Dark/Light Mode

Melemah Lagi, Rupiah Dekati Rp 16.000

Selasa, 3 Desember 2024 09:47 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Rakyat Merdeka)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini dibuka pada level Rp 15.937 per dolar AS. Rupiah melemah 0,20 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di level Rp 15.905 per dolar AS.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia pagi ini menunjukkan tren bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,22 persen, baht Thailand turun 0,14 persen, dan yuan China terkoreksi 0,30 persen. Sementara itu, peso Filipina naik tipis 0,01 persen dan won Korea Selatan menguat 0,14 persen. Di sisi lain, dolar Singapura mengalami pelemahan 0,22 persen.

Baca juga : Awal Pekan, Rupiah Melemah Ke Rp 15.892

Penguatan dolar AS tercermin pada indeks dolar, yang naik 0,11 persen ke level 106,50 terhadap mata uang utama dunia. Meski melemah terhadap dolar AS, rupiah justru menguat terhadap beberapa mata uang lain, seperti euro (naik 0,05 persen ke Rp 16.680), poundsterling Inggris (menguat 0,01 persen ke Rp 20.113), dan dolar Australia (naik 0,14 persen ke Rp 10.281).

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong menyatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS setelah rilis data Indeks Manajer Pembelian (PMI) dan Indeks Manufaktur ISM yang menunjukkan hasil lebih baik dari perkiraan.

Baca juga : Program Makan Bergizi Gratis Diputuskan Seporsi Rp 10.000

“Namun, pelemahan rupiah kemungkinan akan terbatas karena dolar AS juga mendapat tekanan dari pernyataan dua pejabat The Fed, Waller dan Williams, yang cenderung dovish dan masih mengisyaratkan kemungkinan pemangkasan suku bunga pada September,” kata Lukman pada Selasa (3/12/2024).

Lukman memproyeksikan, nilai tukar rupiah akan bergerak di rentang Rp 15.850 hingga Rp 15.950 per dolar AS sepanjang hari ini, dengan peluang pemulihan terbatas jika tekanan eksternal dari dolar AS berkurang.

Baca juga : Jumat Pagi, Rupiah Perkasa Ke Level Rp 15.852

Pasar keuangan akan terus memantau perkembangan data ekonomi global serta kebijakan moneter dari Bank Sentral AS (The Fed) yang dapat memengaruhi volatilitas nilai tukar rupiah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.