Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme) meluncurkan Sentra QRIS (Quick Response Indonesian Standard) UMKM di Surakarta, Jawa Tengah.
Hal tersebut, dalam rangka mendukung UMKM di Jawa Tengah untuk terus berkembang.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) dan laporan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) pada 2024, penggunaan QRIS di Jawa Tengah terus meningkat, dan memperlihatkan pertumbuhan pesat dalam adopsi QRIS. Serta menjadi provinsi dengan pengguna QRIS terbanyak ketiga di Indonesia.
Hingga Agustus 2024, volume transaksi QRIS naik hingga 217,33 persen year on year (yoy) dan jumlah merchant QRIS meningkat menjadi 33,77 juta.
CEO PT Netzme Kreasi Indonesia Vicky G Saputra mengatakan, digitalisasi di Jawa Tengah berkembang sangat pesat, Netzme hadir untuk mendukung pemerintah daerah, regulator, dan organisasi pendukung UMKM serta stakeholders lainnya.
“Tujuannya, agar para pelaku usaha bisa memanfaatkan QRIS secara lebih maksimal dalam mengembangkan bisnis mereka,” ungkap Vicky dalam keterangan resmi, Jumat (15/11/2024).
Pihaknya juga ingin memastikan UMKM dapat menikmati manfaat QRIS tanpa khawatir akan risiko penipuan yang belakangan ini cukup marak.
Baca juga : KAI Properti Hadirkan Sentuhan Heritage dalam Beautifikasi Stasiun Yogyakarta
“Dengan solusi yang kami tawarkan, diharapkan UMKM akan semakin percaya diri dalam menggunakan QRIS secara berkelanjutan untuk kemajuan usaha mereka,” katanya.
Vicky juga menekankan, QRIS Soundbox Netzme adalah solusi teknologi yang terjangkau dan mudah digunakan, dirancang khusus untuk kebutuhan UMKM.
“Dengan teknologi ini, kami berharap perekonomian digital di Jawa Tengah dapat terus bertumbuh. Kami juga optimis bahwa QRIS Soundbox Netzme akan menjadi solusi andalan bagi UMKM,” ujarnya.
Sentra ini akan berfungsi sebagai pusat edukasi dan solusi QRIS yang aman bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, sekaligus menjadi Hub Netzme untuk wilayah Jawa Tengah agar bisa berkolaborasi dengan lebih banyak lagi stakeholders di bidang pengembangan dan pemberdayaan UMKM.
Sentra QRIS UMKM bersama Netzme hadir untuk membantu pelaku UMKM memahami pentingnya keamanan dalam transaksi digital melalui berbagai program pelatihan.
“Termasuk sosialisasi dan edukasi berkolaborasi dengan berbagai paguyuban UMKM, untuk pembekalan lebih lagi bagi UMKM khususnya terkait solusi melindungi bisnis dari risiko penipuan QRIS,” ujar Vicky.
Sementara itu, Kepala Manajemen Internal Kantor Perwakilan (KpW) BI Kota Solo yang mewakili Dwiyanto Cahyo Sumirat, Kepala KpW BI Kota Solo berharap dapat mendukung pelaku UMKM dalam beradaptasi dengan transformasi digital.
Baca juga : Ketemu Menhan AS, Prabowo Bahas Kerja Sama Pertahanan
“Inisiatif ini mencerminkan sinergi antara Bank Indonesia dan penyelenggara jasa pembayaran untuk mendorong akselerasi digitalisasi,” ungkap Dwiyanto.
Diharapkan, kolaborasi ini dapat meningkatkan literasi keuangan dan inklusi digital di masyarakat, serta memperkuat daya saing UMKM di tingkat nasional dan global.
“Selain itu, Sentra QRIS UMKM ini dapat menjadi inspirasi bagi inovasi dan kolaborasi di sektor ekonomi, serta memperkuat ketahanan ekonomi menghadapi tantangan global di era digital,” tutur Dwiyanto.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM, Dinas Koperasi, UKM Perindustrian Surakarta Rini Indriyani menambahkan, hadirnya Netzme sebagai salah satu platform untuk perkembangan UMKM di Solo dengan fokus pada pemanfaatan platform digital untuk meningkatkan transaksi dan keamanan.
“UMKM juga dapat memahami pentingnya digital payment dalam mempermudah transaksi bagi UMKM dan mendorong mereka untuk beradaptasi dengan dunia digital,” kata Rini.
Pada 2023, jumlah UMKM di Solo mencapai sekitar 13.203 UMKM, dengan proyeksi meningkat menjadi sekitar 14 ribu pada tahun 2024 ini.
Selain itu, terdapat sekitar 25 komunitas UMKM di Solo yang dapat berkolaborasi bersama dalam Sentra QRIS UMKM ini, yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan kemudahan dan keamanan digital,” ungkap Rini.
Baca juga : Resmi Diluncurkan, SuperApp Byond BSI Siap Bersaing Di Tingkat Global
Di kesempatan yang sama, Direktur Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Djamin Nainggolan menuturkan, potensi pertumbuhan UMKM di Indonesia yang masih besar dan pentingnya adopsi teknologi pembayaran modern seperti QRIS, untuk meningkatkan omset usaha.
“Harapannya, agar UMKM dapat memanfaatkan peluang ini secara maksimal menggunakan sistem pembayaran dari Bank Indonesia dalam menciptakan sistem yang lebih cepat, mudah, dan aman,” ujar Djamin.
Pihaknya berterima kasih kepada Netzme sudah memberikan solusi terutama untuk para UMKM.
“Melalui QRIS Soundbox Netzme merupakan salah satu tools yang aman dan memudahkan bagi para UMKM dalam bertransaksi melalui QRIS,” kata Djamin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya