Meurut Devi Anggraeni & Alexandra Hukom (2023), pegembangan subsektor perkebunan kelapa sawit dengan basis agribisnis global memberikan nilai tambah dalam pembangunan berkelanjutan yang merujuk pada integrasi antara kepentingan pembangunan dengan pengelolaan lingkungan dari banyaknya variabel yang menjadi tolak ukur keberhasilan Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia

Kesimpulan

Dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan sektor kelapa sawit berpartisipasi kurang lebih 12 dari 17 target yang akan dicapai, dalam memperkuat sarana implementasi dan merevitalisasi kemitraan global pembangunan berkelanjutan SDGs mejadi kiblat utama indikator keberhasilan perkebunan kelapa sawit karena setiap aspek pembangunan berkelanjutan, peran perkebunan dan industri kelapa sawit memberikan kontribusi besar dalam lingkup ekonomi, sosial dan lingkungan.

MUALLIFATUL ROHMAH
MUALLIFATUL ROHMAH
Mahasiswa Universitas Muria Kudus

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.