Dark/Light Mode

Ekspor Aluminium Ke AS Bakal Melesat

Industri Manufaktur Lokal Dapat Berkah

Sabtu, 16 November 2024 07:00 WIB
Ekspor Aluminium Ke AS Bakal Melesat Industri Manufaktur Lokal Dapat Berkah

RM.id  Rakyat Merdeka - Ekspor produk aluminium ekstrusi Indonesia ke Amerika Serikat (AS) berpeluang kembali meningkat. Peluang ini muncul setelah Otoritas Penyelidik AS memutuskan hasil penyelidikan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) dan Anti Subsidi (Countervailing Duty/CVD) tanpa dikenakan BMAD dan CVD.

Keputusan tersebut diambil United States of International Trade Commission (USITC) setelah melakukan penyelidikan, Rabu (30/10/2024).

“Keputusan ini menjadi berkah bagi industri manufaktur Indonesia. Dihentikannya penyelidikan BMAD dan CVD ini juga memastikan pasar ekspor tradisional, khususnya AS sebagai mitra strategis Indonesia tetap terjaga,” ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/11/2024).

Menurut Budi, dalam keterangan USITC disebutkan, Pemerintah AS tidak mengenakan tindakan anti-dumping dan anti-subsidi atas impor aluminium ekstrusi dari seluruh negara subjek penyelidikan.

Baca juga : Air PAM Di Jakarta Butek, Bau Dan Tercemar Bakteri

Ekspor yang dilakukan Indonesia ke AS juga dinilai tidak menyebabkan kerugian material bagi industri dalam negeri AS.

“Hasil ini dikeluarkan setelah komisioner dari USITC bersidang dan mengambil keputusan melalui mekanisme suara terbanyak (voting),” ujar Budi.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Isy Karim menambahkan, kabar baik ini merupakan hasil kerja keras semua pemangku kepentingan di Indonesia.

“Hasil itu menunjukkan komitmen Pemerintah Indonesia dalam menjaga akses pasar ekspor dan daya saing aluminium ekstrusi Indonesia di pasar Amerika,” kata Isy.

Baca juga : Jerman Vs Bosnia-Herzegovina, Tim Panzer Ingin Kunci Juara Grup

Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag Natan Kambuno menambahkan, selama masa penyelidikan, Direktorat Pengamanan Perdagangan Kemendag secara proaktif mengupayakan pembelaan terhadap eksportir Indonesia yang tertuduh.

Untuk melakukan hal tersebut, Kemendag bersinergi dengan perwakilan dari kementerian dan lembaga terkait serta eksportir tertuduh.

“Salah satu upaya penting yang dilakukan, yakni bersinergi membuat pembelaan tertulis serta pertemuan dengan penyelidik AS yang datang ke Indonesia untuk proses verifikasi,” ujar Natan.

Menurutnya, pada periode Januari–Agustus 2024, ekspor aluminium ekstrusi Indonesia ke AS tercatat sebesar 41 juta dolar AS. Nilai ekspor tersebut turun drastis dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sempat menyentuh 79,5 juta dolar AS.

Baca juga : Lolos Ke Semifinal Badminton Kumamoto Masters 2024, Jojo Ganyang Malaysia

“Penyelidikan anti-dumping dan anti-subsidi AS telah menekan laju ekspor aluminium ekstrusi Indonesia ke AS. Kami harap, keputusan USITC ini dapat memulihkan kinerja ekspor aluminium ekstrusi Indonesia ke pasar AS di masa depan,” jelas Natan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dalam lima tahun terakhir (2019–2023), ekspor produk aluminium ekstrusi Indonesia ke AS dengan kode HS7601, 7604, 7608, 7609 dan 7610 terus menunjukkan peningkatan.

Pada tahun 2023, ekspor produk tersebut mencapai 102 juta dolar AS, naik dibandingkan tahun 2019 yang hanya 75 juta dolar AS. NOV

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 7, edisi Sabtu, 16 November 2024 dengan judul "Ekspor Aluminium Ke AS Bakal Melesat, Industri Manufaktur Lokal Dapat Berkah"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.