Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dukung Pendidikan Indonesia, Adaro Donasikan 10 Ribu Paket Seragam Sekolah
Rabu, 4 Desember 2024 21:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (sebelumnya PT Adaro Energy Indonesia Tbk - Adaro) melalui Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan melalui program “Satu Seragam Sejuta Harapan.”
Sebanyak 10.000 paket seragam sekolah senilai total Rp 12 miliar didonasikan kepada anak-anak Sekolah Dasar (SD) dari keluarga prasejahtera di wilayah operasional Adaro, yaitu DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan.
Setiap paket, yang bernilai Rp 1,2 juta per tahun untuk satu anak itu, berisi perlengkapan sekolah seperti seragam dan alat tulis.
Baca juga : Young Living Indonesia Resmi Jalankan Bisnis MLM Syariah
Secara simbolis, bantuan ini diserahkan langsung oleh Presiden Direktur Adaro Group, Garibaldi Thohir, kepada siswa SD di Kebon Baru, Tebet, Jakarta, pada Rabu (4/12/2024).

Selain itu, program ini juga didukung oleh partisipasi karyawan Adaro, yang sebelumnya telah menggalang donasi sebesar Rp 2,4 miliar untuk menyediakan 2.000 paket seragam sekolah. Donasi tersebut telah diserahkan kepada anak-anak di wilayah Manggarai pada 21 November 2024 lalu.
Presiden Direktur Adaro Group, Garibaldi Thohir mengatakan, pentingnya pendidikan sebagai kunci masa depan bangsa. “Untuk itu, kami bergandeng tangan mendukung program pemerintah menciptakan akses pendidikan yang merata di Indonesia,” ujar Garibaldi Thohir.
Baca juga : Dukung Pencapaian Asta Cita, PHE Jalin Kerja Sama dengan Pusat Survei Geologi
Ia juga mengapresiasi kontribusi karyawan Adaro dalam menyukseskan program ini. “Semoga kegiatan ini memberikan semangat dan harapan bagi anak-anak untuk terus melanjutkan sekolah serta mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih inklusif dan berdaya saing,” tambahnya.
Program ini berangkat dari keprihatinan terhadap tingginya angka anak-anak putus sekolah di Indonesia. Data tahun 2021 menunjukkan 75.303 anak putus sekolah, dengan 38.716 di antaranya berada di tingkat SD. Salah satu penyebab utamanya adalah keterbatasan biaya untuk kebutuhan dasar pendidikan, seperti seragam dan alat tulis.
Adaro berharap program ini dapat menjadi katalisator perubahan, menciptakan lingkungan yang memberikan kesempatan setara bagi semua anak untuk mengakses pendidikan berkualitas. “Kami berharap langkah ini mampu membangun perubahan positif demi Indonesia yang lebih baik,” tutup Garibaldi Thohir.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya