Dark/Light Mode

Akibat Banyak Jaringan Pipa Karatan

Air PAM Di Jakarta Butek, Bau Dan Tercemar Bakteri

Sabtu, 16 November 2024 06:50 WIB
Tiga Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta, yakni Dwi Rio Sambodo, Ahmad Moetaba dan Francine Eustacia didampingi Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin, meninjau lokasi proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Buaran III di Jalan Raya Kalimalang Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (13/11/2024). (Foto: Istimewa)
Tiga Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta, yakni Dwi Rio Sambodo, Ahmad Moetaba dan Francine Eustacia didampingi Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin, meninjau lokasi proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Buaran III di Jalan Raya Kalimalang Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (13/11/2024). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kualitas air hasil produksi PAM Jaya sejatinya terus membaik. Bahkan, sudah bisa diminum langsung. Namun sayang, saat sampai ke tangan pelanggan, kualitasnya menurun akibat jaringan pipa sudah tua dan berkarat.

Pembangunan Sistem Pe­nyediaan Air Minum (SPAM) Buaran III, Jakarta Timur (Jak­tim), ditargetkan rampung De­sember 2024. Saat beroperasi, produksinya diperkirakan men­capai 3000 liter air per second (lps) dengan kualitas bisa lang­sung diminum. Meski begitu, kualitas air bisa menurun saat sampai ke pelanggan akibat terkontaminasi pipa berkarat.

Direktur Utama Perumda PAM Jaya, Arief Nasrudin mengungkapkan, SPAM Buaran III dapat memberikan layanan air bersih kepada 250 ribu sambungan baru. Kapasitas itu dapat melayani lebih dari lima keca­matan. Yakni Kecamatan Kramat Jati, Makasar, Cipayung, Cira­cas, Pasar Rebo dan sebagian Kecamatan Jatinegara.

Baca juga : Tamara Tyasmara, Dikasarin Dan Dibohongi Yudha

Untuk memastikan kualitas air tetap terjaga, maka distribusi air harus melalui jaringan pipa baru yang tidak tercampur dengan pipa eksisting atau lama.

“Untuk bisa memastikan kualitas air, maka diperlukan pembaharuan seluruh pipa di masyarakat. Namun, proses itu membutuhkan waktu tidak cepat,” kata Arief.

Kebocoran Air Tinggi

Baca juga : Program Makan Bergizi Gratis Didukung China dan Amerika

Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mengamini masalah pipa sangat serius dalam menyalurkan dan menjaga kualitas air.

Disebutkannya, tingkat ke­hilangan air atau Non Revenue Water (NRW) Perumda PAM Jaya hampir separuh dari yang produksi, yakni mencapai 46 persen akibat pipa keropos dan pencurian air. Jumlah ini setara dengan Rp 2,5 triliun per tahun.

“Kebocoran pipa bikin warga sulit dapat pasokan air. Dam­pak lainnya, air menjadi tidak higienis, tercemar bakteri, kotor (butek) dan berbau,” kata Rio.

Baca juga : Kembali Blusukan, Jokowi Banyak Dicurhati Warga

Rio mengakui, tidak mudah bagi PAM Jaya untuk menangani kebocoran pipa. PAM Jaya membutuhkan investasi triliunan untuk mengganti pipa-pipa tua ini. Menurutnya, pembiayaan itu bisa didapat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Dae­rah (APBD) atau melalui me­kanisme bisnis to bisnis (B to B).

“Pada tahun 2030 diharapkan NRW-nya dari 46,5 menjadi 27 persen dengan mengeluarkan dana Rp 6,3 triliun,” ungkap Rio saat meninjau pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Buaran III di Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (13/11/2024).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.