Dark/Light Mode

Bamsoet: Para Menteri Agar Gercep Follow Up Komitmen Investasi yang Didapat Prabowo

Senin, 2 Desember 2024 07:03 WIB
Anggota DPR/Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)
Anggota DPR/Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPR dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) menerangkan, Presiden Prabowo Subianto telah mendapatkan komimen investasi asing bernilai 18,5 miliar dolar AS dari lawatannya ke lima negara, November lalu. Peluang ini jangan disia-siakan. Para menteri ekonomi hendaknya segera menindaklanjuti dengan melakukan pendekatan kepada para pihak agar realisasi komitmen itu segera berproses.

Menurut Bamsoet, sangat penting bagi para menteri ekonomi terkait untuk segera berkoordinasi satu sama lain guna membahas dan mempersiapkan berbagai aspek yang diperlukan, termasuk berkomunikasi dengan calon-calon investor untuk menyepakati jadual pertemuan. "Untuk kepentingan menindaklanjuti komitmen investasi itu, saya menyarankan para menteri ekonomi untuk segera menghadap Presiden,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini, di Jakarta, Senin (2/12/2024).

Baca juga : Dapat Komitmen Investasi Hampir Rp 300 T, Prabowo Tersenyum Lebar

Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 ini mangatakan, Presiden Prabowo mendapatkan komitmen investasi 10 miliar dolar AS dari China, sebesar 7 miliar dolar AS dari British Petroleum (BP), dan 1,5 miliar dolar AS dari CEO Forum. Ini adalah perjalanan kerja yang produktif ketika Prabowo melakukan lawatan ke China, Amerika Serikat, Peru, Brazil, Inggris dan Uni Emirat Arab, sejak 8 hingga 24 November 2024.

Kata Bamsoet, di tengah melemahnya kinerja sektor industri dalam negeri dan meningkatnya jumlah pekerja yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), komitmen investasi asing yang dibawa Prabowo adalah sebuah prospek baru yang bisa menjadi salah satu jalan keluar. "Karena itu, para menteri diharapkan responsif mengelola komitmen investasi itu," tegas Bamsoet.

Baca juga : Lebih Dekat Warga, Menkomdigi Gelar Komdigi Menjangkau di Jakarta Utara

Tentu saja, tambah Bamsoet, sangat beralasan jika para menteri ekonomi diharapkan sigap menanggapi peluang ini. Semua pihak, utamanya generasi pekerja, pasti berharap komitmen investasi asing itu bisa direalisasikan pada waktunya. Dari realisasi investasi baru itu diharapkan tercipta lapangan kerja baru.

Ketua Komisi III DPR ke-7 ini menjelaskan, dalam konteks itu, polemik investasi Apple patut dijadikan pembelajaran oleh para menteri. Begitu juga dengan respons minimalis dari Elon Musk untuk investasi Tesla di Indonesia. Dengan menyimak lagi model kasus seperti Apple atau Tesla, para menteri ekonomi diharapkan dapat mengetahui faktor-faktor penghambat realisasi investasi asing di Indonesia.

Baca juga : Apindo: UU Cipta Kerja Kerek Investasi Asing Dan Buka Lapangan Kerja

“Tentu saja ragam faktor penghambat realisasi investasi harus dihilangkan tanpa harus mengorbankan kepentingan nasional. Terpenting, peluang atau komitmen investasi asing yang didapat Presiden Prabowo itu hendaknya dikelola dengan bijaksana agar membuahkan manfaat bagi perekonomian nasional,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.