Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Anindya Bakrie: Kita Harus Dorong Investasi Asing Yang Ciptakan Lapangan Kerja
Sabtu, 23 November 2024 14:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perdagangan, investasi berkelanjutan, dan teknologi hijau merupakan bidang-bidang utama yang menjadi kesepakatan Kemitraan Strategis Baru Indonesia-Inggris yang akan diluncurkan tahun depan. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menekankan perlunya mendorong investasi asing (Foreign Direct Investment/FDI) yang dapat menciptakan lapangan kerja.
“Terutama di sektor-sektor yang menghasilkan peluang-peluang ekonomi, dan kita juga harus mempersiapkan tenaga kerja untuk lingkup energi hijau dan digitalisasi,” kata Anindya.
Hal itu disampaikan Anindya dalam sambutannya di acara Forum Investasi Indonesia 2024 (Indonesia Investment Forum/IIF) di Hotel Raffles, di The OWO, 57 Whitehall, London SW1A 2BX, Inggris, Jumat (22/11/2024) pagi waktu setempat.
Anindya menambahkan, dengan memanfaatkan lokasi strategis Indonesia dan guna meningkatkan daya saing global, investasi berorientasi ekspor dan investasi energi bersih sangat penting untuk ditingkatkan, terutama dari investasi asing.
Kata dia, dengan keahlian Inggris melengkapi pasar Indonesia yang dinamis, diharapkan juga bisa mendukung target pertumbuhan 8 persen. Adanya roadmap kemitraan Indonesia-Inggris 2022-2024 juga menjelaskan ikatan yang semakin dekat antara kedua negara.
Baca juga : Wamendagri: Infrastruktur Digital Harus Inklusif, Berdampak pada Kesejahteraan
"Kita tidak hanya membangun ekonomi yang lebih kuat tetapi juga bekerja sama untuk menanggulangi tantangan global,” kata Anindya.
Dalam paparannya, Anindya menyebutkan, Indonesia juga memfokuskan pada pengembangan proyek energi terbarukan dan hilirisasi industri.
“Indonesia telah membuat komitmen yang kuat termasuk penyebaran 100 GW energi baru selama 5 tahun ke depan dengan 75 persen berasal dari energi terbarukan,” jelasnya.
Selain itu, Indonesia juga mengembangkan 70.000 km jalur transmisi untuk menghubungkan pulau-pulau utama di Indonesia. Kemudian, rencana reboisasi besar-besaran untuk memulihkan 12 juta hektare lahan terdegradasi di seluruh Indonesia.
“Akhirnya, kami akan membangun pasar karbon terverifikasi di Indonesia untuk memobilisasi aliran dana dari Global North (Utara) ke Global South (Selatan),” terang Anindya.
Baca juga : Kemenperin Kaji Proposal Investasi Apple Rp 1,58 T, Singgung Soal Keadilan
Acara bertema “Indonesia's Investment Landscape: What Next?” ini dibuka Duta Besar Indonesia untuk Inggris Raya, Desra Percaya. Turut hadir sebagai pembicara adalah Executive Chairman Tony Blair Institute of for Global Change Tony Blair, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani. Acara dihadiri kurang lebih 180 orang, yang kebanyakan berasal dari Inggris Raya.
"Kita menyampaikan bagaimana potensi Indonesia di renewable energy (energi terbarukan), potensi di downstreaming (hilirisasi), clean energy (energi bersih). Kita ingin mereka tahu inilah program besar kita,” kata Rosan, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Kadin Indonesia.
Rosan menambahkan, IIF dan forum-forum sejenis lainnya menjadi sangat penting dan krusial bagi Indonesia demi mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
“Kita perlu kolaborasi dan sinergi dengan semua pihak seperti foreign party (pihak asing) dan foreign investment (investasi asing). Selain investasi, untuk capai target 8 persen juga tetap (berasal) dari konsumsi (dalam negeri), dari belanja Pemerintah, dan tetap dari ekspor,” jelas Rosan.
Rosan menekankan, Indonesia juga perlu untuk mendengar pendapat dari sisi korporasi Inggris tentang apa yang mereka butuhkan untuk berinvestasi di Indonesia.
Baca juga : Sinergi Aksi Perusahaan Lawan Dengue, Bentuk Investasi Kesehatan Karyawan
“Paling tidak, kita bisa menjabarkan, seperti ini peluangnya, targetnya, dan bagaimana pencapaiannya. Di sisi lain, kita perlu tahu juga teknologi yang mereka bisa bawa dan apa dampaknya pada peningkatan human capital kita. Jadi, semuanya mesti win-win lah,” jelas Rosan.
Acara tersebut juga menghadirkan para narasumber dalam dua sesi diskusi. Sesi diskusi pertama bertema "Memanfaatkan Potensi Indonesia dalam Industri Hilirisasi dan Energi Terbarukan untuk Masa Depan yang Berkelanjutan" dengan narasumber Presiden Direktur PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, Head of Infrastructure & Climate Funds, British International Investment Ryan Wagner, Ketua Kadin Inggris Indonesia/CEO Kluster Pasar Indonesia & ASEAN Standard Chartered Rino Donosepoetro, Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia Francois de Maricourt dan Senior Director, International & UK Government Relations & Public Policy and Office of Prudential plc Duncan Buchanan.
Sesi diskusi kedua bertema "Menggali Peluang Investasi di Sektor Prioritas Lainnya di Indonesia" dengan narasumber Chief Executive & Executive Director of Bank Mandiri (Europe) Ltd Aries Syamsul Ariefin, Executive Director, Chief Representative of Bank Indonesia London Farida Peranginangin, Chief Executive at Singhasari Special Economic Zone David Santoso, Founder of Tech London Advocates & Global Tech Advocates Russ Shaw CBE dan Wakil Ketua Kamar Dagang Inggris Indonesia/Managing Director of CastleAsia Ian Betts.
IIF 2024 adalah acara tahunan unggulan yang diselenggarakan bersama oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM melalui Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) London dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London. Tujuan utama dari acara ini adalah untuk menjadi platform untuk dialog kebijakan dan untuk menampilkan lanskap investasi Indonesia yang berkembang dan menyoroti peluang investasi.
Forum ini bertujuan untuk melibatkan calon pelaku usaha dari Inggris dan negara-negara Eropa untuk memberikan mereka wawasan yang berharga mengenai lebih dari 81 peluang investasi dan proyek-proyek strategis yang tersedia di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya